Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ini Dia Biaya dan Risiko Membangun IKN di Kaltim

Ini Dia Biaya dan Risiko Membangun IKN di Kaltim

  • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) perlu mempertimbangkan beberapa biaya risiko yang akan muncul. Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Hendricus Andy Simarmata, yang  menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa perencanaan pembangunan IKN harus mempertimbangkan biaya lingkungan, biaya sosial, dan biaya infrastruktur. “Kita harus dealing dengan environmental cost, social cost, dan physical cost,” kata Andy dalam acara IAP Talks bertajuk ‘Kota Baru IKN: Menakar Risiko Pembangunan?’ yang diselenggarakan secara virtual, pada hari Kamis 17 Juni 2021.

Secara lebih detail, Andy mengatakan bahwa untuk menumbuhan suatu kota, maka dia harus well connected (terhubung baik) dengan koridor ekonominya. “Kalau kami di Kalimantan, kita punya pantai timur (dari Bontang sampai Banjarmasin) yang sangat di drive oleh minyak dan gas bumi, termasuk juga mining dan saat ini ada timber, hutan, dan kebun,” ujar Andy juga juga merupakan putera asli Kalimatan.

“IKN harus bisa well connected dengan koridor ekonominya, perlu sistem kota – kota dan well infrastructure yang well connected,” pungkas Andy.

Terlebih, berdasarkan hasil tinjauan lapangan Andy ke lokasi IKN, Ketua Umum IAP ini juga berpendapat bahwa akan ada biaya pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur yang luar biasa besar, yang pada gilirannya menimbulkan biaya produksi tinggi (high production cost) dan biaya pengelolaan yang besar (high operational and maintenance cost).

“Ruang sekitar IKN juga memerlukan kehati-hatian dalam pelaksanaan pembangunannya karena akan banyak menekan keanekaragaman hayati dari sekelilingnya, dari teluk Balikpapan, tahura bukit soeharto, gunung parung, pegunungan meratus. Betul – betul perlu kehati-hatian, ini ada cost,” papar Andy.

Biaya ketiga yang akan keluar juga merupakan biaya sosial, terlebih melihat desa – desa dan masyarakat adat atau asli di lokasi setempat. “Ruang sosial budaya masih membutuhkan strategi transisi urbanism,” kata Andy.

“Bahwa pemaknaan ruang (red – ke masyarakat adat) perlu dikomunikasikan dengan baik. Kalau tidak, akan terjadi penyesuaian – penyesuaian yang akan membuat social cost.” ujar Andy.

Pada kesempatan yang sama, Wakil rakyat asal Kalimantan Timur Hetifah Syaifudian juga menyebut ada dua risiko dalam pembangunan IKN, yakni risiko terhadap manusia dan risiko terhadap alam.

“Kita ingin memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, siapa yang akan menikmati, ini ketimpangan antar penduduk asli, pendatang, ini jadi satu isu yang penting, sangat disayangkan bila IKN menciptakan ketimpangan baru, bahkan bila menciptakan konflik,” sebut Hetifah saat menjelaskan risiko pembangunan IKN terhadap manusia di Kalimantan Timur, dalam

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu juga berharap bahwa pembangunan IKN di Kalimantan Timur juga membuat budaya – budaya asli Kalimantan menjadi teramplifikasi, bukan pudar bahkan menghilang akibat gempuran kedatangan para pendatang baru ke IKN.

“Kedua risiko terhadap alam, mau bagaimana lagi karena kita sudah keburu rusak karena tambang, perkebunan – perkebunan besar, jadi bagaimana kita memberikan proteksi, memberikan prosperity terhadap alam, kepada ekologi yang ada di Kalimantan” pungkas perempuan yang mengeyam pendidikan di Teknik Planologi tersebut. Hetifah juga berharap semua mata ikut mengawasi, agar kerusakan alam tidak terjadi akibat pembangunan IKN.

