Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Hattrick, Perolehan Pajak Tahun 2023 Lampaui Target APBN

Hattrick, Perolehan Pajak Tahun 2023 Lampaui Target APBN

  • calendar_month Rabu, 3 Jan 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Perolehan pajak sepanjang tahun 2023 mencapai Rp1.869,2 triliun atau setara 108,8% dari target APBN Tahun 2023. Capaian itu naik signifikan sebesar 8,9% ketimbang realisasi tahun 2022 yakni sebesar Rp1.716,8 triliun.

“Penerimaan pajak tahun 2023 ini hattrick, tiga kali goals. Berturut-turut dari 2021, 2022 dan 2023 semuanya di atas 100 persen. Ini kinerja yang harus terus kita jaga,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam siaran pers, Rabu, 3 Januari 2024.

Peningkatan penerimaan pajak karena terjaganya kondisi ekonomi domestik dan adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak sebagai dampak peningkatan aktivitas pengawasan, seperti pengawasan pasca pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela (PPS).

“Kita juga melakukan pengawasan berdasarkan risiko, membentuk komite kepatuhan, dan juga memperluas informasi dan intensifikasi, terutama dengan basis ekonomi digital. Jadi, tidak hanya dari sisi enforcement dan peningkatan basis pajak, kita juga melakukan perbaikan pelayanan pajak,” ujar Menkeu.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya konsisten dalam meningkatkan pelayanan wajib pajak serta menyediakan insentif pajak untuk mendukung perekonomian. Insentif itu antara lain percepatan penyelesaian restitusi bagi wajib pajak orang pribadi dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas pembelian mobil listrik dan pembelian rumah.

Direktorat Jenderal Pajak tidak hanya sekadar memungut dan mengumpulkan (pajak). Mereka juga memberikan insentif dan memperbaiki pelayanan,” kata Menkeu.

Pertumbuhan PBB Tertinggi

Setidaknya ada tiga kelompok yang menduykung pertumbuhan kinerja perolehan pajak sehingga melampaui target dan tumbuh positif. Ketiganya yakni Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp993 triliun atau 101,5% dari target, tumbuh 7,9 persen (year on year/yoy). Lalu, PPN dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mencapai Rp764,3 triliun atau 104,6% dari target dengan angka pertumbuhan sebesar 11,2 persen (yoy). Ketiga adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya yang mencapai Rp43,1 triliun atau 114,4% dari target, atau setara pertumbuhan 39,2%.

Di sisi lain, PPh migas mengalami kontraksi 11,6% (yoy) akibat penurunan harga komoditas migas dengan capaian 96 persen dengan penerimaan Rp68,8 triliun.”Dalam hal ini ada beberapa faktor mengenai penerimaan yang tidak berulang. Yakni saat program Tax Amnesty, dan kedua Program Pengungkapan Sukarela tahun 2022 yang tidak berulang lagi,” ujar Menkeu. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Pemicu Rontoknya Suplai Rumah Subsidi di Papua

    Ini Pemicu Rontoknya Suplai Rumah Subsidi di Papua

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jayapura – Pengembangan rumah subsidi di Provinsi Papua sepanjang empat tahun terakhir terkendala sejumlah persoalan. Habisnya kuota KPR FLPP, bencana banjir bandang disertai longsor di Danau Sentani serta konflik horisontal menjadi pemicu rontoknya suplai rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bumi Cendrawasih. Pasokan terbesar sempat menembus angka tertingginya 5.183 unit rumah pada tahun 2017. […]

  • Pacu KPR Non-Subsidi, Bank BTN Resmikan Sales Center KPR

    Pacu KPR Non-Subsidi, Bank BTN Resmikan Sales Center KPR

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau Bank BTN meresmikan Sales Center KPR BTN Jakarta sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penguasaan pasar (market share) KPR Non-Subsidi di Kantor Cabang Bank BTN Kelapa Gading, Jumat (16/6). Sales Center KPR ini dikhususkan untuk melayani kebutuhan KPR di segmen emerging affluent. Direktur Utama Bank BTN, […]

  • Edisi Oktober 2020

    Majalah REI Edisi Oktober 2020

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • 0Komentar

    Berkolaborasi Untuk Pemulihan Ekonomi Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang digalakkan pemerintah patut didukung semua pihak. Selain membantu masyarakat menengah bawah, stimulus ini diharapkan juga membantu banyak Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan pelaku usaha di sektor lain yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga dapat […]

  • Tingkatkan Daya Saing, REI Uji Kompetensi Pengembang Daerah

    Tingkatkan Daya Saing, REI Uji Kompetensi Pengembang Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali menggelar sertifikasi uji kompetensi terhadap developer di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bukti kesadaran kolektif REI mengenai pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) insan pengembang guna mendukung keberlanjutan bisnis perumahan di daerah. “Yang mesti kita jaga adalah anggota REI harus memiliki kapasitas, mampu mendeterminasi, serta […]

  • Berpotensi Tumbuh, Sektor Properti Tetap Perlu Ditopang Stimulus

    Berpotensi Tumbuh, Sektor Properti Tetap Perlu Ditopang Stimulus

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Sektor properti di tahun 2023 diyakini masih bergerak positif sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga keuangan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh hingga 5%. Namun masih tetap dibutuhkan stimulus dari pemerintah untuk mendukung perusahaan properti dalam memberikan produk terbaik bagi masyarakat. Demikian kesimpulan dari media talkshow bertajuk “Pertumbuhan Sektor Properti; Peluang dan […]

  • Investor Ritel dari Kalangan Milenial Masih Minim

    Investor Ritel dari Kalangan Milenial Masih Minim

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Peluang investor domestik di Indonesia relatif sangat besar. Namun, kontribusi kalangan milenial sebagai investor ritel terbilang masih rendah. “Kalau tahun 2019 baru ada sekitar 2,5 juta orang yang menjadi investor ritel, tapi di bulan Juni 2021 ini angkanya meningkat hingga 125% sehingga menjadi 5,6 juta investor ritel. Apakah angka itu besar? Iya, kalau […]

Translate »
expand_less