Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Hasil Riset: Rumah Tapak Masih Diminati

Hasil Riset: Rumah Tapak Masih Diminati

  • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Hasil riset lembaga konsultan properti JLL Indonesia memperlihatkan bahwa rumah tapak masih menjadi sektor properti yang diminati khususnya oleh end user.

“Kondisi pasar semakin kompetitif dengan diluncurkannya beberapa kawasan kota mandiri baru, seperti di area Tangerang dan Bekasi,” kata Head of Advisory JLL Indonesia pada Media Briefing 4Q 2022 secara virtual, Rabu, 1 Februari 2023.

Vivin menjelaskan, meskipun insentif perpajakan dari pemerintah telah berakhir di September 2022, pengembang terpantau masih tetap aktif menawarkan berbagai tipe di berbagai segmen rumah tapak secara offline dan online disertai dengan kemudahan pembayaran uang muka dengan cara bayar yang menarik.

“Selain itu, akses terhadap jalan tol menuju pusat kota Jakarta dan transportasi umum menjadi daya tarik utama pagi para pembeli rumah tapak,” imbuh Vivin.

Country Head JLL Indonesia James Allan menambahkan, rumah tapak dan pergudangan modern tetap menjadi incaran investor.

“sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan sektor yang dilirik oleh para pelaku bisnis properti,” ucapnya.

Menurut James, pembangunan ruas jalan tol baru, jalan tol luar kota dan infrastruktur lainnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan properti di kota-kota lainnya.

Perkantoran

Sementara untuk sektor perkantoran, Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim menjelaskan pada triwulan akhir tahun 2022, tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 71% untuk Kawasan CBD dan 72% untuk Kawasan Non-CBD.

“Selain disebabkan jumlah permintaan yang masih terbatas, terdapat satu gedung di area Thamrin dan satu gedung di Jakarta Utara yang selesai dibangun sehingga menyebabkan tingkat hunian masih tertekan,” jelas Yunus.

Dia menambahkan, pada tahun 2023, dua gedung di area Thamrin dan koridor Sudirman diperkirakan akan selesai dibangun yang berpotensi menambah jumlah pasokan sektor perkantoran sekitar 130 ribu meter persegi.

Sedangkan  untuk Kawasan  Non-CBD, diperkirakan akan ada penambahan sekitar 95 ribu meter persegi pada tahun 2023 dari tiga gedung perkantoran yang berlokasi di Jakarta Pusat dan Selatan.

Adapun pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas di Jakarta kembali menikmati tingkat kunjungan yang relatif sehat dan diperkirakan akan semakin meningkat dengan dicabutnya PPKM pada akhir Desember 2022. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPDPP Siap Uji Coba SiPetruk Oktober Mendatang

    PPDPP Siap Uji Coba SiPetruk Oktober Mendatang

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) akan melaksanakan tahap uji coba penerapan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) pada Oktober 2021. Rencananya, aplikasi berbasis android yang disematkan dalam ponsel pintar ini akan mulai diterapkan sepenuhnya awal tahun 2022 mendatang. ”Kami segera menentukan lokasi perumahan yang akan menjadi proyek percontohan dari usulan yang disampaikan oleh asosiasi […]

  • Hutama Karya Komitmen Rampungkan Proyek MRT

    Hutama Karya Komitmen Rampungkan Proyek MRT

    • calendar_month Rabu, 10 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) berupaya merampungkan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2A CP203 rute Mangga Besar-Glodok-Kota sepanjang 1,44 km. Perseroan menargetkan pengerjaan proyek senilai Rp3,8 triliun tersebut rampung pada April 2027 mendatang. Proyek tersebut terfokus pada pengerjaan stasiun bawah tanah pada jalur Glodok dan Kota seluas 52,196 m2 serta tunnel (terowongan) sepanjang 684 […]

  • Yuk Simak, Begini Skema Pembiayaan Rumah BTN untuk Prajurit TNI AD

    Yuk Simak, Begini Skema Pembiayaan Rumah BTN untuk Prajurit TNI AD

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menjalin kemitraan strategis dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk menyediakan hunian bagi para prajurit. Melalui kerja sama tersebut, Bank BTN menyatakan siap membiayai sekitar 10.000 unit rumah setiap tahun untuk anggota TNI AD. Apa saja skema pembiayaan kredit yang disiapkan Bank BTN? Direktur Utama […]

  • Maroko Jajaki Peluang Kerja Sama Ekraf

    Maroko Jajaki Peluang Kerja Sama Ekraf

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Maroko menjajaki peluang kerja sama sektor industri ekonomi kreatif (ekraf). Dalam pertemuan dengan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadiâ Benabdellah, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga membahas peluang kerja sama penyelenggaraan event internasional. Menparekraf berharap kerja sama ini nantinya akan mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor pariwisata dan ekraf. “Mudah-mudahan […]

  • Harmoni Park Group Sabet Dua Penghargaan IPBA XVII

    Harmoni Park Group Sabet Dua Penghargaan IPBA XVII

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Baru sekitar dua tahun mengembangkan proyek perumahan komersial (real estate), Harmoni Park Group mendapatkan apresiasi pada ajang bergengsi insan properti Indonesia Property&Bank Award (IPBA) XVII tahun 2024. Harmoni Park Group merupakan anak perusahaan Vista Land Group yang telah eksis selama 17 tahun dan sudah membangun sekitar 60.000 unit rumah, sebagian besar diantaranya adalah […]

  • Pengembangan TOD

    Potensi Besar, Begini Idealnya Pengembangan Kawasan TOD

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Idealnya, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) memiliki kemudahan akses dari dan menuju simpul transportasi massal yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kemudian, jika bersepeda akan menempuh selama kurang lebih 10-15 menit (400-800 meter) dan harus terkoneksi dengan baik. “Kawasan TOD yang ideal memperhatikan kenyamanan bagi semua kalangan termasuk bagi lansia, ibu hamil, […]

Translate »
expand_less