Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » DPR Jadwalkan Pertemuan dengan Asosiasi Pengembang Bahas Soal Ini

DPR Jadwalkan Pertemuan dengan Asosiasi Pengembang Bahas Soal Ini

  • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Komisi V DPR RI dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP) di Jakarta, Rabu, 30 April 2025. menjadwalkan pemanggilan terhadap asosiasi pengembang untuk membahan sejumlah isu penting terkait sektor properti.

“Terkait pertemuan dengan asosiasi, kami akan melihat dulu urgensinya. Walaupun nanti kita panggil asosiasi nanti setelah kita rapat soal peta jalan. Kami tidak akan memanggil asosiasi sebelum peta jalan dibahas,” jelas Ketua Komisi V DPR RI Lassarus di Jakarta, Rabu, 30 April 2025.

Lassarus menambahkan, penentuan lokus program BSPS akan dilakukan revisi. Kementerian PKP diminta untuk memaparkannya kembali dengan Komisi V DPR bersamaan dengan pembahasan peta jalan program 3 juta rumah.

“Nanti ini bisa di-highlight ke kami pada tanggal 19 Mei 2025 yang akan datang saat kita membahas peta jalan 3 juta rumah di program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Komisi V DPR RI, Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut baik permintaan tersebut. “BSPS nanti isunya tinggal satu saja. Kita bikin kriteria pas kita bahas peta jalan,” ucapnya.

Menteri Ara sepakat dengan Komisi V DPR RI bahwa BSPS diberikan prioritas untuk ditingkatkan di tahun anggaran 2025. “Program kami yang paling signifikan adalah BSPS. Karena kami memang sudah melihat sendiri hasilnya dan aspirasi dari teman-teman Komisi V dan juga DPD RI dan juga banyak kepala daerah,” tambahnya.

Tingkatkan Porsi Anggaran

Program BSPS menjadi prioritas Kementerian PKP dengan menaikkan porsi anggaran meski telah terbit kebijakan efisiensi. Peningkatan program BSPS bisa dilihat pada Kawasan Pesisir, Pedesaan dan Perkotaan yang menjadi 38.504 unit dari sebelumnya 34.289 unit. Porsinya adalah 31,4% dari alokasi program fisik.

“Kami sudah tunjukkan pada saat anggaran kami turun, BSPS-nya kami naikkan menjadi 31,4 persen dari alokasi program fisik,” ujar Menteri Ara.

Menteri Ara melanjutkan, sejumlah tantangan dihadapi dalam menjalankan program BSPS dan Kementerian PKP akan menjalankan prosedur dan kualitas dengan baik mengingat program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • hut rei ke-53

    REI Respon Kepedulian RI-1 terhadap Pentingnya Rumah

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • 0Komentar

    IKN NUSANTARA – Sekitar 1.000 anggota Realestat Indonesia atau REI menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) REI ke-53 yang dipusatkan di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (16/5) malam. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir diantaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana […]

  • Tahun 2022, Ekonomi RI Tumbuh 5,3%

    Tahun 2022, Ekonomi RI Tumbuh 5,3%

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kendati kondisi global masih mengalami pasang surut, pertumbuhan ekonomi RI sepanjang tahun 2022 sebesar 5,31 persen. Angka itu melampaui target Pemerintah sebesar 5,2 persen dan menembus level seperti sebelum pandemi. “Kuartal IV tahun lalu tumbuh 5,01 persen (year on year/yoy). Secara kumulatif di tahun 2022, ekonomi mampu tumbuh di angka 5,31 persen. Pertumbuhan […]

  • Aplikasi SiPetruk, antara Momok atau Kebutuhan?

    Aplikasi SiPetruk, antara Momok atau Kebutuhan?

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tengah melakukan sosialisasi pemberlakuan aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiKasep). Sikap pengembang pun terbelah mengenai aplikasi yang aplikasi yang digadang-gadang bakal menjamin kualitas produk rumah bersubsidi. Sebagian pengembang berpandangan bahwa aplikasi ini nantinya hanya akan merepotkan ketika sudah bergulir. Pasalnya, aplikasi ini dipastikan akan memperpanjang mata rantai […]

  • Pagu Indikatif Perumahan Tahun 2023 Diusulkan Rp 5,9 Triliun

    Pagu Indikatif Perumahan Tahun 2023 Diusulkan Rp 5,9 Triliun

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengusulkan pagu indikatif sebesar Rp 5,938 triliun untuk pelaksanaan Program Sejuta Rumah tahun 2023 mendatang. Sejumlah target perumahan antara lain pembangunan rumah susun (rusun), rumah swadaya, rumah khusus serta penyediaan prasarana, sarana dan utilitas (PSU). “Anggaran usulan pagu indikatif berdasarkan exercise penyesuaian pagu Kementerian […]

  • Kompak! REI, Apersi dan Himperra Minta SBUM Segera Cair

    Kompak! REI, Apersi dan Himperra Minta SBUM Segera Cair

    • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Belum diterbitkannya dana Subsidi Bantuan Muka (SBUM) untuk program pembiayaan rumah bersubsidi menimbulkan kerisauan bagi para pengembang. Untuk itu, tiga asosiasi pengembang, yakni Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mendesak segera dituntaskannya penerbitan SBUM. Masih tertundanya SBUM juga […]

  • BTN

    Kredit Tumbuh, Laba Bersih Bank BTN Melonjak 48,3%

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2021. Laba bersih Bank BTN melonjak 48,3% menjadi Rp2,37 triliun pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,6 triliun. Kenaikan laba bersih BTN ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,66%, dari Rp260,11 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp274,83 triliun pada tahun […]

Translate »
expand_less