Presiden Jamin Hadirnya Fasilitas Pendidikan Jadi Magnet Investasi IKN

0
13

Nusantara – Kehadiran fasilitas pendidikan menjadi magnet penarik investasi ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat meresmikan pembangunan Sekolah Islam Terpadu Al Azhar Summarecon Nusantara, di IKN, Selasa, 4 Juni 2024.

“Saya sangat menyambut baik peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Islam Al Azhar Summarecon di Nusantara. Fasilitas pendidikan sangat dibutuhkan oleh IKN baik di tingkat SD, SMP, SMA dan seterusnya. Saya yakin dengan hadirnya fasilitas ini maka investasi di Ibu Kota Nusantara akan semakin banyak,” tegas Joko Widodo.

Presiden mengapresiasi fasilitas pendidikan yang dirancang menyatu dengan alam dan pemanfaatan teknologi mutakhir dalam metode pembelajarannya. “Desain bangunan rumah panggung dengan elemen-elemen yang menyatu dengan lingkungan, artinya bahwa sekolah ini sudah membentuk karakter anak sejak dini yang dekat dengan lingkungan dan agama,” ucapnya.

Sekolah Islam Al Azhar Summarecon IKN akan berdiri di areal seluas 2,9 hektare. Proyek senilai Rp 200 miliar itu akan menghadirkan fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA yang menawarkan konsep bangunan modern berwawasan lingkungan yang dilengkapi fasilitas olahraga, laboratorium dan gedung serbaguna.

Bangunan sekolah mengambil konsep rumah panggung dengan interior bangunan mengusung konsep keberlanjutan. Menghadirkan berbagai elemen alam seperti batu, air dan pepohonan yang berfungsi sebagai pendinginan pasif bagi bangunan sehingga kegiatan belajar mengajar akan semakin nyaman.

Pengalaman belajar di tengah-tengah hijaunya IKN juga terwujud dengan hadirnya amphitheater di ruang terbuka untuk berbagai kegiatan di luar ruang kelas. Selain itu hadir pula Masjid Al Azhar Summarecon Nusantara sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan Islam di Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Nusantara dan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di IKN. Di dalamnya juga terdapat gedung serbaguna yang akan menampung berbagai kegiatan di sekolah.

Komitmen Summarecon

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga Pelaksana Tugas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan, hadirnya Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Nusantara akan melengkapi kehadiran infrastruktur pendidikan berkualitas di Nusantara. “Kami berharap putra dan putri keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan ini agar perkembangan mutu pendidikan di IKN tumbuh pesat,” kata Basuki.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi mengatakan, keberadaan Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Nusantara menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. “Kami bangga menjadi bagian dari IKN dalam menuju peradaban Indonesia yang lebih baik,” tutur Adrianto.

Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Nusantara yang menjadi sekolah ke-5 ini akan segera memulai pembangunannya. Adrianto berharap sekolah tersebut dapat mulaimelakukan aktivitas belajar mengajar pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang. Selanjutnya, untuk pembangunan tahap dua dapat memulai kegiatan belajar mengajar di tahun 2026/2027.

“Summarecon akan selalu berjalan beriringan dengan program pemerintah. Adanya kepemimpinan baru di OIKN dapat mengintegrasikan segala ketentuan dan kebijakan menjadi satu atap sehingga potensi kendala yang dihadapi investor dapat selesai secara cepat dan efektif. Dengan adanya perbaikan di berbagai kebijakan dapat semakin menumbuhkan keyakinan investor lain untuk berinvestasi di IKN,” pungkasnya. (BRN)