IKN Nusantara Butuh Pembiayaan Investasi Sektor Properti

0
150

Nusantara – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur merupakan masa depan Indonesia sehingga investasi di kawasan ini adalah langkah strategis. Pemerintah berkeyakinan bahwa pembiayaan untuk investasi di sektor properti menjadi kebutuhan yang sangat signifikan untuk pembangunan di IKN.

“Sudah sering saya sampaikan bahwa Nusantara ini adalah masa depan Indonesia. Investasi di IKN adalah membeli masa depan. Banyak sekali kebutuhan pembiayaan investasi untuk properti di Ibu Kota Nusantara sehingga tidak keliru kalau Bank BTN membangun head office atau cabangnya di Nusantara. tegas Presiden Joko Widodo, saat peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di IKN, Rabu, 5 Juni 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti kondisi lingkungan di Jakarta dibandingkan dengan kota-kota lain seperti Singapura, Melbourne, dan Paris. Dengan indeks kualitas udara yang masih jauh dari standar yang diinginkan, Presiden menegaskan perlunya transformasi menuju energi hijau dan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Nusantara. “Inilah konsep Nusantara ke depan,” tambahnya.

Presiden juga mengapresiasi langkah Bank BTN yang semakin memperkuat hadirnya bank pelat merah di IKN. Presiden menyatakan bahwa transformasi ekonomi yang diharapkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat tercapai sesuai target. “Yang paling penting bahwa transformasi ekonomi yang kita inginkan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara ini akan betul-betul bisa kita capai sesuai dengan target waktu yang telah kita tentukan,” ucapnya.

Ekonomi Hijau

Investasi masa depan di IKN, imbuh Kepala Negara, utamanya menyangkut pengembangan ekonomi hijau. Presiden pun mengapresiasi pembangunan Nusantara Sustainability Hub di IKN sebagai bentuk kerja sama PT Pertamina dan PT Bakrie serta perusahaan lainnya.

“Ini akan menarik nantinya perusahaan-perusahaan yang lain, universitas yang lain untuk bisa bekerja sama di sini sehingga menjadi sebuah showcase riset negara kita dan pengembangan ekonomi-ekonomi baru terutama ekonomi hijau di negara kita,” ucap Presiden, saat peletakan batu pertama pembangunan Nusantara Sustainability Hub.

Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal dalam pembangunan Nusantara Sustainability Hub yang diharapkan akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

Presiden meyakini bahwa transformasi menuju ekonomi hijau akan membawa perubahan signifikan terhadap kualitas udara IKN dengan indeks kualitas udara yang baik. “Enggak tau akan stop kapan, mobil-mobil combustion enggak boleh masuk di Nusantara nanti yang memutuskan adalah Pak Kepala Otorita, sehingga yang ada hanya electric vehicle yang ada di Ibu Kota Nusantara ini. Kita betul-betul kita harapkan kualitas udara di Ibu Kota Nusantara ini betul-betul di bawah 20,” tambahnya. (BRN)