Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Januari, Penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN Melonjak 473%

Januari, Penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN Melonjak 473%

  • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN gencar memacu penyaluran Kredit Pembiayaan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP). Di Januari 2022, penyaluran baru KPR Sejahtera FLPP bank fokus perumahan tersebut tercatat sebanyak 13.192 unit atau meningkat 473% dibandingkan capaian pada Januari 2021 sebanyak 2.302 unit.

Rinciannya, dari total 13.192 unit yang berhasil dibukukan, sebanyak 11.117 unit diantaranya adalah KPR Sejahtera FLPP konvensional. Penyebaran penyaluran KPR Sejahtera FLPP terbesar ada di Jawa, disusul Sumatera kemudian Sulawesi dan Maluku.

“Bank BTN menjadi yang terdepan karena kami mengoptimalkan seluruh kanal distribusi untuk KPR Sejahtera, bekerjasama dengan developer, para agen properti serta menyelenggarakan akad KPR Sejahtera secara massal di seluruh Kantor Cabang Bank BTN,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima Industriproperti.com, Rabu (2/2/2022).

Untuk memperlancar proses penyaluran KPR Sejahtera, Haru menambahkan, Bank BTN tidak segan-segan untuk melakukan upaya “jemput bola”.

Dengan dibukanya keran FLPP tanpa kuota, Haru mengaku Bank BTN menerapkan strategi “all out”, misalnya menggalang kerjasama dengan swasta maupun instansi yang memiliki debitur potensial sesuai dengan persyaratan Bank BTN, menggandeng para developer yang mulai aktif melakukan penjualan serta membuka lahan baru untuk dibangun perumahan subsidi.

“Saat ini, semua Bank berkompetisi untuk dapat memenangkan pasar KPR Sejahtera, karena itu Bank BTN dengan pengalaman yang panjang memberikan kualitas pelayanan kredit yang lebih baik dan cepat akan menjadi nilai tambah,” kata Haru.

Pekerja Informal

Di samping itu, dijelaskan bahwa Bank BTN terus mencari pasar yang potensial untuk penyaluran KPR Sejahtera FLPP maupun program KPR Subsidi yang lain. Untuk itu, Bank BTN tengah melakukan kajian terutama bagi pekerja sektor informal seperti pedagang pasar, nelayan, dan sebagainya.

“Kami baru-baru ini bekerjasama dengan BP Tapera dan komunitas pekerja informal untuk mengkaji program pembiayaan perumahan yang tepat bagi mereka,” kata Haru.

Menurutnya, kajian tersebut dapat memberikan rincian mengenai isu utama pembiayaan perumahan bagi para pekerja informal seperti karakteristik dari penghasilannya, kemampuan untuk membayar angsuran dan menabung sehingga menghasilkan skema yang tepat untuk program pembiayaan perumahan melalui jalur mandiri di BP Tapera.

“Dengan kerjasama dengan BP Tapera itu diharapkan semakin luas dan banyak para pekerja sektor informal yang dapat mengakses pembiayaan perumahan,” kata Haru.

Untuk pekerja informal, Bank BTN telah melakukan sejumlah upaya untuk memperluas pembiayaan perumahannya, khususnya KPR Subsidi, diantaranya dengan tukang cukur yang terhimpun dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG), mitra pengemudi ojek online, Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso di Semarang dan juga marbot masjid.

“Kami membuka kerjasama seluas-luasnya bagi perusahaan atau komunitas yang mengayomi para pekerja informal,” kata Haru.