Pengajar di program studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITB Teti Armiati Argo juga berpandangan ada biaya – biaya yang membuat pembangunan IKN tidak dimulai dari nol. “Kita bukan  berada pada titik nol tapi dalam beberapa situasi kita berada di titik negatif tersebut, sehingga ketika IKN ini akan dibangun kita tidak memulai dari titik nol, yang selama ini terbagi ke dalam berbagai pihak yang merasakan dampak negatif tersebut” ujar Teti.

Adapun biaya – biaya negatif tersebut ditimbulkan akibataktivitas perkebunan, pertanian, pertambangan. “Dan juga beberapa ongkos – ongkos yang keluar karena situasi yang agak berbeda ya kondusifnya seperti kerukunan antar suku, lalu juga cost sosial ekonomi yang ada sekarang karena bertumpu pada ekonomi yang ekstraktif,” sebut Teti, sembari ia berharap pembangunan IKN akan merevisi orientasi ekonomi yang ada di Kalimantan dalam bentuk – bentuk baru. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

    Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • 0Komentar

    Oleh: Drs. Ikang Fawzi, MBA Kontribusi sektor realestat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih sangat rendah yakni 2,79% pada 2019 (data resmi Badan Pusat Statistik). Persentase tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN. Di Malaysia misalnya, kontribusi sektor realestatnya terhadap PDB mencapai 20,6%, Singapura mencapai 23,5%, serta Thailand hampir 10%. Banyak faktor […]

  • Pramono Anung respons proses pemulihan layanan Bank DKI

    Transaksi Via ATM Bank DKI Kembali Normal

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Layanan transaksi antarbank melalui ATM Bank DKI kini telah kembali beroperasi secara penuh. Nasabah Bank DKI dapat kembali melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai, cek saldo, transfer lintas bank (off-us), hingga pembayaran tagihan. Hal ini menyusul selesainya proses pemeliharaan sistem layanan yang dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan penguatan sistem […]

  • Kawasan Pariwisata di Labuan Bajo, NTT (Foto: Muchlis Jr)

    BPIW Kawal Pengembangan ITDP

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan komitmen dalam pelaksanaan Indonesia Tourism Development Project (ITDP) sesuai agenda. Kepala BPIW, Rachman Arief mengatakan, BPIW harus terus mengawal agar proses loan ITDP berjalan sesuai dengan ketetapan awal. “Total loan (Red: Pinjaman) dari Bank Dunia untuk pengembangan pariwisata di Tanah Air mencapai sebesar […]

  • Apriyani: Terima Kasih atas Apresiasi Rumah dari REI

    Apriyani: Terima Kasih atas Apresiasi Rumah dari REI

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pebulu tangkis Apriyani Rahayu menyampaikan apresiasi atas hadiah satu unit rumah yang diberikan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). Rumah tersebut merupakan hadiah atas perjuangannya bersama pasangannya, Greysia Polii yang menyabet medali emas cabang olahraga bulutangkis pada Olimpiade Tokyo 2020. “Terima kasih kepada Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida atas apresiasi berupa rumah. Mohon […]

  • Pemerintah Buka Ruang Konsultasi Publik RUU P2SK

    Pemerintah Buka Ruang Konsultasi Publik RUU P2SK

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah bersama DPR RI kembali membuka ruang konsultasi publik terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK). Agenda konsultasi publik ini untuk mendengarkan, mempertimbangkan dan memberikan penjelasan terhadap masukan masyarakat dan pemangku kepentingan. “Kenapa ada reformasi sektor keuangan? Kita tahu setiap ada krisis kita juga memanfaatkan oportunity untuk melakukan reformasi. […]

  • Gandeng Investor Jepang, SML Kembangkan Gedung Perkantoran di Jakarta

    Gandeng Investor Jepang, SML Kembangkan Gedung Perkantoran di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sinar Mas Land (SML) melalui PT Duta Cakra Pesona (DCP) menggandeng investor Jepang, Hankyu Hanshin Properties JOIN ID-DCP LLC yang merupakan perusahaan patungan antara Hankyu Hanshin Properties (HHP) dan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN) untuk mengembangkan office portfolio partnership di beberapa lokasi strategis di pusat kota Jakarta. […]

Translate »
expand_less