Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Skema Baru Belum Terbit, BP Tapera Tetap Salurkan KPR FLPP

Skema Baru Belum Terbit, BP Tapera Tetap Salurkan KPR FLPP

  • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dipastikan masih akan menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dengan skema lama, yakni 75% bersumber dari APBN dan sisanya 25% dari bank pelaksana. Komitmen tersebut disuarakan seiring belum terbitnya skema proporsi KPR FLPP yang baru.

“Pemerintah memang ingin melakukan redesain terhadap skema FLPP agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa menikmati dana FLPP. Posisi saat ini masih dalam pembahasan bersama seluruh stakeholder perumahan, yakni Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukinan, Kementerian Keuangan, BPKP, SMF, Bank Nasional dan memerlukan dukungan kebijakan dari pemerintah,” ungkap Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis, 6 Februari 2025.

Sesuai target penyaluran KPR FLPP tahun 2025 sebanyak 220.000 unit rumah hingga saat ini skema yang digunakan oleh BP Tapera dan bank penyalur masih sama dengan porsi 75:25. BP Tapera menyiapkan anggaran untuk satu unit rumah 75% dari harga rumah dan sisanya 25% dari Bank Penyalur.

“Sambil menunggu proses pencairan DIPA 2025, sejak Januari masih tersedia saldo awal FLPP 2025 untuk 7 ribu unit rumah. Kami mengimbau kepada bank penyalur segera memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan akad kredit dan tetap memastikan rumah dalam status ready stock. Upaya ini merupakan terobosan nyata dalam mempercepat realisasi FLPP untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” ungkapnya.

Sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) yang dipercaya menyalurkan dana FLPP untuk kalangan MBR berupa rumah subsidi dengan skema yang sama, BP Tapera kerap luput dari pemahaman publik. Penyediaan rumah subsidi erat kaitannya dengan BP Tapera.

Tercatat, per 5 Februari 2025 BP Tapera telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 3.535 unit rumah subsidi atau senilai Rp 432,031 miliar. Sehingga total penyaluran rumah subsidi dari tahun 2010 hingga tahun 2025 mencapai 1.602.414 unit rumah senilai Rp 151, 65 triliun. Sedangkan dari data 39 bank penyalur yang telah bekerja sama dengan BP Tapera tahun 2025 periode 1 Januari hingga 5 Februari 2025, terdapat lebih kurang sejumlah 12.277 akad rumah subsidi.

Bank Penyalur KPR FLPP Tertinggi

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho melanjutkan, dari 10 bank penyalur KPR FLPP terbesar, posisi teratas ditempati BTN Syariah yakni sebanyak 1.503 unit rumah yang disusul oleh Bank BTN sebanyak 684 unit rumah.  “Peringkat ketiga penyaluran tertinggi adalah BNI sebanyak 447 unit rumah, Bank BJB Syariah sebanyak 191 unit rumah, dan Bank Sumselbabel sebanyak 133 unit rumah,” ucapnya.

Rumah FLPP

Perumahan yang dibiayai KPR FLPP (Foto: BP Tapera)

Berikutnya adalah Bank Sumselbabel Syariah menyalurkan sebanyak 105 unit rumah. Selanjutnya, BSI menyalurkan sebanyak 92 unit rumah, Bank Sumut 70 unit rumah, Bank Jambi sebanyak 64 unit rumah dan BRI sebanyak 46 unit rumah. Sisanya disalurkan oleh 13 bank penyalur lainnya.

Heru kembali mengingatkan kepada bank penyalur untuk tetap mengingatkan pengembang yang bekerja sama, bahwa tidak hanya masalah kuantitas. Pengembang agar memperhatikan kualitas bangunan. Sesuai peraturan perundangan, pengembang wajib membangun rumah layak huni sesuai standar dan pedoman yang diatur oleh Kementerian PKP.

“Kualitas rumah diperiksa dan dinyatakan layak huni oleh Pemda melalui penerbitan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sesuai ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan turunannya,” tutupnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, Banten dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya menjadi pilot project perumahan hijau Program Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP).

    Keren! Perumahan MGK Jadi Pilot Project Perumahan Hijau dan Terjangkau

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, Banten yang dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya yang menerapkan perumahan hijau menjadi pilot project Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP). Untuk memastikan kesesuaian standar rumah, tim dari Build Change dan Kementerian PKP melakukan Monitoring dan Evaluasi (MonEv) Program IGAHP di Perumahan MGK. “Tadi kita ngecek apakah […]

  • Dukung Bisnis Berkelanjutan, Sinar Mas Land Komit Terapkan Prinsip ESG

    Dukung Bisnis Berkelanjutan, Sinar Mas Land Komit Terapkan Prinsip ESG

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) saat ini memainkan peranan penting dalam aktivitas bisnis perusahaan di Indonesia. Permintaan dari berbagai pihak, mendorong penerapan prinsip ESG sebagai tolak ukur kemajuan keberlanjutan dari investasi perusahaan. Sinar Mas Land sebagai perusahaan yang memiliki ruang lingkup luas dalam kehidupan masyarakat telah menginisiasi berbagai program yang mengimplementasikan […]

  • Ilustrasi Kebutuhan Lansia (Foto: Dok Rukun Senior Living)

    Lima Tips Ciptakan Rumah Ramah Lansia

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Membahagiakan kedua orangtua merupakan kewajiban bagi setiap anak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan aman, terlebih bagi orangtua yang telah memasuki usia senja. Rumah nyaman bagi orangtua yang telah memasuki lanjut usia (lansia) perlu menyiapkan beberapa hal. Mulai dari desain rumah hingga penataan interior perlu mendapat perhatian ekstra agar […]

  • desentralisasi fiskal

    PEN Klaster Insentif Usaha Tembus 99 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi klaster insentif dunia usaha dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga November 2021 telah mencapai 99,4% yakni Rp 62,47 triliun dari pagu sebesar Rp 62,83 triliun. “Artinya ada kegiatan ekonomi, dan karena kegiatan ekonominya bergerak maka ada klaim atas insentif pajak. Kalau tidak ada kegiatan ekonomi atau tidak ada transaksi, maka tidak ada […]

  • Cegah Banjir Jakarta, Normalisasi Ciliwung Ditargetkan Tuntas 2024

    Cegah Banjir Jakarta, Normalisasi Ciliwung Ditargetkan Tuntas 2024

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menargetkan program normalisasi Sungai Ciliwung rampung pada tahun 2024 mendatang sebagai upaya mencegah banjir di DKI Jakarta. Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melanjutkan upaya pembebasan lahan agar normalisasi Ciliwung bisa diteruskan. “Normalisasi Sungai Ciliwung ini tinggal sekitar 17 km. Kita berharap dalam […]

  • Tak Terkendali, Pemerintah Diminta Intervensi Harga Material di Kepri

    Tak Terkendali, Pemerintah Diminta Intervensi Harga Material di Kepri

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan tidak terkendalinya harga bangunan di daerah kepulauan tersebut, sehingga menganggu pasokan rumah khususnya rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah diminta segera melakukan intevensi pasar agar harga material bangunan lebih kondusif. Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Kepri, Tony mengungkapkan sepanjang tahun 2021 […]

Translate »
expand_less