Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » PUPR Janji Libatkan Asosiasi dalam Penyusunan Aturan TOD

PUPR Janji Libatkan Asosiasi dalam Penyusunan Aturan TOD

  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pengembang nasional ikut andil dalam pembangunan hunian berbasis Transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Tanah Air, khususnya Jabodetabek.

Upaya itu guna optimalisasi lahan di perkotaan namun tetap memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat termasuk generasi milenial.

“Hunian berbasis TOD ini merupakan peluang bagi pengembang swasta untuk ikut andil dalam pembangunan perumahan di kawasan perkotaan,” ungkap Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam sebuah diskusi di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Untuk mendukung program tersebut, imbuh Khalawi, Kementerian PUPR bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya siap menggandeng sejumlah asosiasi pengembang perumahan serta para pengusaha guna menyusun konsep TOD sehingga lebih menarik dan menjadi solusi hunian bagi masyarakat di masa mendatang.

Pada 2019, Kemenhub, Kementerian BUMN dan Perumnas telah memulai pembangunan TOD melalui ground breaking di sejumlah daerah khususnya di simpul-simpul transportasi di Jabodetabek.

“Pembangunan TOD sangat diperlukan ke depan untuk menyelaraskan pembangunan perumahan bagi masyarakat di perkotaan,” papar Khalawi.

Pengembangan TOD akan masuk dalam Renstra Kementerian PUPR 2020-2024 dalam upaya pengembangan perumahan dan sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah.

Khalawi menambahkan, pihaknya kini tengah menyusun kerangka kebijakan operasional dalam pembangunan TOD untuk optimalisasi penggunaan lahan yang terintegrasi dengan simpul-simpul transportasi.

TOD yang dibangun secara vertikal juga menjadi hunian layak bagi masyarakat dan membantu masyarakat di perkotaan agar lebih mudah dalam mobilisasinya.

“Beberapa waktu lalu pemerintah juga telah melaksanakan ground breaking TOD tidak jauh dari Stasiun Rawa Buntu. Dari target pembangunan enam tower, sebanyak dua tower nantinya akan dimanfaatkan untuk tempat tinggal MBR,” kata dia.

Dalam Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) telah ditetapkan 24 kawasan TOD di kawasan Jabodetabek.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Abdul Kamarzuki mengungkapkan pengembangan kawasan TOD dilakukan untuk menjawab persoalan kemacetan yang terjadi. Menurut dia, rencana pengembangan TOD yang paling optimal hanya 24 karena hal itu menyangkut dengan pusat pemukiman.

“Dari draf awal yang diajukan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ada 52 rencana kawasan TOD. Tapi itu kami review ulang sehingga dalam Perpres Jabodetabek-Punjur hanya ditetapkan 24,” ungkap dia, beberapa waktu lalu.

Ke-24 TOD tersebut adalah Balaraja, Baranangsiang, Bekasi, Bekasi Timur, Blok M, Bogor, Cibinong, Cikarang, Cinere, Ciputat-Jurangmangu, Depok Baru, Dukuh Atas, Grogol, Jakarta Kota, Kampung Rambutan.

Kemudian, TOD Lebak Bulus, Pasar Senen, Poris-Tangerang, Rawa Buaya, Rawa Buntu, Tanang Abang, TOD Tanjung Priok, dan TOD Tigaraksa.

Regulasi Jelas

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan, Hari Ganie menyebutkan konsep pengembangan TOD yang ingin digalakkan pemerintah perlu diperjelas dan diperinci regulasinya sehingga menarik bagi pelaku usaha properti.

Dia mengakui belum banyak pengembang anggota REI yang memahami konsep TOD yang akan dikembangkan pemerintah. Padahal, selama ini sudah banyak anggota REI yang membangun hunian terintegrasi. REI, ungkap Hari Ganie, siap diajak terlibat dalam pembahasan rinci hunian berkonsep TOD.

Hari Ganie

“Banyak pengembang terutama di Jabodetabek yang membangun properti terintegrasi (mixed use development). Tapi apakah diharuskan terintegrasi dengan stasiun ataukah bagian dari urban development, nah ini perlu diperjelas,” ungkap Hari Ganie.

