Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BI Rate Katrol Harga Properti Komersial

BI Rate Katrol Harga Properti Komersial

  • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang meradang sepanjang tahun 2022 berpotensi menaikkan harga jual rumah non subsidi. Pasalnya, kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) memantik lonjakan bunga pinjaman korporasi.

“Jika tahun lalu kenaikan indeks harga sekitar 4 persen, tahun ini akan ada kenaikan harga properti komersial yang cukup signifikan. Selain akibat lonjakan bunga kredit, kenaikan harga properti komersial ini juga karena adanya kenaikan harga material bangunan,” tutur Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Hari Ganie saat menjadi narasumber Focuss Group Discussion (FGD) Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia secara virtual, Selasa, 31 Januari 2023.

Hari mengatakan, sepanjang tahun 2022 kemarin tingkat bunga kredit modal kerja mengalami kenaikan akibat adanya kenaikan suku bunga moneter. Namun, tingkat bunga pinjaman kredit pemilikan rumah (KPR) memang belum mengalami perubahan. “Berdasarkan informasi dari kalangan perbankan, tahun ini bunga KPR bakal ikut terkerek naik. Hal ini tentu menjadi pertimbangan bagi developer dalam menaikkan harga jual unit properti komersial,” tukas Hari.

Bank sentral mulai menaikkan bunga acuan pada 23 Agustus 2022 sebesar 25 basis poin (bps). Sebelumnya, BI mempertahankan suku bunganya selama 18 bulan sejak Maret 2021 di posisi 3,5 persen. September 2022, BI kembali menaikkan bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen. Terakhir, BI menaikkan suku bunganya menjadi 5,5 persen, tertinggi sejak Agustus 2019.

Imbas Pemilu

Hari Ganie menuturkan, sektor properti di tahun 2023 ini masih berpeluang tumbuh. Hal ini sejalan dengan prediksi dari Pemerintah RI serta asumsi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023. “Pemerintah maupun Bank Dunia bersepakat bahwa perekonomian Indonesia berbeda dengan kondisi ekonomi global yang berpotensi mengalami resesi.

“Peluang sektor properti Indonesia tahun 2023 setidaknya tidak turun ketimbang tahun lalu atau setidaknya stabil. Indonesia berbeda dengan global, kalau dunia mengalami resesi. Sedangkan Indonesia hanya akan mengalami perlambatan,” ujarnya.

Jelang tahun politik 2024, imbuh Hari Ganie, pengembang tidak khawatir bahwa transaksi properti bakal tergerus. “Kita lihat jelang tahun politik ini justru ada peningkatan perputaran uang. Hal ini terlihat dari transaksi di sektor properti komersial yang sudah memperlihatkan pergerakan signifikan. Terutama sektor properti yang lebih mengedepankan aspek investasi di dalamnya,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • investor properti

    Simak! Dua Subsektor Properti Ini Jadi Incaran Investor

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri properti Indonesia masih terlihat seksi bagi investor asing karena potensi sosioekonominya. Dua subsektor properti yang menjadi incaran investor, antara lain pergudangan modern dan rumah tapak. “Selain sektor properti tradisional seperti pergudangan modern dan rumah tapak, sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan sektor yang dilirik oleh […]

  • IKN Pindah, Jakarta Tetap Jadi Magnet Industri Properti

    IKN Pindah, Jakarta Tetap Jadi Magnet Industri Properti

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pasca pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Jakarta dinilai masih tetap menjadi magnet bagi pengembangan industri properti. Bahkan, peluang pengembangan perumahan akan tersebar ke wilayah penyangga Jakarta. “Saya meyakini dengan berpindahnya ibu kota dari Jakarta ke Kaltim tidak akan mengurangi peranan Kota Jakarta. Justru kota ini akan semakin […]

  • BP Tapera Tancap Gas Penyaluran FLPP Awal Tahun 2022

    BP Tapera Tancap Gas Penyaluran FLPP Awal Tahun 2022

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Aktivitas penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) semakin menggeliat. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) langsung tancap gas dalam penyaluran dana FLPP yakni sebanyak 20.327 unit senilai Rp 2,24 triliun per 2 Maret 2022. Berdasarkan data BP Tapera, capaian penyaluran dana FLPP (status 25 Februari 2022) mencapai 13.345 unit senilai Rp 1,47 […]

  • PPN DTP dan Material Bangunan Tahan Lonjakan Harga Properti

    PPN DTP dan Material Bangunan Tahan Lonjakan Harga Properti

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan lonjakan harga material bangunan memicu tertahannya pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer. Demikian terangkum dari Survei Harga Properti Residensial di Pasar Primer Bank Indonesia (BI) kuartal IV (Q4)-2021. BI mencatat indeks harga properti residensial di pasar primer pada Q4-2021 tumbuh 1,47 persen (year on […]

  • Tol Semarang-Demak Seksi 2 Beroperasi Fungsional

    Tol Semarang-Demak Seksi 2 Beroperasi Fungsional

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 ruas Sayung – Demak sepanjang 16,31 km bakal beroperasi secara fungsional pada 18 November 2022 mendatang. Uji coba operasionalisasi ruas tol itu sudah berlaku sejak Jumat, 12 November 2022 pukul 15.00 WIB dengan skema buka tutup satu lajur. “Saya […]

  • IKN Harus Lebih Menarik bagi Investor

    IKN Harus Lebih Menarik bagi Investor

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Setidaknya diperlukan anggaran sebesar Rp466 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investor swasta, serta kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). “Pengembangan IKN tidak boleh lepas dari kota-kota yang sudah ada. Pada tahap awal, kebutuhan penduduk di […]

Translate »
expand_less