Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pecahkan Masalah LSD, Harus Ada Titik Temu

Pecahkan Masalah LSD, Harus Ada Titik Temu

  • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) menjadi satu momok bagi pengembang. Sebab, lahan mereka yang sudah mendapat izin tetapi belum dibangun tiba-tiba ditetapkan sebagai LSD. Untuk itu, harus ada titik temu antara pemerintah dengan pengembang untuk memecahkan permasalahan ini.

“LSD Saya lihat aturan yang menjadi satu momok buat developer. Ini memang sesuatu yang harus ada titik temu antara pemerintah dengan para pengembang yang mereka sebenarnya sudah menguasai lahan itu sebelum aturan ini dibuat,” ucap Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam virtual Media Briefing, Rabu, 5 Oktober 2022.

Lebih jauh Ferry mengatakan, permasalah tidak akan muncul ketika aturan diterapkan sejak awal. Sebab, saat mengakuisisi lahan, pengembang sudah mengetahui lokasi lahan yang tidak boleh dikembangkan karena termasuk dalam kategori lahan sawah dilindungi.

“Tapi, begitu aturan ini diluncurkan, lahan-lahan yang tadinya tidak terlalu bermasalah dengan zoning dan lain-lain menjadi lahan yang dihuni untuk kebutuhan pangan. Beda ceritanya kalau aturan LSD ini diterapkan sejak awal sehingga pada saat akuisisi lahan, mereka akan tahu titik mana yang kira-kira tidak bisa dikembangkan,” urai Ferry.

Adapun aturan terkait LSD tertuang dalam Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor: 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 tentang Penetapan Peta LSD pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Bagaimana dengan PBG?

Permasalah lainnya adalah terkait dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).  Head of Office services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo mengatakan, beleid tersebut belum terlaksana dengan baik di lapangan.

“Memang di Indonesia yang namanya aturan baru biasanya sosialisasinya, persiapannya suka tidak rapih sehingga mungkin awal-awalnya akan ada adjustment. Penyesuaian-penyesuaian ini yang biasanya sedikit menghambat,” ucap Bagus.

Namun, Bagus percaya bahwa aturan PBG ke depan dapat mempercepat pertumbuhan industri properti. “Tetapi secara umum, saya percaya tidak menghambat karena itu adalah sistem yang dibentuk untuk membantu percepatan pertumbuhan properti. Artinya, mungkin sistem dibuat lebih cepat,” pungkas Bagus. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Properti Jakarta

    Kinerja 3 Subsektor Properti H2 2024, Apartemen Konsisten Tumbuh

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Tiga subsektor properti, yaitu kondominium, apartemen dan perkantoran tumbuh positif di Semester II 2024. Dari ketiga subsektor properti tersebut, apartemen sewa menunjukkan peningkatan yang konsisten sepanjang tengah tahun kedua 2024. “Sektor apartemen sewa menjadi salah satu sektor yang terus konsisten mengalami peningkatan dan membaik, meski perlahan. Namun, selepas tahun ini, stok apartemen sewa […]

  • investasi properti

    Stimulus tak Cukup, Investasi Properti Masih Terganjal Perizinan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Realestat Indonesia atau REI menyebutkan di tengah berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada sektor properti, berbagai kendala perizinan masih menghambat iklim investasi properti. Asosiasi pun mendesak pemerintah turun tangan untuk menuntaskan hambatan tersebut agar kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional meningkat. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menegaskan bahwa pemerintah saat ini […]

  • Yakin Pasar KPR Tumbuh, BTN Gencar Gandeng Pengembang

    Yakin Pasar KPR Tumbuh, BTN Gencar Gandeng Pengembang

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perbankan dan pengembang sepakat untuk menyambut tahun 2023 dengan optimisme, meski ada tekanan dari kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global. Untuk itu, sinergitas perbankan dan pelaku usaha properti perlu terus ditingkatkan. Hal tersebut ditegaskan Senior Vice President Nonsubsidize Mortgage and Personal Lending Bank Tabungan Negara (BTN) Iriska Dewayani kepada wartawan usai acara perjanjian kerja […]

  • Kepala Daerah Diminta Kembangkan Kota Sesuai Potensi

    Kepala Daerah Diminta Kembangkan Kota Sesuai Potensi

    • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah daerah untuk menyesuaikan desain dan pengembangan tata kota dengan potensi yang ada di daerah. “Hati-hati yang namanya tata kota. Seluruh kabupaten dan kota itu harus mulai mendesain kotanya dengan baik, sehingga setiap kota dan kabupaten memiliki diferensiasi,” kata Kepala Negara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum […]

  • Menparekraf Incar 1,5 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Bali

    Menparekraf Incar 1,5 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Bali

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mematok target kunjungan 1,5 juta wisatawan mancanegara dengan tingkat pengeluaran tinggi dan masa berkunjung yang panjang ke Bali. Hal ini seiring upaya membangkitkan kembali perekonomian di Pulau Dewata.  “Kami melakukan sinkronisasi menyelaraskan beberapa rencana promosi ke depan. Bali masih menjadi top of mind wisatawan mancanegara. Dengan era ekonomi baru […]

  • Sektor Informal dan Milenial Perlu Dapat Prioritas BP Tapera

    Sektor Informal dan Milenial Perlu Dapat Prioritas BP Tapera

    • calendar_month Jumat, 24 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akhirnya resmi menjadi Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2022 mendatang. Hal itu menyusul penandatanganan Perjanjian Investasi antara Kementerian Keuangan dengan BP Tapera, Rabu (22/12) lalu. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut baik ditunjuknya BP Tapera dalam pengelolaan FLPP. […]

Translate »
expand_less