Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ekonomi Dunia Suram, Indonesia Jadi Titik Terang

Ekonomi Dunia Suram, Indonesia Jadi Titik Terang

  • calendar_month Kamis, 20 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JakartaDirektur Pelaksana (Managing Director) Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menyebut Indonesia sebagai “titik terang di tengah kesuraman ekonomi dunia”. Perekonomian Indonesia di kuartal II 2022 masih bisa tumbuh dengan baik dan tertinggi di antara negara-negara G20.

“Minggu yang lalu, Managing Director IMF mengatakan bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia. Ini yang ngomong bukan kita loh ya, (tapi) Kristalina Managing Director-nya IMF,” ungkap Presiden dalam keterangan resminya, Rabu, 19 Oktober 2022.

Presiden Jokowi menjelaskan, kepercayaan global terhadap Indonesia semaik baik. Indonesia menjadi negara yang menjadi titik terang di antara kesuaman ekonomi dunia.

“Titik terang di antara kesuraman ekonomi dunia. Akan bagus kalau banyak yang menyampaikan seperti itu. Sehingga trust, kepercayaan global kepada kita akan makin baik karena memang kita harus hati-hati,” urai Presiden.

Presiden juga mendapatkan kabar bahwa saat ini ada 16 negara yang sudah menjadi “pasien” IMF dan 28 negara lainnya sedang mengantre di depan pintu IMF. Oleh karena itu, Presiden mengajak semua pihak untuk mensyukuri capaian ekonomi Indonesia yang masih tumbuh 5,44 persen di kuartal II tahun 2022.

“Saya masih meyakini di kuartal III ini kita juga masih tumbuh di atas 5, atau di atas 5,4 (persen) karena angka-angka yang kita lihat neraca dagang kita bulan yang lalu masih surplus 5,7 (persen), kredit tumbuh 10,7 persen, Indeks Kepercayaan Konsumen masih di angka 124,7,” ungkapnya.

Kunci Utama

Meskipun semua indikator berada pada kondisi yang baik, Kepala Negara mengingatkan semua pihak untuk terus bekerja keras. Pasalnya, hal tersebut merupakan kunci utama dalam menghadapi kondisi sulit seperti sekarang. Untuk itu, Presiden mendorong semua pihak untuk bekerja tidak hanya makro dan mikro saja, tetapi juga detail.

“Kerja sekarang memang harus lebih detail, dilihat satu per satu, dan dikejar, diselesaikan. Itulah kerja yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. Enggak bisa lagi kita hanya kerja makro saja, bisa luput, bisa meleset,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden menyebut bahwa kerja detail itu juga perlu dalam mengatasi inflasi. Di negara lain inflasi hanya menjadi urusan bank sentralnya saja. Untuk itu, di Indonesia inflasi harus diselesaikan dengan kolaborasi banyak pihak baik otoritas moneter, otoritas fiskal, hingga pemerintah daerah. (SAN

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Pastikan Stabilitas Ekonomi 2023

    Menkeu Pastikan Stabilitas Ekonomi 2023

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan stabilitas kondisi ekonomi Indonesia, baik dari sisi makroekonomi, fiskal dan moneter, serta sektor keuangan. Namun, Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai kondisi global yang masih penuh ketidakpastian akibat geopolitik yang belum stabil. “Jadi pilar dalam makroekonomi itu neraca pembayaran, APBN, moneter, dan pertumbuhan sektor riil. Nah ini […]

  • Perumahan

    Bank BTN Komit Laksanakan Program Nawacita di Bidang Perumahan

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Keberpihakan pemerintah terhadap Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan dalam Program Nawacita sudah terlihat. Terbukti, pemerintah saat ini memberikan dukungan subsidi untuk 200 ribu unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). “Kami melihat pemerintah hadir dalam mendukung penyediaan rumah subsidi. Di tahun 2021, pemerintah […]

  • Kunjungan Wisman Lampaui Target, Okupansi Hotel Di Atas 50%

    Kunjungan Wisman Lampaui Target, Okupansi Hotel Di Atas 50%

    • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sampai Oktober 2022 sudah sebanyak 3,92 juta kunjungan. Pencapaian itu sudah melewati target 3,6 juta batas atas yang menunjukkan kepercayaan wisman terhadap pariwisata Indonesia semakin baik. “Angka itu berarti sudah melewati target batas atas yang berkisar antara 1,8 juta sampai 3,6 juta kunjungan. Jika momentum ini terus […]

  • Musda XI REI DKI bahas peluang pembiayaan pasar modal

    Cari Sumber Dana Jangka Panjang, REI DKI Jakarta Bidik Pasar Modal

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta berupaya memperoleh sumber pendanaan jangka panjang melalui pasar modal untuk anggotanya. Sebanyak 50 perusahaan developer dengan potensi perolehan dana tidak kurang dari Rp100 triliun bisa diperoleh dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal. “Kita mengupayakan agar anggota REI DKI Jakarta bisa masuk […]

  • Kementerian PUPR Tata Kawasan Kumuh Kedaung

    Kementerian PUPR Tata Kawasan Kumuh Kedaung

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan kumuh di wilayah perkotaan, salah satunya yakni di Kedaung, Kota Tangerang, Banten. Hal ini guna mewujudkan permukiman layak huni dan produktif dengan Program Peningkatan Kualitas Permukiman (PKP) Kumuh Skala Kawasan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). “Program Kotaku merupakan kolaborasi Kementerian PUPR bersama Pemerintah […]

  • Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2023 Capai 5,9 Persen

    Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2023 Capai 5,9 Persen

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Asumsi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 pada rentang 5,3 persen hingga 5,9 persen. Hal ini sejalan dengan adanya sejumlah faktor positif dan aspek downside risk. “Yang positif adalah kenaikan komoditi, di satu sisi menimbulkan penerimaan negara dan juga mendorong investasi di Indonesia. Kondisi ini seperti yang terjadi di tahun 2011 hingga 2012. Namun, […]

Translate »
expand_less