ads-image

Kementerian PUPR Segera Garap Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan konektivitas di Pulau Bali dengan memulai pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi pada pertengahan tahun 2022.
0
36

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan konektivitas di Pulau Bali dengan mengembangkan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi pada pertengahan tahun 2022. Untuk itu, Kementerian PUPR bersama pihak terkait melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dimulainya rencana pembangunan jalan tol.

“Tadinya kita akan membangun tol di tengah Pulau Bali. Tapi itu pasti akan banyak merusak lingkungan, sehingga kita ambil jalur pantai,” ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan pers, Rabu, 9 Maret 2022.

Jalan tol ini akan menjadi ruas tol pertama yang memiliki jalur sepeda di Indonesia. “Sebab ini merupakan daerah pariwisata maka kita harus sesuaikan,” kata Basuki.

Penandatanganan perjanjian ini oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo serta Direktur Utama PT Tol Jagat Kerthi Bali Tito Sulistio.

Basuki juga mengingatkan untuk selalu menjaga tata kelola bagi dari sisi pendanaan maupun pelaksanaannya. “Tujuannya hanya satu, kualitas dan tata kelola yang baik. Tata kelola harus kita jaga betul. Biasanya penyimpangan terjadi saat pengadaan barang dan jasa, mohon cermati betul-betul,” pesan Menteri Basuki.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan proyek strategis nasional. “Hal ini sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional,” kata Danang.

Tahap Konstruksi

Danang menambahkan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi akan mulai konstruksi pada Juni 2022 seiring proses pembebasan lahan dengan target operasionalisasi pada November 2024. Hadirnya tol ini akan memangkas waktu tempuh Pelabuhan Gilimanuk ke Kawasan Metropolitan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan (Sarbagita) dari semula enam jam menjadi dua jam.

Infrastruktur ini merupakan yang kedua di Bali setelah Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km yang telah beroperasi sejak 2013.  Proyek tol ini memiliki panjang 96,84 km terdiri dari 3 seksi, yakni Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 54,7 km, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 23,17 km dan Soka-Mengwi 18,9 km.

Jalan tol ini akan memiliki enam simpang susun yaitu simpang susun Cekik, simpang susun Banyubiru dan simpang susun Negara. Selanjutnya, simpang susun Pekutatan, simpang susun Soka dan simpang susun Warnasari. Jalan tol ini juga akan memiliki lajur khusus untuk pengguna kendaraan roda 2 pada SS Pekutatan-Mengwi sepanjang 40 km.

Pelaksana proyek Tol Gilimanuk-Mengwi adalah PT Tol Jagat Kerthi Bali selaku konsorsium pemenang lelang. Masa pengusahaan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi selama 50 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan nilai investasi sebesar Rp 24,6 triliun dan IRR sebesar 11,46%.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR atas pembangunan jalan tol ini. “Saya sangat mengapresiasi karena tol ini memiliki jalur untuk mobil, motor, sepeda dan pejalan kaki. Terdapat enam simpang susun dan delapan rest area yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Koster mengusulkan nama tol ini menjadi Tol Jagat Kerthi Bali. Makna nama itu yakni pembangunan jalan tol ini merupakan infrastruktur ekonomi yang memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat Bali. (BRN)

EnglishIndonesian