Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Ini Harapan Stakeholder untuk UU CK

Ini Harapan Stakeholder untuk UU CK

  • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta melalui webinar bertajuk “Peran Perencana Kota dalam Mendukung Implementasi UU CK di Jakarta”, pada hari Selasa, 22 Desember 2020, mengemukakan sejumlah harapan perencana kota maupun pengembang dalam implementasi Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Hadir dalam diskusi ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Abdul Kamarzuki, dan ratusan peserta secara online.

Anggota Dewan Riset Daerah DKI Jakarta, Adhamaski Pangeran mengungkapkan bahwa Jakarta adalah daerah yang paling siap untuk mengimplentasikan UU Cipta Kerja. “Jakarta sebagai pionir penataan ruang di Indonesia, adalah provinsi yang paling siap untuk mengimplementasikan UU CK. Sebab DKI Jakarta sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) ang menjadi landasan utama perizinan berbasis resiko,” ungkap Adham yang juga Wakil Ketua IAP DKI Jakarta.

Pernyataan Adhamaski ini diperkuat dengan data bahwa baru terdapat sekitar 60 Perda RDTR dari seharusnya terdapat lebih dari 2.000 Perda RDTR di seluruh Tanah Air.

Namun demikian, tidak sedikit juga yang merasa Perda RDTR yang ada akan sulit untuk menangkap arah perkembangan pasar. Oleh karena itu, para pembicara yang hadir dalam webinar tersebut, seperti Hari Ganie, Wakil Ketua Umum Koordinator Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) dan Benny Agus Chandra, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) DKI Jakarta, sama-sama mengusulkan dan sepakat perlunya menyeimbangkan rencana tata ruang dengan dinamika perkembangan kota.

“Perlu ada Analisa Dinamika Spasial Perkotaan, untuk menjadi tools pengambilan keputusan di Forum Penataan Ruang”, usul Hari Ganie.

Adapun Analisa Dinamika Spasial Perkotaan yang dimaksud Hari, memuat analisa mengenai potensi, kelemahan, fasilitas insentif & disinsentif kawasan, analisa bangkitan kawasan, hingga opsi alternatif mitigasi bangkitan kawasan, yang disusun oleh perencana kota bersertifikat.

Senada dengan Hari, Benny dalam paparannya juga menyebut diperlukan adanya Analisa Dinamika Ruang Perkotaan, yang menjadi analisa planologis terkait arah dan dinamika perkembangan kota, batasan ketataruangan, dan kemungkinan optimalisasi investasi dari sudut pengembangan kawasan di sekitar persil dan kota secara keseluruhan.

“Perlu ada Analisa Dinamika Ruang Perkotaan dan memanfaatkan data–data spasial dan non-spasial yang telah tersedia di informasi geospatial: JakartaSatu,” ujar Benny menyambut usulan tersebut.

Adapun dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja maupun dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, diamanatkan akan dibentuk suatu Forum Penataan Ruang, yang dimaksudkan untuk mendorong implementasi penataan ruang yang lebih inklusif kedepannya, dengan beranggotakan perwakilan dari pemerintah dan masyarakat.

Forum Penataan Ruang ini memiliki peran untuk memberikan pertimbangan untuk Persetujuan dan Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Persetujuan KKPR adalah dokumen yang menyatakan kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang selain RDTR. Sedangkan Rekomendasi KKPR adalah dokumen yang menyatakan kesesuaian rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan mempertimbangkan asas dan tujuan penyelenggaraan penataan ruang. (BRN)

 

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembang Bertumbangan, Inikah Akhir Program Sejuta Rumah?

    Pengembang Bertumbangan, Inikah Akhir Program Sejuta Rumah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tiga asosiasi pengembang yang menyumbang pasokan rumah subsidi terbesar di Indonesia yakni Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) serta Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menyesalkan sikap pemerintah yang terus menunda penyesuaian harga rumah subsidi, bahkan justru membuat banyak regulasi baru. Hal tersebut terungkap pada diskusi media […]

  • BNI

    BNI Akad KPP dan FLPP untuk 200 Debitur Singkawang

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berpartisipasi dalam sosialisasi dan akad Kredit Program Perumahan (KPP) serta Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan bertajuk Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Balairung Pemerintah Kota Singkawang, Selasa, 3 Maret 2026, menjadi […]

  • FIABCI Awards

    3 Proyek Prestisius Indonesia Raih 2024 FIABCI Prix d Excellence Awards

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Berbarengan dengan Kongres ke-74 Federasi Realestat Dunia (FIABCI) diselenggarakan FIABCI Prix d’Excellence Awards merupakan penghargaan tertinggi dalam dunia properti dunia di Singapura pada Kamis, 30 Mei 2024. FIABCI World president Budiarsa Sastrawinata menekankan pentingnya penghargaan tersebut sebagai ajang pengakuan terhadap proyek realestat yang memiliki arsiterktur terbaik, keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, dan praktik bisnis yang […]

  • Pengembang Rumah Subsidi di Sumsel Tunggu Kepastian PBG

    Pengembang Rumah Subsidi di Sumsel Tunggu Kepastian PBG

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Realisasi pembangunan rumah subsidi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat bergantung kepada kepastian perizinan terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hingga kini, pengembang masih menunggu kepastian terbitnya PBG. Pada 2021, Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sumsel berhasil merealisasikan pembangunan rumah subsidi sekitar 11.000 unit, dari […]

  • Ilustrasi Backlog Perumahan

    BPKN Terima 6 Ribu Pengaduan, Perumahan Masih Teratas

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) telah menerima sebanyak 6.045 pengaduan selama tahun 2017 hingga 28 April 2021. Bidang perumahan, yakni sebanyak 2.663 pengaduan, menempati urutan teratas yang dikeluhkan konsumen. “Masalah perumahan masih menempati posisi pengaduan masyarakat yang tertinggi. Urutan kedua teratas keluhan konsumen adalah pada sektor jasa keuangan sebanyak 2.170 pengaduan. Transaksi e-commerce […]

  • Penataan Permukiman Warga di Gampong Herbal, Kota Langsa (Foto: Tiara)

    Punya Komitmen Kuat, Kota Langsa jadi Percontohan DAK Terintegrasi

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • 0Komentar

    Langsa –  Kota Langsa, Provinsi Aceh adalah satu dari sebelas Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi pilot project Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi Bidang Air Minum, Sanitasi dan Perumahan pada Tahun Anggaran 2021. Kota Langsa sendiri terpilih karena komitmennya yang kuat dalam melaksanakan relokasi dan pembangunan permukiman baru layak huni bagi keluarga yang tinggal di permukiman kumuh […]

Translate »
expand_less