Menurut dia, pengembangan TOD sejatinya bukan hanya menyangkut persoalan transportasi, tetapi terkait juga dengan urban development. Diantaranya masalah perizinan, pembebasan tanah, Amdal dan sebagainya.

“Ada kawasan inti dan plasma, dan masalah pembebasan tanah ini tidaklah mudah. Pemerintah sebenarnya perlu melakukan penekanan di titik ini sebelum TOD itu diterapkan,” tegas dia.

REI sependapat bahwa pengembangan kawasan TOD merupakan peluang bagi bisnis properti di masa depan, terlebih di Jabodetabek. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan hunian generasi muda milenial yang memiliki tingkat mobilisasi yang tinggi. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paradise Indonesia Bagikan Dividen Interim Rp50,3 Miliar

    Paradise Indonesia Bagikan Dividen Interim Rp50,3 Miliar

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kinerja apik dicatatkan PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), dikenal sebagai Paradise Indonesia, dengan membukukan laba positif mencapai Rp141,98 miliar pada Semester I 2026. Paradise Indonesia kembali membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026 senilai total Rp50,32 miliar (setara Rp4,5 per lembar saham) ini menjadi wujud komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah yang […]

  • Belton Residence

    Sudah Terjual 75%, Synthesis Development Topping Off The Belton Residence

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Progres pembangunan apartemen The Belton Residence telah mencapai 45% dari berbagai aspek sejak dilakukan groundbreaking tahun lalu. Proyek apartemen yang dibangun Synthesis Development ini telah melaksanakan Topping Off Ceremony pada Rabu, 26 Juni 2024. “Progres pembangunan yang sangat masif ini bertujuan agar sejalan dengan komitmen kami, dapat selesai tepat waktu,” kata Chief Operating […]

  • Pasokan Pusat Perbelanjaan Terbatas, Tingkat Hunian Diprediksi Meningkat

    Pasokan Pusat Perbelanjaan Terbatas, Tingkat Hunian Diprediksi Meningkat

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Keterbatasan pasokan pusat perbelanjaan baru diperkirakan akan mendukung tren peningkatan tingkat hunian secara bertahap. Hingga akhir tahun 2025, tingkat hunian diproyeksikan meningkat sekitar 3% dibandingkan dengan kondisi saat ini. Tingkat hunian pusat perbelanjaan terus menunjukkan kontras yang jelas antara mal kelas atas dan mal kelas bawah. “Mal kelas premium mampu mempertahankan tingkat hunian […]

  • Butuh Economic Engine untuk Pacu Masyarakat Mampu Beli Rumah

    Butuh Economic Engine untuk Pacu Masyarakat Mampu Beli Rumah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mengatasi permasalahan perumahan untuk masyarakat tidak bisa parsial. Tetapi harus ditanggani secara komprehensif (menyeluruh) dengan mendorong mesin pertumbuhan ekonomi (economic engine) kota atau daerah agar keterjangkauan masyarakat membeli rumah meningkat. Penegasan tersebut disampaikan Praktisi Perkotaan dan Properti, Soelaeman Soemawinata dalam diskusi interaktif dengan topik “Tantangan Perkotaan dan Permukiman Menuju Indonesia Emas 2045” yang […]

  • Diamondland

    Diamondland Pacu Traffic Pengunjung Plaza Convill Apple 3

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pappajack resmi menggelar soft opening di Plaza Convill Apple 3 Lebak Bulus, pada Minggu (22/2). Acara yang menarik antusiasme tinggi masyarakat tersebut menjadi langkah strategis dan momentum penting bagi PT Diamond Citra Propertindo Tbk (kode saham;DADA) atau Diamondland Development untuk memperkuat kolaborasi. Kehadiran brand ini semakin melengkapi deretan tenant-tenant yang meramaikan kawasan Plaza […]

  • Penyusunan RDTR Harus Libatkan DPRD

    Penyusunan RDTR Harus Libatkan DPRD

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • 0Komentar

     juJakarta – Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Tata Ruang (ATR/BPN) terus melakukan percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di seluruh Indonesia. Terutama di Kawasan Perkotaan Mentawa Baru Ketapang, Perkotaan Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas, dan Kawasan Perkotaan Tanjung Palas. Dalam rangka itu, Direktorat Jenderal Tata Ruang menyelenggarakan Rapat Lintas Sektor yang […]

Translate »
expand_less