Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » UU HPP Diklaim untuk Pondasi Perpajakan

UU HPP Diklaim untuk Pondasi Perpajakan

  • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen per 1 April 2022 sangat penting untuk membangun pondasi perpajakan yang kuat. Kenaikan PPN itu sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Indonesia perlu membangun suatu pondasi perpajakan yang kuat. Dua kontributor terbesar dari pajak kita adalah PPN dan PPh (pajak penghasilan) korporasi. Itulah yang nanti akan menjadi tulang punggung yang paling kuat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spectaxcular 2022, Rabu, 23 Maret 2022.

Menkeu membandingkan kenaikan PPN Indonesia menjadi 11 persen dengan negara-negara di G20 dan OECD. Rata-rata besaran PPN di negara tersebut sekitar 15 persen hingga 15,5 persen.

Kenaikan PPN ini tidak lain demi memperkuat ekonomi Indonesia dalam jangka panjang dan membantu membiayai APBN, khususnya dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini juga termasuk pemberian berbagai insentif bagi pelaku UMKM yang terdampak pandemi.

“Kalau Indonesia dari 10 ke 11 persen untuk PPN ikut kontribusi dan tadi PPh-nya makin adil, menunjukkan perbedaan. Dan juga dari sisi untuk UMKM, masyarakat tidak mampu mendapat bantuan. Itu konsep keadilan. Jadi tidak bisa dipisah-pisah,” tandas Menkeu.

Reformasi perpajakan melalui Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) mutlak guna memperluas basis pajak, menciptakan keadilan dan kesetaraan. UU HPP juga dipercaya dapat memperkuat administrasi perpajakan dan meningkatkan kepatuhan perpajakan.

Bebas PPN

Di dalam UU HPP, tidak seluruh barang dan jasa terkena kenaikan PPN. Pemerintah akan memberikan tarif lebih rendah hingga pembebasan PPN terhadap beberapa jenis barang dan jasa tertentu.

“Kita tahu ada barang dan jasa yang merupakan konsumsi masyarakat banyak dan menjadi bahan kebutuhan pokok. Supaya mereka tidak terkena 11 persen, mereka diberikan kemungkinan untuk mendapatkan tarif yang hanya 1, 2, dan 3 persen. Itu juga konsep keadilan dari PPN,” ujar Menkeu.

Di sisi lain, barang dan jasa kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan barang pokok seperti beras biasa bukan premium dibebaskan dari PPN.

“Jadi inilah yang kita sebut menata pondasi pajak kita. Walaupun dari sisi PPN, untuk barang dan jasa dengan tarif 11 persen, maka dia akan 11 persen. Tapi untuk bahan kebutuhan masyarakat pokok, kita bebaskan atau dengan tarif yang jauh lebih kecil, yaitu 1, 2, dan 3 persen. Ini yang saya ingin sampaikan, bangun pondasi Republik memang semua berkontribusi,” kata Menkeu. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Tiongkok

    Investasi Tiongkok Tumbuh, Kemenperin Cetak SDM Unggul

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi investasi Tiongkok di sektor industri strategis di Indonesia sepanjang lima tahun terakhir mencapai puluhan miliar dolar AS. Tren pertumbuhan investasi Tiongkok itu perlu dibarengi kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan kompeten serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Pelaku sektor pendidikan di Indonesia harus mampu menciptakan link and match yang nyata dengan […]

  • Transformasi Perkantoran, Bukan Lagi Sekadar Tempat Kerja

    Transformasi Ruang Kantor, Bukan Lagi Sekadar Tempat Kerja

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Cara perusahaan memandang kantor sudah berubah cukup signifikan. Di kawasan Asia Pasifik, kantor sekarang lebih dari sekadar ruang buat kerja. Kantor sudah menjadi pusat budaya, sarana kolaborasi, dan bahkan penopang kesejahteraan karyawan. Laporan terbaru 2026 Asia Pacific Workplace Insights yang diterbitkan Colliers memperlihatkan perubahan ini. “Sekarang, kantor bukan lagi soal di mana orang […]

  • Penyaluran Kredit Perbankan Pacu Pemulihan Ekonomi

    Penyaluran Kredit Perbankan Pacu Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri perbankan nasional harus meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha guna memastikan keberlangsungan program pemulihan ekonomi. Pertumbuhan kredit saat ini mencapai 5,2 persen, jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mengalami kontraksi. Saat ini dana pihak ketiga yang dikelola perbankan nasional mencapai Rp 7.250 triliun dengan loan to deposit ratio (LDR) hanya 77 […]

  • Hapernas Tahun 2024

    PropTech Pastikan Efisiensi dan Efektivitas Industri Properti

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Proptech Convention and Expo dalam rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2024, di Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2024. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan proptech agar industri properti semakin efektif dan efisien. Selain teknologi rumah tahan gempa, Kementerian PUPR juga ingin penggunaan teknologi digital untuk memantau kegiatan […]

  • BTN Santri Developer 2021 (Foto: Istimewa)

    Gandeng Pesantren, BTN Ajak Santri jadi Pengembang

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar pelatihan “BTN Santri Developer 2021”, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur pada hari Sabtu 5 Juni 2021. Program pelatihan ini merupakan sinergi Bank BTN dengan Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), dan ditujukan […]

  • FIABCI Awards

    3 Proyek Prestisius Indonesia Raih 2024 FIABCI Prix d Excellence Awards

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Berbarengan dengan Kongres ke-74 Federasi Realestat Dunia (FIABCI) diselenggarakan FIABCI Prix d’Excellence Awards merupakan penghargaan tertinggi dalam dunia properti dunia di Singapura pada Kamis, 30 Mei 2024. FIABCI World president Budiarsa Sastrawinata menekankan pentingnya penghargaan tersebut sebagai ajang pengakuan terhadap proyek realestat yang memiliki arsiterktur terbaik, keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, dan praktik bisnis yang […]

Translate »
expand_less