Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Dalam 12 Tahun, Program FLPP Jangkau 1 Juta Debitur

Dalam 12 Tahun, Program FLPP Jangkau 1 Juta Debitur

  • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 hingga 20 April 2022, penerima manfaat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah tembus satu juta debitur. Dalam kurun waktu tersebut telah tercapai 1.000.609 debiturdengan nominal pembiayaan sebesar Rp 81,51 triliun.

“Bank penyalur terbesar adalah BTN yakni 729.522 unit rumah atau setara 72,91 perssen. Raihan kedua adalah BNI sebesar 60.755 unit atau 6,07 persen,” kata Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto, dalam siaran persnya, Sabtu, 23 April 2022.

BSI menempati urutan ketiga teratas dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP yakni 49.402 unit atau 4,94 persen. Berikutnya, BRI sebanyak 25.932 unit atau 2,59 persen, serta sisanya dari 43 bank penyalur lainnya.

Masih dari data BP Tapera, Provinsi Jawa Barat mendominasi penyaluran dana FLPP sebesar 30,12 persen dari total penyaluran atau sebanyak 315.966 unit dalam kurun waktu 12 tahun. Penyaluran terbesar selanjutnya adalah Provinsi Banten yakni sebanyak 82.526 unit. “Provinsi Jawa Timur berada di posisi ketiga yakni sebanyak 63.269 unit. Selanjutnya, Provinsi Sumatera Utara sebanyak 53.273 unit dan Kalimantan Selatan sebanyak 51.017 unit,” ucap Adi.

Penerima manfaat dana FLPP terbanyak di usia 26 – 30 tahun sebanyak 308.930 unit. Berikutnya, usia terbanyak kedua yakni 19 – 25 tahun sebesar 222.242 unit, kemudian rentang usia 31 – 35 sebanyak 211.961 unit. Selanjutnya usia 36 – 40 tahun sebanyak 129.520 unit dan sisanya di atas 40 tahun sebanyak 127.956 unit.

Adi mengutarakan, latar belakang pekerjaan penerima manfaat FLPP terbesar adalah sektor swasta yaitu 737.292 unit dan ASN 109.419 unit. Penerima manfaat KPR FLPP dari sektor kelompok wiraswasta sebesar 81.150 unit dan lainnya 35.377 unit.

“Saya berharap penyaluran dana tepat sasaran dan berdaya guna bagi masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR. Saya ingin mengajak masyarakat untuk semakin cerdas dalam membeli rumah bersubsidi. Pastikan semua sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baru lakukan akad kredit. Rumah siap huni dengan air dan listrik yang sudah terpasang dan PSU yang memadai,” demikian ajakan Adi Setianto.

Segmentasi Penerima KPR Subsidi

Berdasarkan surat Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) awal Januari 2022 tentang Segmentasi Pemanfaatan FLPP, BP2BT dan Tapera, maka program FLPP untuk melayani MBR berpenghasilan tetap (fixed income), pembiayaan Tapera untuk melayani Peserta Tapera baik yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap. Sedangkan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk melayani MBR berpenghasilan tidak tetap (pekerja informal).

Adapun kriteria MBR berpenghasilan tidak tetap (pekerja informal) yaitu (1) tidak memiliki slip gaji dari perusahaan/instansi, (2) tidak memiliki perjanjian kerja dalam waktu tertentu, (3) memiliki sistem pembayaran/pengupahan harian, jam, borongan per satuan hasil atau komisi, (4) tidak memiliki hak cuti, dan (5) membayar mandiri jaminan kesehatan atau jaminan pekerjaan. Contoh jenis pekerjaannya antara lain tenaga honorer pemerintahan/non pemerintahan, buruh, pekerjaan harian lepas, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga dan pekerja rentan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Dengan segmentasi yang jelas, kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan bantuan dan kemudahan pembiayaan perumahan dengan baik. Dengan demikian seluruh segmen masyarakat mendapatkan peluang untuk memanfaatkan pembiayaan perumahan yang diberikan oleh pemerintah,” pungkas Adi Setianto.

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • One Global Capital

    Ajak Investor Indonesia, One Global Capital Targetkan Ekspansi Rp10 Triliun

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di awal tahun 2025, One Global Capital akan melakukan road show ke Asia, Jakarta, Solo, Surabaya, Bali, dan Medan melalui kegiatan konferensi global dan leadership bertajuk “Invest Like a Billionaire”. Didirikan oleh Iwan Sunito, One Global Capital merupakan sebuah platform modal dan dana yang bermarkas di Sydney, Australia. Founder dan CEO One Global […]

  • Bank Dunia Bantu 263 Ribu Rumah MBR

    Bank Dunia Bantu 263 Ribu Rumah MBR

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkolaborasi dengan Bank Dunia dalam pelaksanaan National Affordable Housing Program (NAHP). Program ini menjangkau sebanyak 263.520 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia. “Proyek NAHP berhasil memenuhi sebagian besar indikator proyek dalam menyalurkan 30.422 subsidi KPR BP2BT untuk pemilik rumah pertama. Program ini […]

  • Bio District, Ini Hunian Terbaru dari CHL Group di Kawasan BSD

    Bio District, Ini Hunian Terbaru dari CHL Group di Kawasan BSD

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kelompok usaha properti, Cipta Harmoni Lestari (CHL) Group terus melakukan inovasi produk hunian. Teranyar, pengembang tersebut bersiap meluncurkan proyek Bio District BSD, hunian berkonsep biophilic yang menyasar segmen kalangan muda atau milenial. Bio District BSD akan dikembangkan di atas lahan seluas satu hektar yang terdiri dari 64 unit rumah eksklusif. Lokasinya sangat strategis […]

  • Apartemen

    Waduh! Minat Beli Apartemen Hanya 2%

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Hanya 2 persen responden lebih memilih membeli apartemen waktu satu tahun ke depan. Sementara sisanya, yakni hanya 98 persen responden yang menjadikan hunian rumah tapak sebagai pilihan utama. “Saat tinggal di apartemen, penghuni harus menerima bahwa ruangan yang tersedia cukup terbatas. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk memperluas ruangan di masa depan, sebagaimana halnya […]

  • Jelang GIIAS 2022, Anak Usaha Sinar Mas Land Rampungkan Tol Serbaraja

    Jelang GIIAS 2022, Anak Usaha Sinar Mas Land Rampungkan Tol Serbaraja

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Trans Bumi Serbaraja, anak usaha Sinar Mas Land, telah merampungkan pembangunan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A sepanjang 5,15 km. Ruas tol Serbaraja Seksi 1A ini akan beroperasi secara gratis guna mendukung penyelenggaraan pameran otomotif terbesar di Indonesia yakni Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada […]

  • Harga rusun subsidi

    Harga Rusun Subsidi Tahun 2026 Bakal Naik

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah tengah mempertimbangkan wacana perubahan harga rusun subsidi pada tahun 2026 untuk menjawab tantangan backlog di kawasan perkotaan. “Ini demi menjawab tantangan backlog di perkotaan. Saat ini masih perlu dikalibrasi dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” tutur Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo […]

Translate »
expand_less