Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Dunia Usaha Didorong Lakukan Ekspansi

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Dunia Usaha Didorong Lakukan Ekspansi

  • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) dalam Laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2022 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 di angka 5,6%. Untuk itu, Pemerintah berharap adanya pertumbuhan kredit guna menciptakan pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi dunia usaha.

“Kuatnya perekonomian Indonesia yang sudah terlihat tahun ini dan akan berlanjut pada tahun 2023 adalah bukti relatif cepatnya pemulihan ekonomi Indonesia. Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif di 2021 dan adanya fokus penciptaan tenaga kerja selain kesehatan dan perlindungan masyarakat di 2022 tentunya menjadi faktor penting. Kita perlu jaga momentum pemulihan ke depan dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, di Jakarta, Rabu, 26 Januari 2022.

Febrio menjelaskan, prediksi pertumbuhan ekonomi AS mengalami penurunan dari 5,6 persen di 2021, menuju 4,0 persne di 2022, dan 2,6% di 2023. Dalam periode yang sama, proyeksi pertumbuhan Tiongkok adalah 8,1 persen, 4,8 persen dan 5,2 persen. Sedangkan di Eropa sebesar 5,2 persen, 3,9 persen dan 2,5 persen. India diproyeksikan tumbuh tinggi sebesar 9,0 persen di 2021 dan 9,0 persen di 2022, dan kemudian mengalami moderasi menjadi 7,1 persen di 2023.

Sementara di kawasan ASEAN-5, pertumbuhan ekonomi justru berada dalam tren meningkat. Dalam periode 2021-2023, Indonesia diramalkan akan bertumbuh kuat sebesar 3,3 persen, 5,6 persen dan 6,0 persen. Sedangkan Malaysia 3,5 persen, 5,7 persen dan 5,7 persen. Dalam periode yang sama, pertumbuhan PDB Thailand akan berada pada 1,3 persen, 4,1 persen dan 4,7 persen. Adapun Filipina sebesar 4,6 persen, 6,3 persen dan 4,9 persen.

Ekspansi Usaha

Pemerintah berharap dunia usaha melakukan ekspansi usaha dengan meningkatkan pertumbuhan kredit. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi. Data per Desember 2021, pertumbuhan kredit Indonesia sekitar 5,2 persen.

“Kita ingin kredit itu tumbuhnya double digit. Hal ini agar dunia usaha punya sumber-sumber pendanaan untuk membiaya ekpansi usahanya,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Pertumbuhan kredit membuat dunia usaha memiliki pendanaan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dapat membantu memulihkan ekonomi Indonesia. “Semoga ke depan teman-teman pengusaha muda makin yakin dengan pemulihan ekonomi kita, tambah lagi ekspansi dunia usahanya. Ini yang menjadi sumber pertumbuhan,” ujar Wamenkeu.

Lebih lanjut, Wamenkeu menegaskan bahwa kredit atau utang merupakan alat yang digunakan pemerintah dan pengusaha untuk melakukan ekspansi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi. “Utang adalah alat kita. Pengusaha yang sehat itu pasti punya utang. Karena utang memungkinkan pengusaha untuk ekspansi. Di pemerintahan juga sama,” kata Wamenkeu. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • mal baru

    Masih Prospektif, 3 Mal Baru Bakal Hadir di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinyal positif sektor ritel Tanah Air makin menguat yang ditandai dengan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di akhir tahun lalu. Di Jakarta, pengunjung mulai kembali ke ruang ritel atau mal, meski tidak terjadi pada semua kelas ritel. “Sektor ritel merupakan salah satu sub sektor properti yang masih prospektif kedepannya karena fast bounce […]

  • Ilustrasi Lamudi Property Fair

    Lamudi Property Fair Jadi Momentum Pemulihan Sektor Properti

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Perusahaan teknologi yang bergerak di bidang properti (PropTech) terbesar di Indonesia Lamudi.co.id telah menutup acara tahunannya Lamudi Property Fair (LPF) dengan konsep hybrid (online dan offline). LPF 2021 terselenggara pada Desember 2021 ini lebih sukses ketimbang Lamudi Online Property Fair (LOPF) pada Juni 2021 karena proyek properti yang mengikutinya dua kali lebih banyak […]

  • rumah tapak

    Q1, Penjualan Rumah Tipe Menengah Paling Dominan

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Penjualan properti residensial primer triwulan I-2021 secara tahunan mengalami kenaikan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan rumah sepanjang kuartal I-2021 sebesar 13,95 persen (year on year/yoy). Pertumbuhannya terbilang signifikan jika mengacu pada triwulan IV-2020 yang mengalami kontraksi sebesar minus 20,59 persen, maupun kontraksi minus 43,19 persen pada triwulan I-2020. “Penjualan rumah tipe menengah […]

  • pembatalan UU Tapera

    Prahara Putusan MK Soal Pembatalan UU Tapera

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemangku kepentingan sektor perumahan khawatir munculnya prahara ekosistem pembiayaan perumahan seiring pembatalan UU Tapera yang diputuskan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). “Putusan MK itu bisa menjadi prahara. Bagi pekerja mandiri dan pekerja informal, putusan MK itu merupakan angin segar karena ada delay pelaksanaan tapera. Tapi putusan itu juga mengancam ekosistem pembiayaan perumahan karena ketiadaan […]

  • Proses pengerjaan program Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Foto: Istimewa)

    Anggota DPR RI ini Kawal Program Kotaku di Kaltim

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Program Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2021 mulai berjalan di Provinsi Kalimatan Timur. Alhamdulillah, Program Padat Karya Tunai Kotaku tanpa kumuh 2021 ini telah berjalan. Hasilnya sudah tampak dan bisa dirasakan manfaatnya,” ujar Anggota Komisi V DPR RI, Irwan, sesuai keterangan pers yang diterima oleh redaksi industriproperti.com Sebelumnya, Irwan mengungkapkan, […]

  • Paramount Land Pasarkan Hampton East, Harga Mulai Rp4,2 Miliar

    Paramount Land Pasarkan Hampton East, Harga Mulai Rp4,2 Miliar

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Kawasan Tangerang, khususnya Kota Gading Serpong masih menjadi Lokasi favorit Masyarakat yang sedang berburu properti di Jabodetabek termasuk properti komersial. Hal itu ditandai dengan semakin ramainya pusat-pusat bisnis dan komersial yang tersebar di berbagai area di Gading Serpong yang berbatasan langsung dengan area pengembangan BSD dan Tangerang Selatan. Paramount Land, sebagai salah satu […]

Translate »
expand_less