Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Sepanjang 427 Km Ruas Tol Baru Ditargetkan Tuntas 2021

Sepanjang 427 Km Ruas Tol Baru Ditargetkan Tuntas 2021

  • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama mitra kerja dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Tahun ini, ditargetkan sepanjang 426 Kilometer (Km) ruas tol baru segera rampung pengerjaannya.

Secara keseluruhan, 64 proyek tol masuk dalam kategori PSN dan ruas-ruas lainnya yang penting dalam rangka peningkatan konektivitas.

“kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti Kawasan Industri, Pariwisata, Bandara, dan Pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Rabu (28/4/2021).

Sementara itu, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, hingga bulan April tahun 2021 ini tercatat panjang ruas tol yang sudah beroperasi mencapai 2.391 Km terbagi dalam 62 ruas yang dikelola oleh BUJT.

Total tersebut merupakan akumulasi dari ruas tol yang tuntas dan dioperasikan pada periode 1978-2014 sepanjang 795 Km, dilanjutkan periode 2015-2019 (1.298 Km), kemudian ditambah 246 Km pada tahun 2020, dan 54,69 Km dari Januari hingga April 2021.

“Jumlah panjang jalan tol yang akan beroperasi masih akan terus bertambah lagi, ditargetkan tahun 2021 sebanyak 19 ruas sepanjang 427 Km yang telah dan akan tuntas sehingga secara keseluruhan 2.764 Km jalan tol yang akan selesai dan beroperasi di seluruh Indonesia di akhir 2021,” kata Endra.

Dikatakan Endra, dari Januari hingga bulan April 2021, sudah ada 7 (tujuh) ruas tol baru yang selesai sepanjang 54,69 Km, yakni Banda Aceh-Sigli seksi 3 (16 Km), Medan-Binjai seksi 1A (4,22 Km), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 1A (2,69 Km), Serpong-Cinere seksi 1 (6,5 Km), Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,2 Km), Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 1 Tahap 1B (8,23 Km) dan Bogor Ring Road seksi 3A (2,85 Km). Kemudian ruas Serpong – Cinere dan Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran yang baru-baru ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sisanya sebanyak 14 ruas tol sepanjang 373 Km yang ditargetkan tuntas hingga akhir tahun 2021 terdiri dari ruas Trans Sumatera (172,9 km) yakni Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat seksi Kuala Tanjung-Pematang Siantar (96,5 Km), Sigli-Banda Aceh seksi 2,5, dan 6 (18,8 Km), Padang-Pekanbaru ruas Pekanbaru-Bangkinang (40 Km), dan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu ruas Bengkulu-Taba Penanjung (17,6 Km).

Tol selanjutnya yang akan tuntas hingga akhir tahun 2021 adalah ruas-ruas tol di wilayah Jabodetabek (77,47 Km) yang terdiri dari Tol Cibitung-Cilincing seksi 1-4 (34,77 Km), Cimanggis-Cibitung seksi 2 Jatikarya-Cibitung (23 Km), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 2A (4,9 Km), 6 ruas Tol DKI Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang (9,3 Km), dan Serpong-Balaraja Seksi 1 A(5,5 Km).

“Selanjutnya terdapat lima ruas tol non trans dengan total panjang 122,7 Km terdiri dari Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi 1,2,3, dan 6 (38,5 Km), Ciawi-Sukabumi seksi 2 (11,9 Km), Serang-Panimbang seksi 1 (26,5 Km), Balikpapan-Samarinda seksi 1 dan 5 (33,1 Km) dan Manado-Bitung seksi 2B Danowudu-Bitung (12,7 Km) ,” ungkap Endra. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusunami Sadang Serang

    Pemerintah Alokasikan 500 Unit di Rusunami Sadang Serang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Pemerintah Kota Bandung melakukan percepatan pembangunan Rumah Susun Milik (Rusunami) Sadang Serang di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Proyek dengan target 500 unit hunian milik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak, terjangkau, dan berkualitas. “Pemerintah terus mendorong pemanfaatan […]

  • emisi karbon

    3R, Upaya Mencapai Karbon Net-Zero Properti

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor properti dan konstruksi saat ini bertanggung jawab atas hampir 40% penggunaan energi akhir dan proses-terkait emisi karbon dioksida (CO2). Mengurangi emisi dengan langkah 3R dapat menjadi salah satu cara mencapai karbon net-zero pada properti. “Bagaimana kita mencapai karbon net-zero pada properti? Mengurangi emisi adalah jalan yang paling jelas untuk diambil. Global Status […]

  • Investasi Properti Asia Pasifik Kembali Bergairah, Ini Pemicunya

    Investasi Properti Asia Pasifik Kembali Bergairah, Ini Pemicunya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Investasi properti di kawasan Asia Pasifik meningkat 15% secara tahunan menjadi USD204 miliar (periode 12 bulan hingga Maret 2026). Angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan global dan menandakan kembali meningkatnya momentum investasi seiring kembalinya arus modal ke aset-aset properti utama. “Kawasan Asia Pasifik kini dipandang semakin tangguh dan layak investasi, dengan arus modal yang […]

  • BP Tapera Ungkap Empat Isu Penting Ekosistem Perumahan

    BP Tapera Ungkap Empat Isu Penting Ekosistem Perumahan

    • calendar_month Selasa, 12 Des 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Salah satu tantangan pemerintah adalah angka backlog perumahan atau kesenjangan jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah dibutuhkan yang masih tinggi. Kesenjangan tersebut diperkirakan menyentuh angka lebih dari12,7 juta unit. Di satu sisi, pemerintah telah menargetkan pada 2045 akan tercapai Indonesia zero backlog. Dalam ekosistem perumahan di Tanah Air, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat […]

  • pembatalan UU Tapera

    Prahara Putusan MK Soal Pembatalan UU Tapera

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemangku kepentingan sektor perumahan khawatir munculnya prahara ekosistem pembiayaan perumahan seiring pembatalan UU Tapera yang diputuskan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). “Putusan MK itu bisa menjadi prahara. Bagi pekerja mandiri dan pekerja informal, putusan MK itu merupakan angin segar karena ada delay pelaksanaan tapera. Tapi putusan itu juga mengancam ekosistem pembiayaan perumahan karena ketiadaan […]

  • Kawasan Industri Hijau Mulai Jadi Tren di Asia Pasifik

    Optimisme Sektor Ritel dan Kawasan Industri Pasca Aksi Demonstrasi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor kawasan industri dan ritel pada Semester II 2025 diprediksi tetap memiliki potensi yang baik. Lembaga Konsultan Properti Knight Frank Indonesia memprediksi untuk jangka panjang kawasan industri prospek Indonesia masih sangat potensial jika dapat membangun iklim investasi yang kondusif dan menjaga kepercayaan investor. “Investor akan terus memantau bagaimana upaya-upaya para stakeholder memberikan jaminan […]

Translate »
expand_less