Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » 4 Poin Krusial Pembahasan RUU Kepariwisataan

4 Poin Krusial Pembahasan RUU Kepariwisataan

  • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan adalah regulasi yang diusulkan DPR RI dan DPD RI untuk merevisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan. Hal ini disebabkan sektor pariwisata memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap devisa negara.

Dalam draft RUU Kepariwisataan ada sederet poin pembahasan. Diantaranya memutuskan ada paradigm shift. Pariwisata harus diatur berdasarkan sebuah paradigma yang baru, yang sudah digunakan oleh negara-negara yang pariwisatanya maju.

“Bahwa untuk melakukan sesuatu pemerintah kabupaten, daerah, wilayah, kemudian kebudayaan yang ada disitu harus diteliti sedemikian rupa dan menjadi bagian yang menikmati kalau ada kemajuan pariwisata,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti dalam keterangan tertulis pada Selasa, 26 Maret 2024.

Lebih jauh Agustina mengatakan, hingga saat ini sudah dilakukan setidaknya lima kali sidang yang tidak hanya membahas RUU Kepariwisataan tetapi juga berada dalam pembahasan RAPBN. “Sehingga kita berada pada kemajuan yang cukup bagus,” ucap Agustina.

Poin krusial lainnya yang terdapat dalam RUU tersebut adalah baik mass tourism maupun sustainable tourism harus dikelola dengan baik yang tentu disesuaikan dengan kategori atau kriteria tiap destinasi. Sehingga keduanya mampu menaikkan peran pariwisata sebagai kontributor pendapatan negara.

Kemudian, penguatan identitas bangsa. Dimana penguatan perekonomian dan pertahanan bangsa dengan menjaga nilai-nilai kemasyarakatan, adat istiadat, kekayaan alam, warisan budaya sebagai peradaban bangsa yang pengenalannya dimulai dari pendidikan.

“Di dalam draft RUU kita berupaya mengatur hal itu. Bahwa budaya, tata nilai, dan lain sebagainya harus diperkenalkan melalui dunia pendidikan sejak dini. Lalu itu menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap Agustin.

Adapun poin pembahasan RUU Kepariwisataan lainnya seperti sistem tata kelola destinasi pariwisatanya adalah Destination Management Organization serta mengarahkan atau menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan. “Mudah-mudahan draft ini bisa disempurnakan dalam waktu dekat,” imbuh Agustin.

Harapan Menparekraf

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang (Panja RUU) Kepariwisataan mampu merumuskan produk hukum yang lebih adaptif dan responsif dalam upaya mewujudkan kehadiran pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

ruu kepariwisataan

Konsinyasi RUU tentang Kepariwisataan dan Buka Bersama. (Foto: Kemenparekraf)

“Dari sisi kebijakan, anggaran dan keterlibatan harus kita tata dengan lebih baik. UU Nomor 10 tahun 2009 sudah hampir 15 tahun, harus sama-sama kita rancang untuk memberikan kontribusi yang lebih signifikan kedepan,” kata Menparekraf Sandiaga.

Tercatat tahun 2023, nilai devisa pariwisata yang telah mencapai 14 miliar dolar AS dari target 7,08-9,99 miliar dolar AS. Dengan kontribusi sektor parekraf terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 3,9 persen. Dan nilai tambah ekonomi kreatif yang mencapai Rp1.414,77 triliun.

Perubahan yang pesat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Terutama dipicu oleh COVID-19 dan preferensi para wisatawan global yang semakin beragam.

“Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk saling mendukung dan berkolaborasi. Mudah-mudahan hasil dari UU Kepariwisataan ini bisa memberikan kepastian hukum maupun juga landasan untuk kita lebih bermanfaat bagi masyarakat untuk kemajuan Indonesia,” tutupnya. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jamin Hadirnya Fasilitas Pendidikan Jadi Magnet Investasi IKN

    Presiden Jamin Hadirnya Fasilitas Pendidikan Jadi Magnet Investasi IKN

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • 0Komentar

    Nusantara – Kehadiran fasilitas pendidikan menjadi magnet penarik investasi ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat meresmikan pembangunan Sekolah Islam Terpadu Al Azhar Summarecon Nusantara, di IKN, Selasa, 4 Juni 2024. “Saya sangat menyambut baik peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Islam Al Azhar Summarecon di Nusantara. […]

  • Percepat RDTR

    Kementerian ATR/BPN Percepat Penetapan RDTR

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang terus melakukan upaya percepatan penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Salah satu upayanya, dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama kepala daerah dan kementerian/lembaga. “Dua tahun pasca pandemi, yang paling _terdera_ selain sektor kesehatan adalah pemulihan ekonomi. Kita sedang menggalakkan […]

  • Save Raja Ampat

    Respons Tagar Save Raja Ampat, Ini Langkah Konkret Kemenpar

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalankan upaya strategis untuk memastikan perlindungan kawasan Raja Ampat, merespons tagar #Save Raja Ampat yang viral di sosial media. Keseimbangan antara ekonomi dan ekologi menjadi upaya utama yang ditekankan dalam pembangunan khususnya sektor pariwisata. “Kita ingin pembangunan apapun, termasuk kepariwisataan, harus menjaga keseimbangan antara ekologi, teritori sosial, dan skala ekonomi,” kata […]

  • MRT Jakarta

    Sinergi DKI Jakarta-Jawa Barat-Bekasi Bangun MRT

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Dua pemerintah Provinsi dan satu Pemerintah Kabupaten, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bekasi bersinergi dengan melakukan kerja sama membangun Mass Rapid Transit (MRT) Timur-Barat (MRT East-West/Cikarang-Jakarta-Balaraja) Phase 1-Stage 1 (Tomang-Medan Satria). Sinergi ketiganya ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, […]

  • Pasar Hunian di Bogor Diyakini Tetap Bersinar di 2023

    Pasar Hunian di Bogor Diyakini Tetap Bersinar di 2023

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • 0Komentar

    SENTUL – Meski memengaruhi minat beli masyarakat, namun isu resesi ekonomi global yang gencar diberitakan tidak menyurutkan semangat pengembang untuk tetap berekspansi meluncurkan produk-produk terbarunya. Pelaku usaha properti memilih memperbanyak pameran dan melakukan promosi ke masyarakat, serta bersinergi dengan perbankan. “Sejak semester II-2022 memang isu dan berita tentang resesi ekonomi global berdampak pada penjualan properti. […]

  • Aksesibilitas Makin Baik, Sunan Group Luncurkan Orchard Village Tahap 2

    Aksesibilitas Makin Baik, Sunan Group Luncurkan Orchard Village Tahap 2

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • 0Komentar

    BEKASI – Kawasan utara Bekasi, Jawa Barat, semakin prospektif untuk pengembangan bisnis properti. Masifnya pembangunan infrastruktur semakin membuka aksesibilitas warga, sehingga nilai properti terutama residesial di kawasan tersebut semakin menjanjikan. Saat ini, kawasan tersebut telah terkoneksi melalui Jalan Tol Cibitung-Cilincing (Tol Cibicil) yang merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 atau JORR 2, […]

Translate »
expand_less