Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Iuran Tapera Tuai Protes Masyarakat, Ketum REI Komentar Begini

Iuran Tapera Tuai Protes Masyarakat, Ketum REI Komentar Begini

  • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) sekaligus President FIABCI Indonesia, Joko Suranto menghadiri pertemuan para pelaku industri properti se-dunia atau FIABCI World Real Estate Congress di Singapura dari 27-31 Mei 2024. Dalam pertemuan itu, dia sempat bertemu langsung dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Indranee Thurai Rajah, dan berdiskusi mengenai cara negara jiran tersebut mengelola dana perumahan.

“Dari ibu menteri kami mendengar, berdiskusi dan melakukan studi banding tentang bagaimana cara Singapura menanggani pembangunan perumahan untuk rakyat mereka termasuk cara pengelolaan dana perumahan yang mandiri, terintegrasi (menyatu) dan terjaga akuntabilitasnya,” ungkap Joko Suranto yang saat dihubungi masih berada di Singapura, Rabu (29/5).

Ditambahkan, Singapura melalui lembaga Central Provident Fund (CPF) tidak hanya mengelola dana penyediaan perumahan saja, tetapi menyatu dalam satu akun dengan jaminan sosial lain seperti dana pensiun, fasilitas kesehatan, pendidikan anak, dan asuransi jiwa bagi pekerja.

CPF bersifat wajib bagi setiap warga negara Singapura dan dikelola oleh pemerintah. Skema iurannya didukung bersama-sama oleh pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah.

“Jadi cukup satu akun untuk semua fasilitas jaminan sosial, dan (iurannya) tidak terpisah-pisah. CPF ini bisa menjadi inspirasi atau role model bagi Indonesia, karena pengelolaan dana perumahan, dana pensiun, kesehatan, pendidikan dan asuransi jiwa pekerja hanya dilakukan oleh satu badan/lembaga di bawah pegawasan kementerian khusus. Pola tersebut akan menjamin pengelolaan yang efektif, sehingga akuntabilitasnya lebih terukur,” ungkap CEO Buana Kassiti Group tersebut.

Lewat sistem jaminan sosial terintegrasi seperti CPF, Joko menyebutkan bahwa semua kebutuhan rakyat dari sejak lahir, sekolah, bekerja, pensiun sampai meninggal dunia sudah terjamin dan tertanggani dengan baik. Selain itu, pembayaran iuran yang hanya satu kali meminimalisir tumpangtindih (overlapping) iuran yang dipastikan akan membantu meringankan beban masyarakat.

“Masyarakat jadi lebih happy dan daya beli mereka tidak menurun,” sebut Joko.

Seperti diketahui, Kementerian Pembangunan Nasional Singapura bertanggungjawab dalam perencanaan, pengelolaan dan pembangunan perumahan umum termasuk perumahan sewa, pengelolaan dan peningkatan standar di industri agen realestat, serta ditugaskan untuk pengembangan dan pengelolaan ruang hijau, infrastruktur rekreasi, dan peremajaan kawasan lama.

Kepercayaan Masyarakat

Sementara itu, menanggapi ramainya pro-kontra terkait iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar 3% yang akan diberlakukan untuk semua pekerja, termasuk karyawan swasta dan pekerja mandiri, Joko Suranto berpandangan bahwa kebijakan pemerintah itu pasti sudah dipikirkan dengan cukup matang. Tetapi aspirasi dan keberatan pekerja dan pemberi kerja juga perlu didengar.

“Adanya program untuk pembiayaan perumahan ini tentu saja kami pandang positif terhadap industri perumahan, karena pemerintah pasti memiliki studi kajian dan pertimbangan sendiri. Namun situasi ekonomi dan daya beli masyarakat juga tidak sedang baik-baik saja, sehingga beban ini harus pula diperhitungkan,” ujarnya.

Di sisi lain, masalah transparansi pengelolaan juga harus menjadi perhatian pemerintah ke depan jika iuran Tapera ini tetap akan dijalankan. Transparansi pengelolaan dan manajemen risiko mutlak dibutuhkan, karena dana yang dikelola tersebut adalah milik masyarakat.

