Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Properti China Lesu, Apa Kabar Properti untuk WNA di Indonesia?

Properti China Lesu, Apa Kabar Properti untuk WNA di Indonesia?

  • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Lesunya sektor properti di China telah menyeret pertumbuhan ekonomi di Negeri Tirai Bambu sepanjang tahun 2023. Situasi serupa juga menimpa industri properti global di tahun 2024 seiring lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Sayangnya, anjloknya industri properti di China dan di pasar global itu tidak secara otomatis mampu mengalihkan minat pembeli asing untuk masuk ke pasar properti domestik.

“Apakah rontoknya sektor properti di China menjadi peluang bagi pasar properti di Indonesia? Anjloknya bisnis properti di China tidak serta merta membuat pembeli dari kalangan warga negara asing (WNA) beralih ke pasar properti ke negara kita. Pemilik likuiditas berlebih dalam melakukan transaksi properti tentunya untuk tujuan investasi, bukan untuk penggunaan jangka panjang,” ucap Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip, saat dihubungi industriproperti.com, Kamis, 1 Februari 2024.

Menurut Sunarsip, ada hambatan regulasi terkait kepemilikan asing di sektor properti di Indonesia. Hal ini membuat WNA cenderung ogah untuk beli properti di Indonesia. “WNA biasanya beli properti tidak untuk menguasai fisik bangunannya. Mereka lebih menyukai transaksi properti dalam bentuk surat berharga yang diterbitkan dengan underlying aset berupa properti. Masalahnya, instrumen investasi properti semacam ini belum berkembang dengan baik di negara kita,” tukas Sunarsip.

Kendati tidak ada kendala regulasi, imbuh Sunarsip, WNA tentu akan lebih memilih untuk beli properti di China ketimbang properti yang ditawarkan oleh pengembang di Indonesia. “Harga properti di China jauh lebih murah ketimbang di Indonesia. Sebab tren penurunan harga properti di negara tersebut terkontraksi jauh lebih dalam daripada yang terjadi di Indonesia. Investor yang punya likuiditas berlebih pasti akan pilih menanamkan uangnya di properti di China. Apalagi, saat ini properti di China mengalami oversuplai yang luar biasa besar,” ujarnya.

Pelemahan Ekonomi Global

Sejumlah lembaga internasional, seperti International Monetary Fund (IMF), World Bank dan lembaga lainnya telah mempublikasikan outlook tahun 2024. “Sebagian besar lembaga asing tersebut memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2024 lebih rendah ketimbang tahun lalu,” ucap Sunarsip.

IMF, misalnya, pada 30 Oktober 2023 lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi global di 2024 mencapai 2,9%, lebih rendah dengan perkiraan tahun 2023 yakni 3,0%. “Perlambatan pertumbuhan tersebut antara lain karena perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Eropa dan China,” kata Sunarsip.

Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2023 yang dirilis di Jakarta, Rabu, 31 Januari 2024, memprediksi masih adanya pelemahan ekonomi global tahun 2024. “Setelah mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 3,5% pada 2022, prakiraan pertumbuhan ekonomi pada 2023 turun menjadi 2,9%. Angkanya terus melambat hingga 2,8% pada 2024 dengan kecenderungan risiko yang lebih rendah,” sebagaimana kutipan Buku Laporan Perekonomian BI: ‘Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional’.

“Dengan harapan meredanya ketegangan geopolitik, prakiraan ekonomi dunia akan kembali membaik dengan pertumbuhan sebesar 3,0% pada tahun 2025,” demikian penjelasan BI.

Divergensi pertumbuhan terjadi antarnegara maju, khususnya AS, yang relatif tinggi dengan negara emerging market and developing economies (EMDEs) yang tumbuh menurun dan stagnan. “BI mencatat prakiraan pertumbuhan ekonomi negara maju turun dari 1,5% pada tahun 2023 menjadi 1,3% pada 2024, sebelum meningkat menjadi 1,7% pada tahun 2025,” lapor bank sentral.

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Travel Bubble Batam-Bintan dan Singapura Telah Diaktivasi

    Travel Bubble Batam-Bintan dan Singapura Telah Diaktivasi

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penerapan travel bubble antara Batam (Nongsa) dan Bintan (Lagoi) dengan Singapura telah diaktivasi sejak 24 Februari 2022. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menggerakkan kembali sektor perekonomian khususnya bisnis pariwisata di kedua pulau terluar Indonesia tersebut. Travel Bubble merupakan kebijakan dua atau sekelompok negara untuk meniadakan karantina atau isolasi yang biasanya wajib untuk pelancong internasional […]

  • Harga Tak Naik, REI Desak Perizinan Rumah MBR Dipermudah

    Harga Tak Naik, REI Desak Perizinan Rumah MBR Dipermudah

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2022
    • 0Komentar

    Semarang – Pengembang kembali menyuarakan desakan penyesuaian harga jual rumah subsidi karena biaya produksi yang kian melambung. Apabila pemerintah bergeming tidak menaikkan harga jual rumah subsidi, paling tidak pengembang meminta adanya terobosan di bidang perizinan. “Kondisi ini terpaksa kami utarakan. Perlu ada terobosan dalam menghadapi situasi kenaikan harga material bangunan dan kenaikan BBM. Sedangkan pemerintah […]

  • ATR/BPN Wajibkan KKPR untuk Perubahan Fungsi Hutan

    ATR/BPN Wajibkan KKPR untuk Perubahan Fungsi Hutan

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mewajibkan rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) bagi perubahan fungsi kawasan hutan yang belum termuat dalam rencana tata ruang. “Pelaksanaan kegiatan yang lokasinya di kawasan hutan yang mengalami perubahan fungsi dan belum dimuat dalam Rencana Tata Ruang (RTR), wajib melalui KKPR,” ucap Direktur Jenderal Tata […]

  • Latinos Business District (Foto: Dok Sinar Mas Land)

    Sinar Mas Land Hadirkan Latinos Business District

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinar Mas Land melalui Bumi Serpong Damai (BSD) City memperkenalkan Latinos Business District yang berada di Kawasan Timur BSD City. Produk properti ini memiliki desain multifungsi dan fleksibel dengan memaksimalkan ruang bisnis yang memiliki nilai tambah untuk dijadikan tempat tinggal yang nyaman. Produk komersial ini mengusung konsep boutique small office home office (Boutique SOHO) […]

  • Bank Indonesia (Foto: Adang Sumarna)

    Serbu! DP Rumah Nol Rupiah Berlaku per Maret 2021

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Indonesia (BI) menetapkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100 persen untuk semua jenis properti, yakni rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan. Itu artinya, calon debitur dapat memperoleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa harus membayar uang muka sama sekali. Bank Indonesia merinci, ketentuan ini hanya […]

  • REI Kejar Target Uji Kompetensi SDM Pekerja Properti

    REI Kejar Target Uji Kompetensi SDM Pekerja Properti

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • 0Komentar

    Medan – Pengembang yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) diharapkan terus meningkatkan kompetensi pekerjanya. Kehadiran sumber daya manusia (SDM) pekerja berkompeten dan berperilaku positif yang diakui negara tentu akan menumbuhkan kepercayaan investor serta pasar terhadap industri properti. “Pengakuan oleh negara atas kompetensi SDM pekerja harus menjadi kebutuhan bagi pelaku industri properti. Apabila pengembang […]

Translate »
expand_less