ads-image

Bank BTN Tulang Punggung Program Sejuta Rumah

Selama 72 tahun, Bank BTN telah menyalurkan kredit kepada lebih dari 5 juta masyarakat di Indonesia dari seluruh segmen.
0
35
Bank BTN

JAKARTA – Jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki hunian layak masih cukup besar. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendata akan ada 15,5 juta penduduk yang membutuhkan rumah pada 2045. Padahal angka backlog rumah saat ini masih berada pada kisaran 11,4 juta unit.

Kondisi ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, daya beli masyarakat yang tidak sebanding dengan harga properti, serta kedua belum banyak pengembang yang ikut turut serta membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Oleh karena itu, dibutuhkan peran besar dari berbagai pihak dalam mendorong Program Sejuta Rumah (PSR).

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memberikan komitmen untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan target PSR. Hal ini terbukti dari keseriusan BTN dalam penyaluran KPR Subsidi untuk MBR.

“Selama 72 tahun, Bank BTN telah menyalurkan kredit kepada lebih dari 5 juta masyarakat di Indonesia dari seluruh segmen. Sebanyak 3,5 juta unit diantaranya merupakan KPR Subsidi,” kata Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar dalam keterangannya, Senin(21/2/2022).

Hirwandi Gafar/foto istimewa

Untuk tahun 2021 saja, Bank BTN telah menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 117.699 unit dengan nilai kredit sebesar Rp17,15 triliun. Angka tersebut merupakan perolehan dari BTN konvensional sebanyak 96.487 unit dengan nilai Rp14,11 triliun dan Unit Usaha Syariah sebanyak 21.212 unit dengan nilai Rp3,03 triliun.

Dengan pencapaian tersebut, ungkap Hirwandi, Bank BTN telah berkontribusi setidaknya 65% dari angka pencapaian penyaluran KPR Sejahtera FLPP nasional pada tahun 2021 yang mencapai lebih dari 178 ribu unit.

Tak hanya itu, di awal tahun 2022 BTN bahkan telah tancap gas dan sempat membukukan akad kredit KPR FLPP sekitar 6.000 unit dalam sepekan. Pencapaian salah satunya bersumber dari akad kredit secara massal di seluruh Kantor Cabang Bank BTN di seluruh Indonesia.

Tepat Sasaran

BTN akan terus melakukan penyaluran program KPR FLPP Sejahtera secara tepat sasaran, sehingga dapat mendukung penurunan backlog perumahan terutama pada segmentasi masyarakat berpenghasilan rendah.

Adapun target penyaluran KPR FLPP hingga akhir tahun ini sebanyak 200 ribu unit.

“Selain KPR FLPP, BTN juga mendukung untuk menyalurkan program Tapera yg tersedia sebanyak 109.000 unit, juga menyalurkan KPR BP2BT kepada MBR,” ujar Hirwandi.

Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, perseroan akan berkolaborasi dengan developer menciptakan strategi pemasaran dengan mempertemukan sisi supply dan demand. Selain itu, Bank BTN juga secara konsisten melakukan pernyempurnaan proses bisnis penyaluran KPR. Hasilnya adalah akan menjadi lebih mudah, cepat dan tepat sasaran.

“Ekosistem perumahan yang telah diciptakan Bank BTN akan mempermudah perseroan dalam berkolaborasi mengurangi angka backlog perumahan yang masih tinggi,” sebut Hirwandi.

Tahun 2022, banyak peluang dan tantangan dalam penyaluran KPR termasuk KPR Bersubsidi. Namun Bank pelat merah ini sangat optimistis industri properti pulih. Kemudian, daya beli masyarakat terutama MBR akan meningkat di tahun ini.

Selain kepada nasabah, Hirwandi juga menekankan komitmen pihaknya pada peningkatan pelayanan kepada developer. Sebab, developer merupakan mitra mulai dari proses pencairan kredit konstruksi, pelayanan jemput bola, pengurusan dokumen. Lalu, yang penting lagi adalah bekerjasama dalam mengupayakan rumah berkualitas bagi masyarakat.

“Kami optimistis pada tahun 2022 Bank BTN dapat mempertahankan bahkan meningkatkan pangsa pasar Bank BTN di segmen KPR Sejahtera FLPP. Karena capaian kami di tahun-tahun sebelumnya sesuai target dan yang terbaik,” pungkas Hirwandi. (MRI)

EnglishIndonesian