Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Realisasi Penyaluran KPR FLPP Lambat, REI Desak Percepatan

Realisasi Penyaluran KPR FLPP Lambat, REI Desak Percepatan

  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI menekankan pentingnya aspek kepastian dan keberlanjutan menyusul lambatnya realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Akibatnya, akad KPR FLPP ribuan calon pembeli rumah menjadi tertunda, apalagi ketersediaan rumah (ready stock) yang telah dibangun pengembang jumlahnya cukup banyak.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menegaskan saat ini salah satu kebijakan pemerintah berkaitan pembiayaan perumahan yang terukur dan berkesinambungan adalah FLPP. Hal itu beralasan karena status unitnya jelas, kapan dibangun dan kapan rampung pasti, siapa yang bertanggungjawab jelas, prosedur administrasi dan verifikasi berlapis, serta masyarakat yang menjadi sasaran juga jelas kriterianya.

Ditambahkan, bagi pelaku usaha situasi terberat adalah ketika tidak mendapatkan kepastian. Di 2024, kuota FLPP terbatas, sehingga banyak masyarakat calon pembeli mengantri untuk bisa akad KPR FLPP. Pengembang juga mengalami kesulitan cashflow.

“Di tahun 2025, penyaluran FLPP seharusnya sudah berlari semakin kencang seiring dengan adanya program 3 juta rumah. Karena itu, kami harap pemerintah melalui BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat) dapat mempercepat realisasi penyaluran KPR FLPP tahun ini, karena ready stock rumah sudah banyak dan masyarakat konsumen juga sudah menunggu-nunggu,” ungkapnya pada konferensi pers awal tahun di kantor DPP REI, Simprug, Jakarta, Selasa (4/2).

Pemerintah berencana melakukan perubahan skema porsi pembiayaan FLPP dari saat ini 75% APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan 40% perbankan menjadi 50% APBN dan 50% perbankan. Dengan skema yang baru itu, pemerintah juga berharap dapat menambah porsi penyaluran KPR FLPP.

Menurut Joko Suranto, skema baru yang sedang digodok tersebut silahkan saja tetap berlangsung. Namun untuk memberikan kepastian kepada masyarakat calon pembeli dan pengembang yang telah membangun, REI berharap realisasi penyaluran FLPP tahun 2025 yang sudah disetujui pemerintah dapat dipercepat.

Terlebih, kesepakatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Tapera dengan 39 bank penyalur FLPP sudah ditandatangani pada akhir Desember 2024 lalu agar dapat disalurkan sesuai komitmen pada Januari 2025. Sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah, BP Tapera pada tahun 2025 akan menyalurkan dana FLPP untuk 220 ribu unit rumah atau senilai Rp28,2 triliun.

“Kalau ada rencana kuota FLPP mau ditambah atau skema porsi sumber pembiayaan mau diubah ya silahkan saja, itukan opsi-opsi lain. Tetapi yang sudah ada (disetujui) kami harap realisasi penyalurannya dipercepat saja,” tegas CEO Buana Kassiti Group itu.

Ketum REI

Ketum REI Joko Suranto

Pembangunan perumahan merupakan siklus bisnis yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan 180 industri lainnya. Karena itu, kata Joko, mandek-nya siklus ini akan menganggu sektor riil, ada jutaan orang yang bekerja di bisnis perumahan yang terancam dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Padahal FLPP selama ini sudah berjalan baik, terukur dan dijalankan secara konsisten.

Dijelaskannya, dalam program FLPP yang menikmati manfaatnya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan yang mendapatkan fasilitas likuiditas adalah perbankan. Sementara pengembang sebagai mitra pemerintah dan pelaku ekosistem yang bertugas menyuplai rumahnya. Developer termasuk anggota REI, ungkap Joko, sama sekali tidak menggunakan fasilitas likuiditas tersebut, sehingga kurang tepat jika ada tuntutan  berlebihan dari pemerintah kepada pengembang atau asosiasi.

Estimasi Harga Rumah

Menyinggung permintaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar asosiasi pengembang menyiapkan dana estimasi harga membangun rumah subsidi, REI memandang acuan harga setempat yang dulu telah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan menggunakan pedoman harga setempat cukup akurat. Sedangkan pengembang hanya merupakan pengguna (end user) saja.

Joko mengakui, permintaan estimasi kepada asosiasi usaha ini sebenarnya agak janggal karena asosiasi bukanlah institusi yang kredibel secara akademis atau kajian. Menurutnya, mengapa Kementerian PKP tidak menggunakan saja instansi pemerintah yang memang memiliki kemampuan tepercaya di bidang kajian akademis untuk menghitung seperti yang dilakukan Kementerian PUPR dulu dalam menentukan harga rumah subsidi.

“Justru ketika perhitungan tersebut dilakukan oleh banyak pihak maka hasilnya akan bias dan membingungkan, karena pasti hasilnya berbeda-beda,” sebutnya.

Perhitungan bisa berbeda, karena dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain dipengaruhi zonasi wilayah atau lokasi, luasan Kawasan pengembangan, serta pola pengemasan proyek seperti ada yang khusus hanya membangun rumah subsidi atau kombinasi antara rumah subsidi dan rumah komersial.

