Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » PPDPP Resmi Tutup Layanan KPR FLPP

PPDPP Resmi Tutup Layanan KPR FLPP

  • account_circle Oki Baren
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021

Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR secara resmi menutup penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) per 31 Oktober 2021. Penyaluran FLPP tahun 2021 ditutup tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 yakni sebanyak 178.728 unit. Jumlah itu setara Rp 19,57 triliun atau sebesar 113,48 persen dari target tahun 2021 yaitu sebanyak 157.500 unit.

“Pencapaian tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010 silam. Tertinggi tidak hanya dari sisi penyaluran unit, tapi juga dari dana yang disalurkan kepada masyarakat sebesar Rp 19,1 triliun dan dalam waktu hanya 10 bulan,” ungkap Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin dalam siaran persnya, Senin, 1 November 2021.

Penutupan penyaluran FLPP oleh PPDPP ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan No. 111 Tahun 2021 tentang Mekanisme Pengalihan Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Penarikan Kembali Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan oleh Pemerintah.

Berdasarkan data PPDPP, total penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010 hingga tahun 2021 mencapai 943.583 unit atau senilai Rp 75,176 triliun. Rinciannya, sebanyak Rp60,255 triliun merupakan dana DIPA dan sisanya dana perguliran FLPP. Adapun penyaluran dana FLPP tahun 2021 ini dengan capaian service level agreement (SLA) sebesar 100% dari 2.635 berkas yang seluruhnya diproses kurang dari tiga hari kerja dengan rata-rata SLA selama 9 jam/0,4 hari.

Sepanjang penyaluran FLPP, tahun 2010 tercatat 7.958 unit, tahun 2011 sebanyak 109.593 unit, 64.785 unit (tahun 2012), dan tahun 2013 sebanyak 102.714 unit. Berikutnya, tahun 2014 mencapai 76.058 unit, tahun 2015 sebanyak 76.489 unit, dan 58.469 unit pada tahun 2016. Untuk tahun 2017 sebanyak 23.763 unit rumah, tahun 2018 57.939 unit, tahun 2019 disalurkan sebanyak 77.835 unit, dan 109.253 unit pada tahun 2020 lalu.

Arief menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada 41 bank pelaksana yang telah berkontribusi untuk menuntaskan target sesuai dengan komitmen yang ditetapkan. “Sebanyak 38 bank pelaksana telah menyalurkan dana sebanyak 80 persen ke atas dari kuota yang ada. Ini berkat kerja keras semua pihak, memanfaatkan waktu singkat untuk hasil optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arief menegaskan, meskipun penyaluran dana FLPP di tahun 2021 telah tutup buku, pengembang, perbankan dan masyarakat berpenghasilan rendah tidak perlu risau. Pasalnya, saat ini pemerintah masih menyediakan bantuan pembiayaan perumahan dengan skema lain hingga akhir tahun 2021, yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR.

Sisa waktu hingga Desember nanti, menurut Arief, akan dimanfaatkan optimal guna melakukan persiapan peralihan program FLPP ke BP Tapera tahun 2022 nanti. “Proses peralihan FLPP dari PPDPP ke BP Tapera membutuhkan persiapan adminstrasi yang harus segera kami selesaikan.  Antara lain penyelesaian audit dari BPKP, laporan penutup serta perjanjian tripartit antara PPDPP, Bank Pelaksana dan BP Tapera terkait FLPP. Diharapkan dua bulan terakhir ini seluruhnya dapat berjalan lancar agar layanan yang kami lakukan dapat terus berjalan di lembaga baru,” imbuh Arief. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Bahas Konsep Hunian Korban Bencana

    BNPB Bahas Konsep Hunian Korban Bencana

    • calendar_month Kam, 17 Des 2020
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Wilayah Indonesia yang berada pada posisi ring of fire (daerah rawan letusan gunung berapi dan gempa bumi) menimbulkan tantangan terkait penanganan pasca bencana terutama masalah pengadaan hunian pengganti bagi para korban bencana. Sejumlah aspek teknis terkait penyediaan hunian layak bagi para korban bencana menjadi fokus perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kualitas material […]

  • KIH Gresik Pacu Pertumbuhan Keuangan Syariah

    KIH Gresik Pacu Pertumbuhan Keuangan Syariah

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, bakal mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah. Salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah pengembangan industri halal. “Pemerintah mendorong pertumbuhan KIH. Pengembangan KIH merupakan salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ucap Wapres Ma’ruf Amin, saat menerima […]

  • Aplikasi Ini Tingkatkan Industri Kreatif Bumi Cendrawasih

    Aplikasi Ini Tingkatkan Industri Kreatif Bumi Cendrawasih

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2-15 Oktober 2021, Panitia Besar (PB) PON me-launching aplikasi Papua Tourism. Aplikasi ini bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan industri kreatif, potensi wisata dan budaya di Bumi Cendrawasih. “Dalam menuju 40-an hari ke depan, kita harus bisa memastikan bahwa kita bisa memunculkan semua apa yang kita miliki. […]

  • BSI Guyur Pasar KPR FLPP Syariah

    BSI Guyur Pasar KPR FLPP Syariah

    • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk bakal menggelontorkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 14.100 unit rumah bersubsidi untuk tahun ini. Kuota KPR Subsidi untuk tahun 2021 menempatkan bank hasil merger tiga anak usaha bank pelat merah ini pada posisi tiga teratas Bank Pelaksana KPR FLPP setelah PT Bank […]

  • Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    • calendar_month Ming, 28 Feb 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020 hanya tercapai 7.300 unit. Angka itu jauh dari kebutuhan rumah di Sumbar yang kini diperkirakan mencapai 120 ribu unit. Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Barat, Ardinal menyatakan, ketimpangan antara rantai pasok […]

  • Pengamat: Pemerintah Tidak Fokus Urusi Sektor Perumahan!

    Pengamat: Pemerintah Tidak Fokus Urusi Sektor Perumahan!

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kehadiran kembali kementerian khusus yang fokus menanggani perumahan menjadi suatu keniscayaan yang sedang ditunggu-tunggu masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) perumahan. Pengamat Properti Nasional, Panangian Simanungkalit berpendapat harus ada lembaga kementerian yang fokus untuk menyelesaikan backlog nasional. Sejak Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dilebur ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di masa pemerintahan […]

Translate »
expand_less