Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Terkendala PBG, Stimulus PPN DTP Jadi Kurang Efektif

Terkendala PBG, Stimulus PPN DTP Jadi Kurang Efektif

  • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi stimulus yang diharapkan membantu penyerapan properti oleh pasar di tengah kondisi pandemi saat ini. Namun, kebijakan PPN DTP yang diperpanjang hingga Juni 2022 nanti dinilai akan sulit efektif diterapkan di lapangan, sehingga memengaruhi hasil capaiannya.

Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ignesjz Kemalawarta menilai pemerintah harus membenahi program PPN DTP. Pasalnya, menurut dia, serah terima pada tahun lalu hanya 5.000 unit rumah, padahal potensinya ada 25.000. Hal itu menandakan adanya kendala di lapangan yang harus diselesaikan secepatnya demi efektifitas insentif tersebut.

“Jelas ada kendala penyerapan insetif PPN DTP perumahan. Salah satunya adalah keputusan pemerintah yang mengubah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menyisakan masalah di lapangan sehingga perlu intervensi dari pemerintah,” kata Ignesjz dalam acara “Zooming With Primus dengan topik Properti Siap Take Off”, Kamis (20/1/2022).

Dijelaskan, sejak pergantian IMB ke PBG diluncurkan pada Agustus 2021, di lapangan ternyata pemerintah daerah (pemda) belum berani menerbitkan PBG. Hal ini karena diperlukan adanya peraturan daerah (perda) dari setiap pemerintah kabupaten/kota.

“Untuk itu, kami dari REI mengusulkan agar setiap pemda dapat mengeluarkan PBG sementara dulu sambil menunggu perda-nya selesai dikerjakan. Sehingga pengembang yang sudah memenuhi syarat, bisa melakukan registrasi SiKumbang. Setelah nanti perda di daerah bersangkutan terbit, maka tinggal dikeluarkan PBG yang sebenarnya,” ujar dia.

Ignesjz Kemalawarta

Ignesjz berharap pada akhir Juni 2022 mendatang, jumlah pencatatan di SiKumbang sudah sesuai dengan data di lapangan. Tidak seperti yang terjadi pada penerapan PPN DTP tahun lalu.

Masih terkait PBG, Ignesjz pun berharap agar pengembang yang sudah memiliki IMB sejak lima tahun lalu tidak perlu memperbaharui PBG lagi yang makin membuat pembangunan tertunda. REI juga mendorong supaya PPN DTP dapat diberikan kepada rumah indent (sedang dibangun).

“REI sudah melakukan berbagai usaha termasuk pendekatan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hanya saja, sampai saat ini belum ada solusi penyelesaiannya, sehingga kami khawatir menganggu penyerapan di lapangan,” ungkap Ignesjz.

Pendapat serupa disampaikan Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW). Menurut dia, saat ini baru ada tiga daerah yang menerbitkan Perda Retribusi PBG, sementara daerah lainnya belum. Padahal, hal ini sangat penting agar PPN DTP bisa efektif berfungsi dan dijalankan di lapangan.

“Kalau masalah ini masih menghambat, bukan tidak mungkin tahun ini pertumbuhan properti justru melambat,” ungkap Ali.

Menurut dia, akibat PBG ini pasokan rumah jadi mandek dan tidak optimal. Oleh karena itu, Ali berharap pemda bisa jeli dan mengikuti imbauan Kemendagri, karena bagaimana pun PPN DTP ini diamanatkan oleh Renstra dan Undang-Undang Cipta Kerja atau UUCK. (MRI)

  • Penulis: Telaga Anandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • murino group

    Murino Group Ramaikan Pasar Properti Butik di Bali

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasca pandemi, investasi asing di Pulau Dewata meningkat pesat. Namun di tengah persaingan ketat tersebut, Murino Group muncul sebagai butik developer lokal yang menawarkan pendekatan berbeda karena memadukan desain progresif, fungsi properti yang fleksibel, serta kualitas yang dibangun oleh anak bangsa sendiri. Data menyebutkan, terjadi lonjakan hingga 85% dalam minat investor asing untuk […]

  • BPS: Real Estat Tumbuh Positif Triwulan I-2021

    BPS: Real Estat Tumbuh Positif Triwulan I-2021

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bidang usaha real estat masih berkinerja positif yakni tumbuh sebesar 0,94 persen sepanjang triwulan I-2021. Bersama lima subsektor lapangan usaha lainnya, real estat mencatatkan pertumbuhan sebesar 64,56 persen Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang triwulan I-2021. Kelima lapangan usaha penyumbang 64,56 persen PDB terbesar triwulan I-2021 adalah sektor industri, […]

  • industri 4.0

    Didukung Kemenperin, Kawasan Industri Bersiap Terapkan Teknologi 4.0

    • calendar_month Minggu, 19 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan Industri melakukan inisiatif dalam penerapan konsep industri 4.0 secara terintegrasi dalam proses bisnisnya. Konsep tersebut yang padar teknologi dinilai memiliki kemampuan sebagai katalis dalam upaya penciptaan efisiensi yang berkelanjutan. “Oleh karena itu, industri 4.0 menjadi bagian dari strategi yang pemerintah pilih, dan kami akan mendukung segala upaya dari para stakeholders terkait dengan […]

  • Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Kendala Pelaksanaan Reforma Agraria

    Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Kendala Pelaksanaan Reforma Agraria

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengungkapkan salah satu kendala pelaksanaan Reforma Agraria karena pemilik tanah tidak mendapat akses ke permodalan. “Intinya, masyarakat tidak memiliki kapasitas untuk memanfaatkan tanahnya,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, saat berbicara di Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA) Tahun 2021 yang […]

  • REI DKI Dukung Upaya Wujudkan Jakarta Hijau

    REI DKI Dukung Upaya Wujudkan Jakarta Hijau

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengupayakan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan polusi udara. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan langkah sistemik dan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. “Upaya mengatasi polusi udara di Jakarta harus melalui kebijakan sistemik dan menyeluruh dari seluruh stakeholder. Tidak cukup pemerintah saja, atau dengan solusi skala warga. Harus ada […]

  • Pemerintah Jadikan Sektor Properti Klaster Prioritas di 2022

    Pemerintah Jadikan Sektor Properti Klaster Prioritas di 2022

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2021 dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah dan Strategi Bisnis Realestat Pasca Pandemi” di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Senin (20/12). Kegiatan ini diadakan terbatas secara hibrid dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo secara virtual. Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan […]

Translate »
expand_less