Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pengamat: Fundamental Pasar Perumahan Nasional Rentan

Pengamat: Fundamental Pasar Perumahan Nasional Rentan

  • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Fundamental pasar perumahan nasional saat ini dirasa masih rentan. Setidaknya ada empat sebab mengapa hal tersebut bisa terjadi, seperti belum adanya grand strategy atau blueprint perumahan nasional.

“Kalau kita lihat sebetulnya fundamental housing regulasi kita itu masih sangat rentan. Pertama, ada ngga sih grand strategy atau blueprint perumahan nasional? Saya rasa belum. Ini seperti tambal sulam,” jelas CEO Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda dalam Seminar Nasional Perbaikan Regulasi di Bidang Perumahan sebagai Solusi Peningkatan Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Indonesia, di Serpong, Banten, Jumat 18 Maret 2022.

Ali menjelaskan, kebijakan tambal sulam itu terjadi dalam perumahan nasional, antara lain terlihat pada program 1.000 tower rumah susun (rusun) beberapa tahun lalu. Program ini bergulir sebelum pemerintah mengeluarkan program sejuta rumah.

“Kenapa tambal sulam? Indonesia negara yang belum ada public housing. Ini berhubungan dengan grand strategy tadi. Ini tiba-tiba ada program sejuta rumah. Dahulu sebelum sejuta rumah ada yang namanya program 1.000 tower rusunami. Itu yang seakan-akan programnya tiba-tiba mendadak,” ucap Ali.

Kerentanan pasar perumahan nasional juga terlihat dari masih terjadi missmastch pasar perumahan karena tidak tersedia data penunjang. Kemudian, Arah pembangunan seringkali tidak mempertimbangkan kapasitas dan kebutuhan pasar di masing-masng wilayah sehingga menimbulkan salah sasaran. Terakhir, Indonesia merupakan satu negara yang belum ada public housing.

“Program sejuta rumah itu, apakah itu public housing? Pemahanan saya, kalau public housing itu sebetulnya pemerintah yang bangun. Di negara manapun kalau bicara public housing, artinya negara hadir di sana untuk membangun,” kata Ali.

Memaduserasikan Aturan

Pada kesempatan yang sama, Akademisi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Imam Koeswahyono mengusulkan untuk memaduserasikan aturan terkait perumahan. Pasalnya, beberapa pasal maupun ayat dalam undang-undang terkait perumahan saat ini masih dirasa tumpeng tindih dan kurang saling mendukung.

“Masalah pembangunan perumahan dan pemukiman ini sudah menjadi amanat konstitusi sehingga dari perspektif hukum sesungguhnya ketika pembangunan perumahan dan pemukiman ini menjadi satu isu nasional maka seluruh ketentuan perudang-undangan yang berkaitan dengan perspektif holistik maka harus dilakukan suatu upaya untuk memaduserasikan pasal-pasal termasuk ayat-ayat yang bertentangan satu sama lain,” terang Imam.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Perundang-undangan dan Regulasi Properti, Ignesjz Kemalawarta berharap bagaimana aturan dapat berjalan dengan baik.

“Bagaimana undang-undang itu bisa di garap secara lebih baik dan bisa lebih realistis dan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucap Ignesjz.

Salah satu usulan, imbuh Ignesjz, adalah terhadap UU NO. 1/2011 & UU NO. 11/2020 diharapkan ada beberapa perubahan. Pertama, terkait kelompok masyarakat yang mendapat bantuan dalam perolehan rumah. Masyarakat yang belum memiliki rumah di Indonesia bukan hanya kelompok masyarakat MBR.

Gap antara masyarakat yang dapat membeli rumah umum (MBR) dan rumah komersial (Non-MBR, termasuk di dalamnya milenial, Gen Z, kelas menengah perkotaan, dll) terlalu tinggi sehingga sebaiknya fokus bantuan perolehan rumah bukan hanya untuk MBR.

Sementara terkait masyarakat yang dapat memiliki rumah dalam kedua UU tersebut, usulannya adalah adanya kelompok masyarakat yang penghasilan terlalu tinggi untuk bisa membeli rumah umum. Namun tidak cukup untuk membeli rumah komersial, sehingga tidak bisa membeli rumah.

“Sebaiknya penjualan rumah umum bukan hanya untuk kelompok MBR,” ujar Ignesjz.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah terkait penyerahan PSU kepada pemerintah daerah/kota, pengambilan keputusan PPPRSS dan pengelolaan kawasan mixed used. Kemudian, terkait dengan perwakilan kuasa, perlindungan konsumen dan kepastian hukum serta rumah susun non-hunian. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • rumah tapak

    Q1, Penjualan Rumah Tipe Menengah Paling Dominan

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Penjualan properti residensial primer triwulan I-2021 secara tahunan mengalami kenaikan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan rumah sepanjang kuartal I-2021 sebesar 13,95 persen (year on year/yoy). Pertumbuhannya terbilang signifikan jika mengacu pada triwulan IV-2020 yang mengalami kontraksi sebesar minus 20,59 persen, maupun kontraksi minus 43,19 persen pada triwulan I-2020. “Penjualan rumah tipe menengah […]

  • Armani Group

    Armani Group Tawarkan Apartemen Dekat KLCC di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang properti asal Malaysia, Armani Group, memperkenalkan proyek terbarunya Armani Hallson KLCC kepada para investor Indonesia di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Sabtu (22/11). Proyek Armani Hallson dikembangkan di atas lahan seluas 1,05 hektar di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek yang terdiri dari 3 tower apartemen tersebut memilki total 2.215 unit, dengan 8 […]

  • Apartemen Southgate Altuera Fasilitasi Content Creator dan Milenial

    Apartemen Southgate Altuera Fasilitasi Content Creator dan Milenial

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sinar Mas Land menghadirkan Apartemen Southgate Altuera untuk tempat hunian sekaligus tempat kerja generasi milenial dan profesional muda. Apartemen ini terletak di Jakarta Selatan, dengan desain menggunakan smart furniture sehingga unit terasa lebih lapang dan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap untuk bekerja dan berkarya. Mengusung konsep Work, Live, Play, Southgate Altuera sangat cocok […]

  • Terowongan Ikon Toleransi Antar Agama Segera Rampung

    Terowongan Ikon Toleransi Antar Agama Segera Rampung

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Terowongan ikon toleransi antar umat beragama progres fisiknya kini mencapai 61 persen dan bakal rampung pada 17 Agustus 2021. Fasilitas penghubung kedua rumah ibadah ini bisa saja menggunakan jembatan penyeberangan. Namun, karena alasan faktor […]

  • Program PEN Pacu Penyerapan Tenaga Kerja

    Program PEN Pacu Penyerapan Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mengklaim program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Per Agustus 2021, tingkat pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 6,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,1 persen atau setara 0,67 juta orang. “Di tahun 2022, Pemerintah melalui program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dan lainnya […]

  • imha 2025

    JMN Gelar Seminar Nasional dan Penghargaan IMHA 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – Journalist Media Network melalui Majalah MyHome dan Myhome Magz Channel mengadakan rangkaian acara berupa Seminar Nasional bertema “Dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah: Inovasi & Kolaborasi untuk Hunian Berkualitas, Berkelanjutan”, serta penyerahan penghargaan bergengsi Indonesia MyHome Award atau IMHA 2025. Acara berlangsung di Ballroom Episode Hotel, Gading Serpong, Tangerang, Selasa (25/11). Seminar […]

Translate »
expand_less