Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dampak PPN 12 Persen ke Penjualan Rumah Mewah

Dampak PPN 12 Persen ke Penjualan Rumah Mewah

  • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah telah mengesahkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% untuk barang mewah seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 131 Tahun 2024 yang berlaku mulai 1 Januari 2025. Kategori barang mewah di sektor properti adalah seperti yang tertuang dalam PMK 15/2023 dan PMK 42/2022, yaitu rumah, apartemen dan kondominium dengan harga di atas Rp30 miliar.

Pengenaan PPN 12% untuk rumah, apartemen dan kondominium dengan harga di atas Rp30 miliar diprediksi sejumlah kalangan tidak berdampak pada penjualan. “Kalau kita lihat bahwa objek PPN 12% ini adalah untuk hunian mewah. Secara umum enggak akan terlalu banyak dampak,” terang Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2024, Rabu, 8 Januari 2025.

Lebih jauh Ferry menjelaskan, penjualan rumah mewah tidak akan terlalu terkena dampak akibat penerapan PPN 12%. Pasalnya, rumah mewah yang dijual jumlahnya terbilang sedikit. Bagi kalangan yang berkantong tebal, tak terlalu terpengaruh dengan kenaikan PPN. Lain halnya jika PPN 12% dikenakan pada segmen rumah menengah ke bawah yang akan memberikan dampak signifikan pada penjualan.

“Untuk segmen market ini, kenaikan ini sebenarnya enggak terlalu jadi isu karena bagi orang yang punya duit dengan stok yang sedikit sehingga ini jadi barang eksklusif. Kalau mereka mau beli mereka akan beli,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Head of Advisory Services Colliers Indonesia, Monica Koesnovagril yang mengungkapkan bahwa rumah mewah dengan harga di atas Rp30 miliar termasuk dalam hunian very luxury. Segmen tersebut di atas segmen hunian luxury yang memiliki rentang harga antara Rp10 miliar-Rp15 miliar.

“Marketnya memang sangat sedikit. Jadi memang kalau kita bicaranya pengaruh keserapan nggak berpengaruh karena memang beda market,” ucapnya.

Kinerja Apartemen Q4 2024

Pemberian insentif PPN sejak tahun 2021 memperlihatkan tren penjualan secara progresif beralih ke unit existing pada strata title apartment. Data yang dibeberkan Colliers  Indonesia menunjukkan Take-up rate berada di 87,8% dan Penjualan 2024 hanya 50% dari 2023.

Untuk tahun 2025, perpanjangan insentif PPN diprediksi tidak akan memberikan dampak signifikan pada penjualan apartemen. “Perpanjangan insentif yang berulang-ulang menurut kami tidak akan membawa efek yang signifikan terhadap penjualan di 2025,” kata Ferry.

Sementara untuk serviced apartement, tidak ada apartemen service baru yang beroperas di kuartal IV 2024. Sepanjang 2024, korporasi dari sektor keuangan, farmasi, transportasi, dan manufaktur mendominasi permintaan. Untuk tahun 2025, ada 3 proyek dengan total 571 unit diprediksi akan beroperasi hingga tahun 2025. Kemudian, satu projek di CBD berasal dari Accor Group dan 2 projek dari Ascott Group di Non-CBD. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beauty & wellness

    Pertumbuhan Industri Beauty & Wellness Topang Perekonomian

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri beauty & wellness di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat karena adanya pertumbuhan kebutuhan serta naiknya daya beli masyarakat. Seiring peningkatan kebutuhan pasar tersebut, Seraphim Medical Center hadir sebagai penyedia layanan kesehatan premium  holistik berbasis functional medicine. “Perawatan kulit harus dilakukan sejak dini secara mandiri. Namun penanganan kulit bermasalah harus ditangani oleh […]

  • Penandatanganan PKS antara PT PNM (Persero) dengan Kementerian ATR/BPN (Foto: Dok ATR/BPN)

    Nasabah PNM Jadi Target Reforma Agraria

    • calendar_month Selasa, 1 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) dalam rangka percepatan sertipikasi hak atas tanah dan penanganan permasalahan tanah agunan milik usaha mikro, kecil dan menengah, yang dituangkan dalam perjanjian Kerjasama (PKS) bersama yang ditanda tangani pada hari Senin (31/05/2021). Adapun PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur […]

  • Berkembang Pesat, Komunitas Synergy Indonesia Resmi Jadi Yayasan

    Berkembang Pesat, Komunitas Synergy Indonesia Resmi Jadi Yayasan

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Berawal dari sebuah grup komunitas informal di WhatsApp, Synergy Developer Indonesia telah berkembang tidak hanya sebagai komunitas developer, melainkan melebar ke semua industri turunan properti termasuk perbankan, bahan bangunan, arsitek, interior desain, dan resto dalam payung Synergy Indonesia. Enam tahun bertumbuh, mengakar dan memberi manfaat pada masyarakat, Synergy Indonesia bertransformasi secara resmi menjadi […]

  • Ilustrasi Rumah Milenial

    40,95 Persen Milenial Beli Properti Sendiri

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Hasil riset Indonesia Property Watch (IPW) menyebutkan bahwa sebanyak 40,95 persen generasi milienial membeli properti sendiri. Ini menunjukkan bahwa generasi milenial yang “melek” properti sudah cukup banyak dan memiliki potensi yang cukup besar. “Milenial yang melek properti sudah cukup banyak. Kalau data kami 40,95 persen milenial membeli sendiri properti. Memang relatif lebih banyak […]

  • “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    “Hantu” Itu Bernama Perizinan

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masalah perizinan menjadi kendala klasik yang masih menghantui pembangunan perumahan di Indonesia. Padahal, di satu sisi angka kekurangan (backlog) perumahan nasional masih cukup tinggi mencapai 14 juta unit, dan setiap tahunnya terus bertambah. Perlu keikhlasan dari semua pihak agar semua masyarakat dapat hidup di rumah yang layak. Jika ditanya apa salah satu yang […]

  • btn nixon

    BTN Optimis Tambahan Likuiditas Habis di Akhir Tahun

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • 0Komentar

    BANDUNG –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memproyeksikan tambahan likuiditas Rp25 triliun yang telah resmi ditempatkan pemerintah akan terserap habis pada akhir 2025, seiring dengan terjaganya permintaan kredit di sektor perumahan. Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan penyerapan dana tersebut. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan langkah pemerintah untuk membantu […]

Translate »
expand_less