Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Penyaluran FLPP Kuartal II-2022 Lampaui Target

Penyaluran FLPP Kuartal II-2022 Lampaui Target

  • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 4 Juli 2022 tercatat sebanyak 101.492 unit senilai Rp 11,27 triliun. Jumlah tersebut setara 44,91 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Keuangan kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Sepanjang kuartal II-2022, penyaluran FLPP sebesar 99.557 unit senilai Rp 11,06 triliun atau 44,05 persen dari target tahun 2022.

“Semester I tahun 2022 kami mendapat target untuk menyalurkan dana FLPP sebanyak 41 persen dari 226 ribu unit. Alhamdulillah telah tersalurkan 44,05 persen dari target. Kami akan selalu mengawal. Tidak hanya dari sisi penyaluran dana, namun juga dari sisi ketepatan sasaran dan kualitas bangunan,” ungkap Komisioner BP Tapera, Adi Setianto dalam keterangan persnya, Selasa, 5 Juni 2022.

Penerima manfaat dana FLPP ini untuk Q-2 tahun 2022, tertinggi untuk usia 26 – 30 tahun sebanyak 33.249 unit. Berikutnya, usia 19 – 25 tahun sebanyak 30.536 unit, dan usia 31 – 35 sebanyak 17.273 unit. Selanjutnya, untuk jenjang usia 36 – 40 tahun sebanyak 10.413 unit dan sisanya melebihi usia 40 tahun sebanyak 8.086 unit.

Pekerja swasta mendominasi penerima dana FLPP yaitu 93.010 orang. Berikutnya, pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 4.011 orang dan TNI/Polri sebanyak 2.536 orang.

Dari bank penyalur, lima bank tertinggi dari sisi penyaluran adalah Bank BTN baik konvensional maupun syariah sebanyak 65.882 unit, berikutnya BNI sebanyak 9.311 unit, BRI 8.831 unit dan BJB sebanyak 4.290 unit, serta BSI sebanyak 3.157 unit.

“Kami masih optimis untuk Q-3 tahun 2022 target sebesar 68 persen dari 226 ribu unit akan dapat kami salurkan dengan baik,” papar Adi Setianto.

Kualitas Hunian

BP Tapera tidak saja hanya memastikan penyaluran dana FLPP dapat memenuhi target, melainkan kualitas bangunan menjadi perhatian khusus. Dengan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) yang telah ada saat ini, BP Tapera akan menggandeng pihak ketiga dalam hal proses verifikasi unsur atau komponen bangunan dari pengembang.

“Kami terus berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Koordinasi terkait teknis pelaksanaan demi menjaga kualitas bangunan rumah subsidi. Kami berharap dalam waktu dekat atau di tahun ini sudah dapat terealisasi,” imbuh Adi Setianto.

Hasil verifikasi akan menjadi salah satu syarat bagi para pengembang untuk memasukkan datanya ke aplikasi Sistem Kumpulan Pengembang (SiKumbang), yang selanjutnya dapat tampil dalam aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep). Hal itu sebagai upaya BP Tapera dalam memastikan rumah yang akan dibeli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah rumah layak dihuni. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • MK: Pasal 50 UU 20/2011 Tentang Rumah Susun (rusun) Inkonstitusional

    MK: Pasal 50 UU 20/2011 Tentang Rusun Inkonstitusional

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Polemik menghilangnya fungsi non-hunian di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun (rusun), khususnya di dalam Pasal 50 memasuki babak akhir. Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun bertentangan dengan UUD 1945. “Menyatakan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (Lembaran […]

  • BEFA Industrial Hub

    Bekasi Fajar Industrial Estate Luncurkan BEFA Industrial Hub

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) resmi memulai pembangunan BEFA Industrial Hub yang berlokasi di kawasan MM2100, Cibitung, Rabu (17/9). Proyek ini menghadirkan bangunan industri multiguna siap pakai (Standard Factory Building – SFB) untuk mendukung kebutuhan pabrik, manufaktur ringan, dan pergudangan di wilayah Bekasi. Peletakan batu pertama (groundbreaking) ini menandai dimulainya pembangunan […]

  • PPN DTP

    Perpanjangan PPN DTP Properti 2026 Pacu Industri Manufaktur

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun hingga 31 Desember 2026 dinilai tepat untuk memacu industri manufaktur nasional. Kebijakan yang diambil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sektor ekonomi yang memiliki keterkaitan luas dengan […]

  • Perizinan Dipangkas! Mendagri Pastikan Perkada PBG dan BPHTB Sudah Selesai

    Perizinan Dipangkas! Mendagri Pastikan Perkada PBG dan BPHTB Telah Rampung

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah. Salah satu bentuknya adalah melalui kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Supaya harganya murah (terjangkau bagi MBR) rumah-rumah ini. Pengembang menjual lebih murah dengan bebas […]

  • Patut Dicoba! Kreasi Tekstur Bikin Ruang Tamu Jadi Lebih Hidup

    Patut Dicoba! Kreasi Tekstur Bikin Ruang Tamu Jadi Lebih Hidup

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Ruang tamu bisa diibaratkan sebagai “etalase” rumah karena di sinilah area pertama yang dilihat tamu, mencerminkan gaya personal pemilik, dan menjadi pusat estetika rumah. Sering ditemui, ruang tamu terasa datar alias kurang “hidup”. Bukan karena pilihan warna yang salah, melainkan akibat permainan tekstur yang kurang maksimal. Untuk membuat ruang tamu terasa lebih hidup, […]

  • Guru Besar UGM: Perlu Perubahan Paradigma Pembangunan Perumahan

    Guru Besar UGM: Perlu Perubahan Paradigma Pembangunan Perumahan

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan – Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Budi Prayitno menyatakan perlu adanya pergeseran paradigma dalam pembangunan perumahan dari pendekatan subyek penerima manfaat ke pendekatan sistem kolaboratif berskala besar. Usulan tersebut disampaikannya pada Orasi Ilmiah bertema “Perumahan Kolaboratif Skala Besar Berbasis Komunitas dalam Arus Perubahan” pada Musyawarah Besar (Mubes) II dan Tasyakuran Milad X The Housing […]

Translate »
expand_less