Perlakuan Sama

REI juga menyoroti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dengan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1) lalu yang menyatakan komitmen Qatar untuk membangun 1 juta rumah di Indonesia.

Joko Suranto menyambut baik komitmen Qatar tersebut dalam upaya mewujudkan program 3 juta rumah. Tetapi seharusnya perlakuan yang sama juga diberikan kepada investor lokal baik terkait kemudahan perizinan dan penggunaan lahan milik negara untuk lokasi pembangunan hunian.

“Investor properti dalam negeri merasa tidak dihargai, kok kami tidak dipanggil juga ke Istana Negara. Komitmen Qatar itu kan baru MoU, tetapi kami pengembang lokal sudah terbukti membangun hunian setiap tahun selama bertahun-tahun. Kontribusi investor lokal tidak hanya telah membuka lapangan kerja yang besar, tetapi turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara,” ungkapnya.

Diakui, likuiditas untuk pembangunan hunian di dalam negeri memang relatif terbatas dibandingkan Qatar yang berlimpah likuiditas. Tetapi sebenarnya banyak cara dapat dilakukan Pemerintah Indonesia, diantaranya seperti diusulkan dalam propertinomic yang digagas REI yakni berupa dana pendampingan. Kalau ini terwujud, tegas Joko Suranto, maka akan tersedia likuiditas yang sangat besar termasuk agar perbankan memperoleh likuiditas murah untuk bisa memberi KPR berbunga rendah kepada masyarakat.

Berdasarkan riset yang dilakukan REI bekerjasama dengan Lembaga Managemen Universitas Indonesia (LM UI), setiap investasi properti sebesar Rp112 triliun atau setara dengan US$7 miliar dapat memberikan kontribusi sebesar 0,56% terhadap perekonomian nasional. Dimana setiap tahun, investasi properti di Indonesia rata-rata mencapai Rp120 triliun-Rp145 triliun. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegawai Negeri Sipil (Foto: Adang Sumarna)

    Cek Aplikasi Baru dari BP Tapera

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Beralihnya pengelolaan data dan dana Tabungan Perumahan (Taperum) ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), ditandai dengan 3,9 juta PNS aktif peserta Bapertarum ditetapkan menjadi Peserta Tapera. Mulai sekarang, Peserta Tapera yang merupakan PNS berstatus aktif pada Agustus 2021 sudah dapat mengakses layanan cek saldo melalui portal kepesertaan Sitara (https://peserta.tapera.go.id). PNS aktif […]

  • Tiga Jurus Jokowi Hindari Ancaman Krisis Global

    Tiga Jurus Jokowi Hindari Ancaman Krisis Global

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia optimistis, namun tetap berhati-hati menghadapi ancaman krisis global di tahun 2023. Untuk itu, Kepala Negara menyampaikan tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam menyikapi kondisi global tersebut. Pertama, nilai ekspor produk Indonesia yang tahun lalu dan sekarang melompat sangat tinggi dapat mengalami penurunan di tahun depan. Hal […]

  • lahan IKN

    8 dari 12 Pengadaan Tanah IKN Rampung

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki 12 paket Pengadaan Tanah yang menjadi target utama Kementerian di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dari 12 paket tersebut, sebanyak delapan diantaranya telah selesai. “Kementerian ATR/BPN bertanggung jawab untuk memastikan bidang-bidang tanah yang digunakan sudah clean and clear,” tulis keterangan resmi Kementerian ATR/BPN yang dikutip […]

  • Majalah REI Edisi Desember 2020

    Majalah REI Edisi Desember 2020

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • 0Komentar

    Berlomba-Lomba Melakukan Kebaikan Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Rapat Kerja Nasional Realestat Indonesia (Rakernas-REI) 2020 usai sudah digelar secara hybrid selama dua hari dari 2-3 Desember 2020. Sejumlah pokok pikiran pun sudah dirumuskan menjadi program kerja organisasi untuk satu tahun mendatang. Tema rakernas yang diangkat pada tahun ini adalah “Strategi Bisnis Properti […]

  • Paramount Land

    Paramount Land Gelar Big Exhibition hingga 20 April 2026

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – Paramount Land kembali menghadirkan pameran properti bertajuk ‘Paramount Land Big Exhibition’ yang berlangsung pada 15-20 April 2026 di West Atrium Living World Alam Sutera. Pameran ini menawarkan penjualan eksklusif berbagai produk residensial dan komersial unggulan Paramount Gading Serpong, khususnya Matera Signature, Menteng Studio Loft, Anza Homes @Malibu Village, serta proyek komersial terbaru […]

  • Huntara untuk korban bencana Sumatera

    Negara Gelontorkan Rp268 Miliar Dana Darurat Bencana Sumatera

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah telah menggelontorkan dana darurat senilai Rp268 miliar guna penanggulangan bencana Sumatera. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana DPR bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Kepala Daerah terdampak bencana. “Kami sudah melakukan percepatan penyaluran dana darurat, ini perintah Presiden. Total dananya […]

Translate »
expand_less