Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kompak! REI, Apersi dan Himperra Minta SBUM Segera Cair

Kompak! REI, Apersi dan Himperra Minta SBUM Segera Cair

  • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Belum diterbitkannya dana Subsidi Bantuan Muka (SBUM) untuk program pembiayaan rumah bersubsidi menimbulkan kerisauan bagi para pengembang. Untuk itu, tiga asosiasi pengembang, yakni Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mendesak segera dituntaskannya penerbitan SBUM.

Masih tertundanya SBUM juga memicu penundaan proses akad Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Pasalnya, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempersyaratkan agar proses pencairan akad KPR FLPP menunggu diterbitkannya SBUM.

“Tertundanya penyaluran program SBUM di awal tahun 2021 ini juga berimplikasi terhadap penundaan penyaluran dana KPR FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu berdampak bank pelaksana penyalur menunda proses akad KPR FLPP selama program SBUM belum berjalan,” tegas Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI, Paulus Totok Lusida, di Jakarta, Senin, 25 Januari 2021.

Menurut Totok, penundaan tersebut sangat berdampak pada tertundanya realisasi pemilikan rumah untuk MBR dan juga berdampak signifikan bagi para pengembang perumahan bersubsidi. “Sebanyak 90 persendari pengembang rumah subsidi termasuk golongan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain berdampak pada cashflow pengembang, penundaan akad KPR FLPP juga akan menyulitkan pemenuhan kewajiban kepada perbankan dan pihak lainnya,” tukasnya.

Ketua Umum DPP Himperra Endang Kawidjaja menambahkan, program SBUM diharapkan dapat melekat dengan KPR Bersubsidi. “Kami berharap tidak ada lagi perbedaan waktu pencairan antara SBUM dengan KPR Bersubsidi. Ibarat anak kembar, keduanya harus senantiasa seiring sejalan,” ujar Endang.

Untuk itu, ketiga asosiasi pengembang perumahan itu telah melayangkan usulan kepada Menteri PUPR guna menyampaikan aspirasinya terkait persoalan tertundanya SBUM yang memicu efek domino terhadap tertundanya akad KPR FLPP. Ketiganya kompak mengusulkan agar program penyediaan papan bersubsidi dapat bergulir sebagaimana mestinya, maka sebaiknya SBUM melekat pada KPR FLPP. “Selain itu, SBUM juga diharapkan dapat berlaku surut, termasuk dapat melampaui tahun anggaran,” imbuh Totok.

“Beredar informasi bahwa apabila SBUM tertinggal maka KPR Subsidinya juga akan dibatalkan. Padahal persoalannya bukan di debitur rumah MBR. Ini tentunya sangat merugikan pihak debitur dari kalangan MBR. Tidak hanya itu, pengembang juga ikut dirugikan karena belum menerima pencairan dana dari hasil akad KPR subsidi,” tutup Endang. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grand Dawuan City

    Grand Dawuan City, Hunian bagi Pekerja Industri dan Milenial di Cikampek

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • 0Komentar

    CIKAMPEK – Tahap pertama pembangunan Grand Dawuan City, salah satu proyek hunian terbesar dan eksklusif di kawasan Cikampek, Jawa Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Dari sekitar 170 unit yang dibangun, lebih dari 50 persen kini telah dihuni. Proyek ini memiliki izin lokasi seluas 100 hektar dan saat ini difokuskan pada tahap awal yang mencakup area seluas […]

  • Tagih Hak Negara, Pemerintah Sita Aset Obligor BLBI

    Tagih Hak Negara, Pemerintah Sita Aset Obligor BLBI

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah secara simbolis melakukan pengambilalihan dan penguasaan aset-aset sebagai penggantian dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Jumat, 27 Agustus 2021. Penguasaan fisik melalui pemasangan plang pengamanan terhadap 49 bidang tanah seluas 5.291.200 m2 yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor. “Hari ini kita mencoba mendapatkan salah satu aset dari obligor yang selama […]

  • BP Tapera Optimistis Kinerja 2023 Capai Target

    BP Tapera Optimistis Kinerja 2023 Capai Target

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah sesuai target. Pada 2022, realisasi penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) BP Tapera mencapai 226 ribu unit senilai Rp 25,15 triliun atau sesuai target yang dicanangkan. Sementara per September 2023, realisasi penyaluran dana FLPP mencapai 166.883 unit senilai Rp 18,91 triliun. Sampai akhir […]

  • kredit properti

    Februari 2022, Kredit Properti Tembus Rp1.124 T

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pertumbuhan kredit sektor properti pada Februari 2022 tercatat sebesar Rp1.124 Triliun atau tumbuh 5,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada bulan Januari 2022 yang sebesar 5,4 persen. “Penyaluran kredit sektor properti pada Februari 2022 tumbuh 5,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2022 (5,4 persen, yoy), baik pada […]

  • Pemerintah Ingin Libatkan Islamic Development Bank Garap Perumahan

    Pemerintah Ingin Libatkan Islamic Development Bank Garap Perumahan

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia meminta dukungan Islamic Development Bank (IsDB) untuk pengembangan sektor perumahan di tanah air. Hal ini diutarakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti pertemuan dengan Presiden IsDB Dr. Muhammad Sulaiman Al Jasser, di Washington DC, akhir pekan lalu. “Indonesia berharap kerja sama yang terjalin dapat diperluas ke sektor ekonomi lain. Termasuk […]

  • Viona Karawaci

    Viona Karawaci Fokus Pembangunan, Kejar Manfaat PPN DTP

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • 0Komentar

    TANGERANG – Perusahaan properti, PT Purinusa Jayakusuma terus mengejar pembangunan sebanyak 70 unit rumah di Viona Karawaci, Tangerang. Hal itu dilakukan agar konsumen dapat memanfaatkan program stimulus pemerintah yaitu Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Diluncurkan pada akhir Maret 2025 lalu, proyek ini merupakan produk terbaru dari Aryana Karawaci mengusung konsep private cluster. Direktur […]

Translate »
expand_less