Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ditanya Harga Baru Rumah MBR, Ini Jawaban Dirjen Pembiayaan PUPR

Ditanya Harga Baru Rumah MBR, Ini Jawaban Dirjen Pembiayaan PUPR

  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih menggodok rencana penyesuaian harga jual rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini, draft usulan harga baru rumah subsidi itu sudah masuk ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

“Besok (Rabu) kita akan mengundang BKF untuk membahas harga baru rumah MBR. Saya akan memastikan prosesnya berjalan. Saya janji akan mengejar harga baru itu ke Kemenkeu,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hery Trisaputra Zuna, saat berbicara pada Rapat Koordinasi DPP & DPD REI Seluruh Indonesia, di Jakarta, Selasa, 19 April 2022.

Desakan kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga jual unit rumah bersubsidi ini mengingat saat ini biaya produksi yang semakin melangit. “Dulu harga besi sebesar Rp 6.500 per kg, sekarang sudah Rp 14.000 per kg. Bagaimana developer bisa membangun rumah bersubsidi kalau tidak ada penyesuaian harga,” tegas Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida.

Menurut Totok, REI telah mengusulkan harga baru rumah bersubsidi di rentang 7% hingga 10%. “Dalam usulan harga jual rumah subsidi, kita harus berkutat ke Kemenkeu. Kami berharap kapan kira-kira penyesuaian harga jual bisa terbit,” tegasnya.

Janji Dikawal

Herry Trisaputra Zuna menyampaikan, pihaknya tidak dapat menjanjikan kapan penyesuaian harga jual rumah subsidi bisa terbit. “Saya khawatir menyampaikan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Saya hanya dapat menginformasikan besok setelah selesai rapat, dan akan mengawal prosesnya,” pungkasnya.

Terakhir kali penyesuaian harga jual rumah bersubsidi pada tahun 2020 lalu. Hal ini sesuai Keputusan Menteri PUPR Nomor: 242/KPTS/M/2020 tentang Batasan Penghasilan Kelompok Sasaran Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi, Besaran Suku Bunga/Marjin Pembiayaan Bersubsidi, Lama Masa Subsidi dan Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah, Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak dan Satuan Rumah Susun Umum, Batasan Luas Tanah dan Luas Lantai Rumah Umum Tapak, Luas Lantai Satuan Rumah Susun Umum serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan. Sedangkan tahun lalu Kementerian PUPR tidak memberlakukan penyesuaian harga jual rumah bersubsidi. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Tokoh Properti Raih Lifetime Achievement Awards di GPA 2023

    Tiga Tokoh Properti Raih Lifetime Achievement Awards di GPA 2023

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia Property Watch (IPW) dan 99 Group Indonesia mengumumkan 84 pemenang Golden Property Awards (GPA) 2023 dalam 19 kategori penghargaan. Pengumuman pemenang disampaikan pada awarding night GPA 2023 di Raffles Hotel Jakarta, 15 Agustus 2023 lalu. Chief Executive Officer (CEO) IPW Ali Tranghanda menyatakan sebagai benchmark ajang prestasi dan apresiasi bisnis properti di […]

  • Penjualan Hunian Positif, Aryana Karawaci Bidik Pasar End-user

    Penjualan Hunian Positif, Aryana Karawaci Bidik Pasar End-user

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • 0Komentar

    TANGERANG – Insentif yang diberikan pemerintah untuk sektor properti berupa Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) terbukti sangat membantu penjualan pengembang residensial di 2022. Kondisi tersebut diprediksi menjadi pemacu optimisme dan pengungkit penjualan di tahun ini. Sianna Sutinah Rustanto, Direktur Utama PT Purinusa Jayakusuma, pengembang Perumahan Aryana Karawaci mengatakan selama dua tahun terakhir […]

  • Puncak Kerap Macet, Pembangunan Tol Caringin-Gunung Mas Dipertimbangkan

    Puncak Kerap Macet, Pembangunan Tol Caringin-Gunung Mas Dipertimbangkan

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- Komisi V DPR RI mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di sepanjang kawasan Puncak-Bogor oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satunya pembangunan jalan tol Caringin, Cisarua, hingga Gunung Mas yang dinilai akan efektif mengurai kemacetan di kawasan Puncak. “Setelah berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Waskita, pembangunan jalan tol sepanjang […]

  • Meriahkan HUT Emas, Keluarga Besar REI Merapat ke Yogyakarta

    Meriahkan HUT Emas, Keluarga Besar REI Merapat ke Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Ulang tahun emas tentunya patut dirayakan secara spesial atau berbeda. Tak terkecuali HUT ke-50 Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) yang diperingati setiap tanggal 11 Februari. Perayaan HUT Emas REI yang dihelat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 19-20 Mei 2022 sekaligus membuktikan eksistensi asosiasi profesi ini. “Ini adalah event besar pertama setelah masa […]

  • realisasi penyaluran KPR flpp mencapai 190.335 unit.

    SiPetruk, Bom Waktu Program Hunian Bersubsidi

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • 0Komentar

    Padang – Kalangan pengembang hunian bersubsidi kembali menyoal aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk). Mereka khawatir program yang segera berlaku efektif per Juli 2021 mendatang bakal memicu macetnya proses pengajuan kredit di Bank Pelaksana sehingga pembangunan hunian bersubsidi menjadi mandek. “Mestinya Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dapat menyikapi berbagai kendala yang mungkin timbul dari […]

  • Ilustrasi Properti Milenial

    Generasi Milenial Berpotensi Dongkrak Pertumbuhan Sektor Properti

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Generasi milenial yang merupakan kelahiran tahun 1981-1996 berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan sektor properti. Jumlahnya yang mencapai sekitar 48 juta jiwa atau sekitar 26 persen dengan jumlah pekerja tetap sekitar 53 persen merupakan yang sangat potensial. “Jumlah penduduk yang tinggi ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk lebih mengembangkan sektor perumahan. Terutama dari sisi pasokan […]

Translate »
expand_less