Potensi Besar, Begini Idealnya Pengembangan Kawasan TOD
- calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
- print Cetak

Ilustrasi (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Idealnya, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) memiliki kemudahan akses dari dan menuju simpul transportasi massal yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kemudian, jika bersepeda akan menempuh selama kurang lebih 10-15 menit (400-800 meter) dan harus terkoneksi dengan baik.
“Kawasan TOD yang ideal memperhatikan kenyamanan bagi semua kalangan termasuk bagi lansia, ibu hamil, anak-anak dan juga penyandang disabilitas. Serta dalam pengembangan properti, harus menjadi multi fungsi dan terintegrasi,” ungkap Steve Atherton, Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima industriproperti.com, Rabu, 30 Maret 2022.
Steve menjelaskan, Colliers melihat bahwa kawasan TOD memiliki potensi yang sangat besar daripada kawasan non-TOD. Tidak hanya dari kemudahan akses stasiun transportasi. Tetapi juga sebagai peruntukan untuk meningkatkan intensitas pemanfaatan ruang.
Bentuknya berupa kemudahan untuk memaksimalkan rasio cakupan bangunan (koefisien dasar bangunan) dan rasio plot (koefisien lantai bangunan). Insentif rasio ini dapat diperoleh pengembang ketika mengembangkan di dekat kawasan TOD.
Selanjutnya, pengembangan produk di area TOD seharusnya memiliki permintaan yang lebih kuat. Dari sisi investor, ini dapat menghadirkan pasar sewa captive yang menarik untuk apartemen atau penggunaan komersial. Hasil positif lainnya bagi pemilik properti ketika mengembangkan konsep TOD di kawasan atau sekitarnya, adalah nilai properti yang lebih tinggi ketimbang kawasan non-TOD.
Bagi Penghuni
Secara umum, manfaat pengembangan TOD ke depan bagi masyarakat adalah berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan dan polusi. Orang yang tinggal dan bekerja di area TOD akan memiliki akses mudah ke tempat kerja, rumah, dan aktivitas.
Dengan mudah menjangkau pusat-pusat aktivitas melalui jalan kaki atau bersepeda akan terbentuk gaya hidup sehat. Budaya jalan kaki dan hidup aktif pun menjadi gaya hidup baru.
Colliers juga melihat bahwa konsep TOD akan membantu menjawab beberapa permasalahan di kota-kota seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pengembangan Produk di kawasan TOD juga harus mendapat permintaan yang baik dari warga dan investor properti. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz
