Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Urus Izin Tanah, Pengembang Bakal Wajib Gabung Asosiasi

Urus Izin Tanah, Pengembang Bakal Wajib Gabung Asosiasi

  • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengakomodasi masukan bahwa pengembang yang akan mengajukan penerbitan perizinan pertanahan harus tergabung dalam asosiasi developer. Usulan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ini bertujuan mengantisipasi praktik pengembang nakal yang merugikan konsumen.

“REI mengusulkan agar dalam penerbitan perizinan di Kementerian ATR/BPN, mesti ada persyaratan yang mewajibkan pengembang menjadi anggota asosiasi perumahan,” ungkap Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Bidang Tata Ruang Hari Ganie, kepada industriproperti.com di Jakarta, Selasa, 6 Maret 2021.

Hari menyebut, saat ini tercatat setidaknya 20 asosiasi pengembang perumahan yang terdaftar di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Developer yang akan mengajukan perizinan pertanahan dapat memilih menjadi anggota salah satu asosiasi resmi yang terdaftar di Kementerian PUPR,” ujarnya.

Anggota Asosiasi

Menurut Hari, kepesertaan developer sebagai anggota asosiasi pengembang perumahan adalah hal mutlak. “Hal ini penting guna menghindari pengembang nakal yang tidak ikut asosiasi dan tidak melayani kepentingan konsumen dengan baik,” ucap Hari seraya menambahkan,

“Menteri ATR/Kepala BPN sangat setuju. Sebab usulan ini sangat baik demi menertibkan pengembang perumahan yang nakal,” ucap Hari.

Untuk diketahui bahwa dari total 11.109 pengembang terdaftar di Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG) PPDPP, 4.932 atau 43,83 persen adalah Pengembang anggota REI. Jumlah anggota REI secara keseluruhan adalah sebanyak 4.932 anggota pada tahun 2021.

Dari  jumlah terebut sebanyak 80 persen merupakan gnggota di Rumah MBR. Selain itu, anggota REI sebanyak 52 Developer berada di Bursa Efek dengan Market Cap Rp 264 triliun (33 persen), Ekivalen ±800 triliun (100 persen), yang belum terkonsolidasi 3-4 Kali.

Adapun sektor properti memiliki peran yang besar terhadap perekonomian, seperti berkontribusi sebesar 2,7 persen terhadap PDB Nasional.  Kemudian, sebagai penyediaan rumah rakyat (rata 250 – 300rb per tahun) dan penyediaan infrastruktur (40 persen PSU). Selain itu, sektor properti berkontribusi dalam peningkatan PAD dan penerimaan Pajak (30 persen-70 persen dari transaksi).  (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi UU CK

    4 Langkah Pemerintah Soal Revisi UU CK

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memiliki waktu dua tahun untuk merevisi UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) sejak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dibacakan. Setidaknya, ada empat langkah pemerintah guna menindaklanjuti putusan tersebut. “Dengan waktu dua tahun ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk meyelesaikan arahan dari Mahkamah Konstitusi,” ucap Asisten Deputi Moneter dan Sektor […]

  • Penerimaan Pajak Semester I 2022 Tumbuh 56 Persen

    Penerimaan Pajak Semester I 2022 Tumbuh 56 Persen

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Penerimaan pajak per semester I tahun 2022 tercatat sebesar Rp 868,3 triliun. Nominal itu tumbuh sebesar 55,7 persen dengan capaian 58,5 persen dari target yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Perpres 104/2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022. “Harapannya ini akan konsisten hingga akhir tahun. Walaupun ada […]

  • Pasar Properti

    Investor Mulai Aktif di Pasar Properti Indonesia

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pasar properti Indonesia menjadi tujuan menarik bagi para investor untuk berinvestasi. Salah satu sebabnya adalah Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia, proporsi penduduk usia produktif yang besar, dan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. “Saat ini, investor asing dan lokal terlihat aktif dalam mencari peluang di beberapa sektor properti, seperti logistik, pusat […]

  • Kuala Lumpur (Foto: thetowerinfo.com)

    Begini Aturan P3SRS di Malaysia

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Negara – negara di ASEAN punya kemiripan soal pengaturan pengelolaan rumah susun. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan Singapura membangun dan mengelola public housing (rumah rakyat). Malaysia pun juga banyak belajar dari pengelolaan rumah susun (rusun) dari Singapura, hingga akhirnya Negeri Jiran ini sukses menarik masuknya investasi rusun ke negaranya. Dalam rangka berbagi […]

  • KEK Mandalika (Foto: Cahyadi Sugi/Shutterstock)

    Konstruksi Jalan KEK Mandalika Sudah 78 Persen!

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, memastikan pembangunan Jalan Kawasan Khusus (JKK) KEK Mandalika berjalan sesuai timeline yang direncanakan. ITDC sendiri telah memperoleh hak untuk mengembangkan dan mengelola kawasan pariwisata di KEK […]

  • Pantau Debitur KPR Subsidi, PUPR Gandeng PLN

    Pantau Debitur KPR Subsidi, PUPR Gandeng PLN

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR bersama PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang integrasi data pengguna layanan listrik debitur penerima manfaat dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Cakupan kesepakatan itu antara lain untuk memastikan tingkat keterhunian rumah bersubsidi. Perjanjian kerjasama integrasi data pengguna layanan listrik hunian MBR ini […]

Translate »
expand_less