Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kemenparekraf Luncurkan Crowdfunding Bobocabin di Dieng

Kemenparekraf Luncurkan Crowdfunding Bobocabin di Dieng

  • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi bersama Bizhare meluncurkan fasilitasi urun dana (crowdfunding) kepada Bobocabin guna ekspansi di Desa Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Kolaborasi ini bertujuan untuk pengembangan sektor pariwisata tanah air dengan total pendanaan lebih dari Rp6,5 miliar.

“Ini adalah securities crowdfunding pertama untuk fasilitas pariwisata yang hari ini merupakan inovasi dan representasi Bizhare dan Bobocabin,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam siaran pers, Senin, 5 Februari 2024.

Sumber pendanaan crowdfunding bagi pelaku usaha pariwisata ini berasal dari partisipasi aktif masyarakat sebagai investornya. Lebih dari 190 investor telah melakukan pre-order pendanaan Bobocabin Dieng Wonosobo. Dengan total lebih dari 23.000 lembar saham atau setara lebih dari Rp 1 miliar. Jumlah ini diproyeksikan akan terus bertambah. “Kita harapkan semakin banyak terobosan-terobosan investasi ke depan di sektor pariwisata,” ujar Sandiaga.

Promosi Investor

Founder dan CEO Bizhare, Heinrich Vincent, mengatakan masyarakat dapat berkontribusi menjadi pemilik usaha di sektor pariwisata. Adapun skemanya berupa kepemilikan saham melalui platform investasi Securities Crowdfunding Bizhare yang sudah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan berharap crowdfunding ini dapat menjadi efek crowd marketing untuk bisnis Bobocabin. “Masyarakat selaku investor tentu akan punya rasa memiliki yang tinggi sehingga akan tergerak membantu mempromosikan bisnis Bobocabin miliknya tersebut,” ujar Vincent.

Co-Founder Bobobox, Antonius Bong, mengungkapkan dalam pengembangannya, Bobocabin mengalami pergerakan yang sangat baik. Dari demand side dan supply side yang masih memiliki banyak potensi untuk inovasi adalah pada supply side. Selama ini, di tiap lokasinya Bobocabin hanya memiliki satu investor dengan ticket size yang cukup besar. Ini membuat para investor yang ingin berinvestasi dengan jumlah yang kecil sulit untuk menjadi bagian dari penginapan Bobocabin.

“Dengan kolaborasi bersama Bizhare ini tentunya sangat membantu. Jadi kita sudah menemukan supply side yang sekaligus membantu demand side untuk membentuk suatu ekosistem. Investor bisa berkontribusi dan mereka pun bisa mendorong pertumbuhan dari demand side-nya melalui ikut menginap juga dan mengembangkan popularitas penginapan tersebut,” ujar Anton.

Bagi calon investor yang ingin berinvestasi ke bisnis Bobocabin Dieng Wonosobo, dapat mengakses link berikut ini. Dengan minimal Rp 1 juta masyarakat sudah bisa menjadi investor Bobocabin Dieng Wonosobo secara transparan dan aman melalui Bizhare. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank BTN

    Bank BTN Targetkan Kredit dan Pembiayaan Tumbuh 11%

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pada tahun ini kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 9%-11%. Untuk mencapai target pertumbuhan kredit tersebut, BTN akan mengoptimalkan program perumahan nasional antara lain dari KPR FLPP, KPR BP2BT dan KPR Tapera. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan meningkat 9%-11%, laba bersih ditargetkan naik di […]

  • hunian cerdas

    Hunian Cerdas Bisa Kurangi Backlog Perumahan?

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Hunian cerdas (smart housing) dipercaya dapat mengurangi angka backlog perumahan yang masih tinggi. Konsep hunian cerdas yang menawarkan berbagai kemudahan dapat menarik minat masyarakat untuk memiliki tempat tinggal. “Tapi kalau mahal, itu tidak menjadi daya tarik. Logikanya mungkin begini, kalau misalkan karyawan baru di sebuah kota gaji misalkan Rp10 juta. Sepertiga income itu […]

  • Kawasan Green Development Seluas 109 Hektar Dikembangkan di Cisauk

    Kawasan Green Development Seluas 109 Hektar Dikembangkan di Cisauk

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Berbagai riset menyebutkan kawasan Tangerang, Banten masih menjadi primadona pengembangan properti di Jabodetabek terutama untuk hunian. Salah satu titik konsentrasi pembangunan proyek residensial adalah di kawasan Cisauk dan Cicayur yang bersebelahan langsung dengan BSD City. Cisauk dan sekitarnya diuntungkan karena didukung keberadaan Stasiun KRL Cisauk dan lokasinya menyatu dengan kawasan Intermoda BSD City. […]

  • BTN Kaji Skema Sewa Beli Hunian Vertikal

    BTN Kaji Skema Sewa Beli Hunian Vertikal

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tengah mengkaji skema sewa beli (rent to own) untuk mendukung program pembiayaan hunian vertikal. Terobosan pembiayaan perbankan ini bertujuan menyiasati minimnya penjualan hunian high rise. “Skema sewa beli ini merupakan inovasi minimnya penjualan hunian vertikal. Kita tawarkan dulu calon pembeli untuk menyewa unit properti vertikal, lalu berlanjut […]

  • Akses Tol Langsung Paramount Petals Ditargetkan Rampung 2025

    Akses Tol Langsung Paramount Petals Ditargetkan Rampung 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – Koridor barat Jakarta berkembang cukup pesat. Hal itu tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang mendorong konektivitas perekonomian kawasan. Salah satunya kawasan Paramount Petals di Curug, Tangerang. Kota mandiri (township) baru seluas 400 hektar ini adalah proyek pengembangan dari Paramount Land. Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi menjelaskan pihaknya berkomitmen tinggi dalam mengembangkan […]

  • industri keramik nasional

    Dilema Peningkatan Utilitas Industri Keramik Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mengungkapkan tingkat utilisasi industri keramik nasional pada kuartal I-2025 menunjukkan perbaikan, yakni meningkat ke level 75% dibanding rata-rata tahun 2024 sebesar 65%. Namun, gangguan suplai gas membuat peningkatan utilitas industri keramik menjadi dilematis. “Di awal tahun ini Asaki memproyeksi tingkat utilisasi produksi keramik nasional bisa mencapai level […]

Translate »
expand_less