Minat Investasi Properti di Indonesia Masih Aktif, Yuk Semangat!

Di 2023, pasar akan melihat semakin banyak pemain baru di bisnis pergudangan
0
4

JAKARTA – Sepanjang tahun 2022, minat para investor asing dan lokal terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi properti masih terpantau aktif. Selain sub-sektor properti pergudangan modern dan rumah tapak (landed house), sub-sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre) juga semakin dilirik. Lalu, bagaimana dengan sub-sektor pusat perbelanjaan?

James Allan, Country Head Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia mengatakan sub-sektor pergudangan modern paling banyak diminati pelaku bisnis properti. Menurutnya, pembangunan ruas jalan tol baru, jalan tol lingkar luar dan infrastruktur lainnya yang cukup pesat di Indonesia turut memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor properti tidak hanya di Jabodetabek tetapi di kota-kota lainnya.

“Kami juga memantau meningkatnya minat dari investor untuk mengakuisisi hotel dan resort di Indonesia yang saat ini sedang bertumbuh, baik investor domestik maupun internasional. Ke depan, industri pariwisata akan terus membaik dan kondisi perekonomian Indonesia juga sedang menguntungkan,” ungkap James Allan pada media briefing bertajuk Jakarta Property Market Overview 4Q 2022 secara virtual yang ditulis Jumat (3/2/2023).

Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL Indonesia menyebutkan tambahan pasokan yang diiringi dengan permintaan yang tetap sehat dari penyedia jasa logistik dan manufaktur (end-user) diprediksi akan terus menjadi pendorong utama permintaan ruang gudang modern di 2023.

Di paruh kedua tahun lalu, tercatat ada lima proyek pergudangan baru yang masuk ke pasar di timur Jakarta yakni Cikarang dan Bekasi dengan total luas sekitar 151.600 meter persegi.

“Karena ada pasokan baru yang signifikan, tingkat hunian ruang pergudangan modern di Jabodetabek di kuartal akhir 2022 sedikit turun menjadi 92%, tetapi masih cukup baik (stabil),” ujarnya.

JLL memproyeksikan di 2023 pasar akan melihat semakin banyak pemain baru di bisnis pergudangan yang akan berkontribusi terhadap pasokan ruang gudang modern di masa mendatang terutama di Jabodetabek. Hal itu akan menciptakan persaingan yang meningkat di beberapa lokasi seperti Cikarang dan Bekasi.

“Untuk gudang sewa, pengembang harus lebih fleksibel dalam menetapkan tarif sewa dan aktif memberikan insentif seperti gratis periode sewa dan skema inkremental yang menarik untuk menarik penyewa,” papar Farazia Basarah.

Realisasi investasi di sektor properti diproyeksi mengalami kenaikan pada 2023. Hal itu didukung capaian positif pada tahun 2022 yang menunjukkan pemulihan. Data resmi Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, mantap berada di peringkat lima besar penyumbang realisasi investasi di Indonesia sepanjang tahun 2022.

Total realisasi investasi di Indonesia sepanjang tahun 2022 mencapai Rp1.207 triliun, baik investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Dimana sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menempati peringkat keempat dengan realisasi mencapai Rp109,4 triliun.

Pusat Perbelanjaan

Sementara itu, sub-sektor pusat perbelanjaan yang cukup lama terpuruk selama pandemi Covid-19 sudah mulai merangkak bangkit. Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia mengungkap pada triwulan akhir tahun 2022, pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas di Jakarta sudah kembali menikmati tingkat kunjungannya.

“Diperkirakan tingkat kunjungan akan terus meningkat sebagai dampak dicabutnya PPKM pada akhir tahun lalu,” ungkapnya.

Permintaan ruang ritel di kuartal akhir 2022 didukung para peritel yang melakukan ekspansi di pusat perbelanjaan yang baru mulai beroperasi. Jika melihat dari industri peritel, bisnis makanan dan minuman (F&B) masih menjadi penyewa paling aktif dalam melakukan ekspansi.

Harga sewa juga telah meningkat perlahan tapi pasti di Jakarta. Harga sewa naik 1,4% secara kuartalan dan 2,9% secara tahunan di akhir 2022.

Di tahun 2023, pasokan pusat perbelanjaan baru di Jakarta diperkirakan akan bertambah sekitar 115.000 meter persegi.

“Kami memperkirakan beberapa penyelesaian proyek pusat perbelanjaan pada tahun 2023. Proyek-proyek baru ini kemungkinan besar akan menambah tingkat kekosongan akibat pasokan meningkat,” sebut Yunus Karim. (MRI)