Bank BTN juga berkolaborasi dengan sejumlah komunitas pekerja informal untuk menggagas proyek terkait layanan jasa perbankan bagi komunitas pekerja informal. Sebagai langkah awal dari proyek tersebut, Bank BTN beberapa pekan lalu menandatangani Nota Kesepahaman antara BTN dengan Asosiasi Sektor Informal Berbasis Komunitas tentang Proyek Inisiasi Layanan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Pinjaman Kepada Segmen Informal Berbasis Komunitas.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Ketua dari beragam komunitas antara lain Ketua Umum Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO), Syahnan Phalipi, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri, Ketua Umum ASMI Women Empowerment, Jurika Fratiwi dan Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPI), Abdullah Mansuri memiliki harapan besar dengan kerjasama ini, masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya pedangan pasar mendapat akses permodalan untuk perumahan, bahkan bisa sampai 0 persen bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 8 juta perbulan.

“Kita semua tahu bahwa pedagang pasar tidak memiliki rumah, masih kontrak dan misal satu rumah dihuni banyak keluarga, IKAPPI dan organisasi berharap ada program perumahan yang sesuai bagi mereka,” tutupnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS: Real Estat Tumbuh Positif Triwulan I-2021

    BPS: Real Estat Tumbuh Positif Triwulan I-2021

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bidang usaha real estat masih berkinerja positif yakni tumbuh sebesar 0,94 persen sepanjang triwulan I-2021. Bersama lima subsektor lapangan usaha lainnya, real estat mencatatkan pertumbuhan sebesar 64,56 persen Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang triwulan I-2021. Kelima lapangan usaha penyumbang 64,56 persen PDB terbesar triwulan I-2021 adalah sektor industri, […]

  • KIH Gresik Pacu Pertumbuhan Keuangan Syariah

    KIH Gresik Pacu Pertumbuhan Keuangan Syariah

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, bakal mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah. Salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah pengembangan industri halal. “Pemerintah mendorong pertumbuhan KIH. Pengembangan KIH merupakan salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ucap Wapres Ma’ruf Amin, saat menerima […]

  • Rakernas REI tahun 2024

    Hadiri Rakernas REI, Menteri Ara Komit Lanjutkan Skim FLPP

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • 0Komentar

    BANDUNG – Lebih 1.000 anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dari seluruh Indonesia berkumpul di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI tahun 2024. Rakernas tahun ini mengusung tema “Sinergi REI Bersama Pemerintah untuk Mewujudkan Program 3 Juta Rumah”, yang diadakan di Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (5/12). Rakernas REI 2024 dibuka […]

  • IKN Pindah, Bogor Jadi Sentra Pertumbuhan Residensial

    IKN Pindah, Bogor Jadi Sentra Pertumbuhan Residensial

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur diyakini bakal mendorong pertumbuhan wilayah penyangga Jakarta. Apabila wilayah barat dan timur Jakarta jadi pusat perekonomian, sisi selatan yakni Bogor, menjadi pusat pertumbuhan properti residensial. “Di sisi barat Jakarta seperti wilayah Serpong, Tangerang, sudah lebih dulu menjadi pusat properti residensial. Belakangan mulai berkembang menjadi kawasan […]

  • Brantas Abipraya Tuntaskan Rekonstruksi Jalan Pasca Erupsi Semeru

    Brantas Abipraya Tuntaskan Rekonstruksi Jalan Pasca Erupsi Semeru

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) dipercaya melaksanakan rekonstruksi infrastruktur jalan nasional yang rusak akibat erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 silam. Ada dua paket pekerjaan infrastruktur jalan, yakni penanganan darurat pembersihan badan jalan dan jembatan sementara serta rekonstruksi Jalan Nasional Link 062 Bts. Kabupaten Malang – Bts. Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. “Ini adalah […]

  • Realisasi Pendapatan Negara 2021 Lampaui Target

    Realisasi Pendapatan Negara 2021 Lampaui Target

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pendapatan negara tahun 2021 mencatatkan kinerja positif dan melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Hingga Desember 2021, realisasi penerimaan negara tumbuh sebesar Rp 2.003,1 triliun atau setara 114,9 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun. “Dengan asumsi deviasi, realisasi APBN 2021 positif. Sampai dengan 31 Desember, pendapatan […]

Translate »
expand_less