Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BP2BT Tidak Diminati, Perlu Tambahan Kuota FLPP dan SSB

BP2BT Tidak Diminati, Perlu Tambahan Kuota FLPP dan SSB

  • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sukiryanto dalam Focus Group Discussion (FGD) “Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan” mengatakan bahwa skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT tidak diminati oleh pasar.

Dalam FGD yang mendiskusikan mengenai sektor perumahan tersebut, hadir Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sebagai keynote speaker, dan narasumber lain seperti Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, dan Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida.

Sukiryanto dalam kesempatan tersebut mengusulkan perlunya kuota tambahan bagi pembangunan rumah MBR. “Perlu tambahan kuota melalui SSB sebanyak 130 ribu unit, hal ini karena masih ada lagi kebutuhan pembiayaan rumah subsidi dan skema pembiayaan alternatif seperti BP2BT tidak diminati oleh masyarakat”, pungkas Sukiryanto.

Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto

Lebih lanjut Sukiryanto juga menekankan bahwa peningkatan kuota rumah subsidi sangat diperlukan untuk mengurangi backlog perumahan. Menurut dia, perlu adanya peningkatan kuota rumah subsidi baik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun Subsidi Selisih Bunga (SSB).

“Ini juga sekaligus untuk menekan backlog perumahan, yang saat ini kurang lebih kekurangan 11-12 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)”, ujar Sukiryanto yang juga merupakan Ketua Ikatan keluarga Besar Madura (IKBM) Provinsi Kalimantan Barat.

Program BP2BT sendiri adalah program dari hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia melalui National Affordable Housing Program (NAHP). Melalui Kerjasama yang dimulai pada bulan Desember 2017 ini, Kementerian PUPR mendapatkan bantuan pinjaman lunak sebesar US$ 450 juta atau sekitar Rp 8,08 triliun (kurs Rp 13.500). Adapun dari anggaran sebesar US$ 450 juta tersebut, dialokasikan sebesar US$ 215 juta atau Rp 2,9 triliun untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan US$ 215 juta untuk subsidi BP2BT. Sisanya sebesar US$ 20 juta atau Rp 270 miliar akan dimanfaatkan untuk dukungan kebijakan dan program melalui bantuan teknis.

Pinjaman dari World Bank ini mulanya digunakan untuk memperluas jumlah penerima subsidi perumahan dan ditambah dengan membuka akses bagi pekerja informal untuk mendapatkan KPR bersubsidi serta untuk memperoleh bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.

Berdasarkan paparan dari Menteri PUPR pada FGD tersebut, hingga 21 Desember 2020, program BP2BT sendiri baru terealisasi 1.357 unit atau sekitar 14% dari target 9.500 unit rumah yang akan dibantu. Sedangkan skema FLPP sudah merealisasikan 106.230 unit rumah dari target 102.500 unit atau mencapai 103% dari target. Begitu juga skema SSB yang telah merealisasikan 83.422 unit dari target 175 ribu unit atau mencapai 47% dari target.

Pada tahun 2021, BP2BT ditargetkan untuk membiayai 54.566 unit dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. Sedangkan FLPP ditargetkan dapat membiayai 157.500 unit dengan alokasi sebesar Rp 16,6 triliun. (MRI)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendala Perizinan Disuarakan Peserta Diklat REI Riau

    Kendala Perizinan Disuarakan Peserta Diklat REI Riau

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Pelatihan untuk anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Riau di Pekanbaru, 19 – 20 Oktober 2022, salah satunya mengupas permasalahan kendala perizinan di sektor perumahan di Negeri Lancang Kuning. Isu ini menjadi salah satu topik ulasan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pengembang terkait skema perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. “Produk aturan terkait perizinan di […]

  • Edukasi Sikumbang Usai, yuk ‘Pantengin’ Ketentuan PPDPP Lainnya

    Edukasi Sikumbang Usai, yuk ‘Pantengin’ Ketentuan PPDPP Lainnya

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • 0Komentar

    Pengembang hunian bersubsidi harus melek teknologi digital jika tidak ingin ketinggalan kereta. Pengajuan pembiayaan rumah subsidi kini mengandalkan sistem aplikasi terkomputerisasi besutan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP). Guna mengedukasi para pengembang, berikut ini industriproperti.com menyajikan serial liputan tentang pola alur pembelian rumah subsidi mulai dari aplikasi SiKasep, SiKumbang, hingga nanti pemberlakuan SiPetruk. […]

  • Kemenperin Pacu Penerapan Industri Hijau

    Kemenperin Pacu Penerapan Industri Hijau

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri nasional terus bertransformasi menuju industri hijau. “Kami berharap sektor industri berkontribusi menurunkan emisi karbon dan transisi energi hijau menuju karbon netral dan ekonomi hijau di bumi Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022. Agus menuturkan, upaya pembangunan industri hijau dapat bergulir melalui […]

  • Ilustrasi Emisi Karbon

    Kurangi Emisi Karbon, Pentingnya Dukungan Pemerintah dan Sektor Swasta

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Upaya mengurangi emisi karbon perlu dukungan dari pemerintah kepada sektor swasta dalam, seperti dalam bentuk pemberian insentif. Sedangkan, sektor swasta juga harus melakukan sejumlah langkah penghematan energi untuk mengurangi emisi karbon. “Pemerintah diharapkan dan dukungan mengenai pengadaan insentif bagi yang menggunakan energi terbarukan, penghematan energi, dan low karbon dengan sistem tertentu,” ucap Wakomtap […]

  • UU HPP Resmi Diundangkan, Cermati Waktu Berlakunya

    UU HPP Resmi Diundangkan, Cermati Waktu Berlakunya

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi mengundangkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 pada tanggal 29 Oktober 2021. Hal ini seiring pengesahan UU HPP oleh Pemerintah bersama DPR RI pada Kamis, 7 Oktober 2021. Publik diharapkan dapat mencermati masing-masing ruang lingkup UU HPP yang memiliki waktu pemberlakuan […]

  • Kompak! REI, Apersi dan Himperra Minta SBUM Segera Cair

    Kompak! REI, Apersi dan Himperra Minta SBUM Segera Cair

    • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Belum diterbitkannya dana Subsidi Bantuan Muka (SBUM) untuk program pembiayaan rumah bersubsidi menimbulkan kerisauan bagi para pengembang. Untuk itu, tiga asosiasi pengembang, yakni Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mendesak segera dituntaskannya penerbitan SBUM. Masih tertundanya SBUM juga […]

Translate »
expand_less