Penolakan besar yang terjadi saat ini, menurut Joko, selain alasan ekonomi masyarakat yang belum pulih pasca pandemi, salah satunya juga disebabkan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan dana tabungan atau asuransi seiring banyak mencuatnya kasus hukum yang melibatkan badan pengelola dana masyarakat.

“Sebagai solusi, kami mengusulkan dan mendorong pemerintah agar menerapkan penyatuan iuran jaminan sosial masyarakat seperti halnya CPF di Singapura, sehingga tidak banyak iuran yang dibebankan ke rakyat dan pengawasannya lebih efektif,” harap Joko Suranto.

Pemerintah pada 20 Mei 2024 telah menerbitkan PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Beleid tersebut mengatur bahwa pemotongan gaji pekerja, karyawan swasta dan pekerja mandiri adalah sebesar 3% per bulan. Iuran peserta Tapera itu dibayarkan dengan perincian 0,5% oleh pemberi kerja dan 2,5% ditanggung pekerja. Khusus untuk pekerja mandiri, maka iuran dibayarkan secara mandiri. Pendaftaran kepesertaan termasuk pemotongan gaji pekerja, wajib dilakukan paling lambat tahun 2027. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • rusun

    Pacu Penyediaan, Skema Baru Rusun Subsidi Segera Terbit

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menyusun skema baru rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan. Sebab, penyediaan hunian vertikal bersubsidi dalam beberapa tahun terakhir dinilai tidak menarik. “Selama lima tahun terakhir, negara baru mampu membiayai sekitar 200 unit rumah susun subsidi. Dengan skema baru ini, kita ingin […]

  • Paramount Land Pasarkan Hampton East, Harga Mulai Rp4,2 Miliar

    Paramount Land Pasarkan Hampton East, Harga Mulai Rp4,2 Miliar

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Kawasan Tangerang, khususnya Kota Gading Serpong masih menjadi Lokasi favorit Masyarakat yang sedang berburu properti di Jabodetabek termasuk properti komersial. Hal itu ditandai dengan semakin ramainya pusat-pusat bisnis dan komersial yang tersebar di berbagai area di Gading Serpong yang berbatasan langsung dengan area pengembangan BSD dan Tangerang Selatan. Paramount Land, sebagai salah satu […]

  • KJMU Bank DKI

    Peduli Mahasiswa Berprestasi, Bank DKI Distribusikan 2 Ribu KJMU Baru

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank DKI menyalurkan 2.094 KJMU (Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul) baru sebagai optimalisasi pelaksanaan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam upaya mencerdaskan masyarakat. “Bank DKI menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan Pemprov DKI Jakarta khususnya Dinas Pendidikan selama ini dalam mendistribusikan KJMU di DKI Jakarta,” demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Agus […]

  • PMK Harga Jual Rumah MBR Tunggu Terbit PP

    PMK Harga Jual Rumah MBR Tunggu Terbit PP

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai kenaikan harga jual rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih menunggu terbitnya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah bersubsidi. Hal ini seiring pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). “Soal kebijakan terbaru terkait harga jual rumah bersubsidi, usulannya sudah […]

  • investasi real estat

    Turun 27%, Investasi Real Estat Komersial Asia Pasifik Capai USD 129 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Investasi real estat komersial di Asia Pasifik turun sebesar 27% dari tahun ke tahun di tengah siklus suku bunga yang mengetat dan ketidakpastian ekonomi global. “Investor mengatur ulang strategi penanaman modal jangka pendek pada tahun 2022 dengan tetap berkomitmen pada prospek jangka panjang pasar real estat Asia Pasifik,” kata CEO Capital Markets, JLL […]

  • penerimaan pajak

    Menkeu: Penerimaan Pajak Capai Rp279,98 T per Februari 2023

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Penerimaan pajak hingga Februari 2023 mencapai Rp279,98 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak tersebut 16,3% dari target APBN 2023 atau tumbuh tumbuh 40,35%. Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada dua bulan pertama tahun 2023 ini dipengaruhi oleh harga komoditas yang masih lebih tinggi dibandingkan Januari-Februari 2022, aktivitas ekonomi […]

Translate »
expand_less