Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » INTAC: Pajak Properti Banyak dan Rumit

INTAC: Pajak Properti Banyak dan Rumit

  • calendar_month Sabtu, 9 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Indonesian Tax Care (INTAC) mengungkap bahwa pajak terkait properti di Tanah Air jumlahnya sangat banyak dan rumit. Sedikitnya ada 13 pajak properti yang berlaku, antara lain PPh Badan Final (2,5%), BPHTB (5%) hingga PPh Bangun Guna Serah (5%).

“Sistem pajak untuk properti ini cukup rumit dan cukup banyak pihak-pihak yang terkait. Di investasi properti itu ada 13 pajak yang terkait. Di sini belum termasuk pajak atas bea balik atas rumah, termasuk ada juga pajak penerimaan yang tidak termasuk pajak,” ungkap Direktur Eksekutif INTAC, Basuki Widodo dalam Webinar Perkim Menguasai Pajak Perumahan Bagi Pengembang, Kamis, 7 Juli 2022.

Basuki menjelaskan, ada sejumlah permasalahan yang dihadapi para pelaku properti terkait pajak selain yang pertama rumit dan banyak jenis pajak yang harus dijalankan. Masalah kedua adalah banyak pihak terkait pelaksanaan pemungutan dan pemotongan pajak.

“Ketiga, minimnya para pelaku usaha properti terkait masalah pajak. Keempat, mahalnya biaya kepatuhan. Artinya, di sini harus ada konsultan dan lain sebagainya,” imbuh Basuki.

Permasalahan berikutnya adalah manajemen dan sistem pembukuan yang tidak mendukung kepatuhan pajak. Terakhir, masih belum optimalnya bimbingan pajak dari kantor pajak.

“Ini seringkali diabaikan oleh pengembang. Kalaupun mau membuat semacam pembukuan seringkali tidak mengakomodir kewajiban pajak,” ucap Basuki.

Kontribusi Developer

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD REI DIY Ilham Muhammad Nur mengatakan, para developer harus memberikan kontribusi terhadap negara.

“Begitu Anda semuanya sudah ingin menjadi developer saat ini juga harus mengatakan menyatakan diri bagian dari pemberi masukan kepada negara. Jangan ingkari. Kalau Anda ingkari jangan jadi pengusaha developer. Begitu Anda jadi developer Anda wajib memberi kepada negara,” jelas Ilham.

Adapun Ilham menambahkan permasalahan dan tantangan pajak properti bagi developer, yaitu yang pertama adanya perlakuan pajak yang tidak setara antara property primary dan property secondary. Para pengembang yang tergabung di REI bergerak di property primary yang hanya mengisi suplai rumah sebanyak 20%. Sementara siasanya yang 80 persen diisi dari property secondary.

“Karena itu, saya mengusulkan perlakuan yang sama atas seluruh transaksi atas tanah dan bangunan. Jadi, setiap orang atau setiap badan hukum yang melakukan penjualan atas tanah dan/atau bangunan pajaknya itu sama. Itu menimbulkan kesetaraan dan potensi pajak yang bertambah luar biasa bagi negara.,” kata Ilham. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • propertinomic dan program 3 juta rumah

    Propertinomic REI Jadi Spirit Program 3 Juta Rumah

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki program pengentasan kemiskinan yang akan dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya melalui penyediaan perumahan layak huni yakni program 3 juta rumah per tahun dengan perincian 2 juta rumah di pedesaan dan 1 juta rumah di perkotaan. Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko […]

  • Menteri PKP koordinasi dengan BPK

    Realisasi Penyaluran KPR FLPP Lambat, REI Desak Percepatan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI menekankan pentingnya aspek kepastian dan keberlanjutan menyusul lambatnya realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Akibatnya, akad KPR FLPP ribuan calon pembeli rumah menjadi tertunda, apalagi ketersediaan rumah (ready stock) yang telah dibangun pengembang jumlahnya cukup banyak. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menegaskan saat ini salah […]

  • Cetak Developer Tangguh, REI Jatim Gelar Diklat

    Cetak Developer Tangguh, REI Jatim Gelar Diklat

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat). Kegiatan ini bertujuan mencetak developer yang tangguh dalam menghadapi tantangan kondisi ekonomi. “Diklat ini dapat membimbing kita untuk bekerja secara lebih baik. Selain mengajarkan tata cara menjadi developer yang benar, pemateri akan menyampaikan berbagai peluang bisnis properti yang ada,” […]

  • 4 Dampak Konflik Iran - AS dan Israel ke Sektor Properti Indonesia

    4 Dampak Konflik Iran-AS dan Israel ke Sektor Properti Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel makin memanas dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut meningkatkan kembali risiko geopolitik globah sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, termasuk dampaknya terhadap sektor properti Indonesia. “Secara langsung, konflik di Timur Tengah tidak serta-merta menghentikan transaksi rumah atau apartemen di Indonesia. Namun, sektor properti sangat sensitif […]

  • Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto

    Direktur Keuangan Bank DKI Raih Indonesia Best CFO Awards 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto, memperoleh penghargaan Best Chief Financial Officer (CFO) 2025 for Leading Financial Sustainability through Inclusive Growth and Risk Management. Penghargaan ini menempatkan Romy Wijayanto sebagai salah satu dari 20 CFO terbaik di berbagai industri di Indonesia. Romy menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh tim di […]

  • Pemerintah Dukung Pembelian PDN

    Pemerintah Dukung Pembelian PDN

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mendorong pembelian produk dalam negeri (PDN) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai strategi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Targetnya 95 persen dari pagu anggaran barang dan jasa harus dibelikan PDN. Kalau kita bisa lakukan ini, industri dalam negeri dan UMKM akan hidup dan berkembang,” tegas Presiden Joko Widodo pada penganugerahan Penghargaan […]

Translate »
expand_less