Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Biaya Fit Out Perkantoran Asia Pasifik Naik 10,8%

Biaya Fit Out Perkantoran Asia Pasifik Naik 10,8%

  • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk fit-out alias mendesain dan membangun perkantoran Asia Pasifik meningkat 10,8 persen secara tahunan. Demikian menurut laporan konsultan properti JLL bertajuk Asia Pacific Fit-Out Cost Guide 2021/2022.

“Seiring pemulihan sektor ekonomi, kami melihat lonjakan yang signifikan pada biaya fit-out perkantoran di wilayah ini, terutama di kota-kota yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing dan bahan impor,” jelas Executive Managing Director, Project Development Services, JLL Asia Pacific Martin Hinge dalam keterangan resmi yang diterima industriproperti.com, Rabu, 22 Desember 2021.

Biaya fit-out perkantoran Asia Pasifik saat ini berkisar USD1.109 per meter persegi. Kenaikan harga di sebagian besar pasar, seperti gangguan rantai pasokan, kurangnya tenaga kerja, ketersediaan bahan, dan kenaikan harga bahan baku.

Penelitian mengungkapkan bahwa biaya fit-out bervariasi antara satu pasar dengan pasar lainnya, mulai dari USD1.902 per meter persegi di Tokyo yang merupakan pasar termahal di Asia Pasifik, hingga USD669 per meter persegi di Ahmedabad, India. Dalam 12 bulan ke depan, JLL memperkirakan adanya kenaikan harga fit-out perkantoran Asia Pasifik, terutama di beberapa pasar di Tiongkok, India dan Asia Tenggara.

“Dengan belum berakhirnya pembatasan penempatan tenaga kerja dan keharusan mencari bahan alternatif yang berpotensi lebih mahal, kenaikan harga mungkin masih akan berlanjut di seluruh wilayah,” kata Hinge.

Namun, beberapa tanda pemulihan mulai nampak seiring dengan meningkatnya tingkat vaksinasi dan dimulainya perjalanan antar wilayah. Hal ini bisa saja menutup kekurangan ahli dan tenaga kerja di pasar tertentu.

Prinsip Keberlanjutan

Kendati ada kenaikan biaya, desain perkantoran akan tetap menjadi fokus utama banyak perusahaan pada tahun depan. Menurut laporan tersebut, para pebisnis telah mengalokasikan investasi yang lebih banyak di tiga aspek utama pada tahun depan, yaitu teknologi & peralatan audio visual, fasilitas elektronik dan mekanis. Misalnya, sensor dan filtrasi, serta fitur-fitur hijau seperti taman di atap, tanaman di dalam ruang, dan penghematan air.

“Membangun sebuah kantor dengan prinsip keberlanjutan menciptakan nilai yang nyata bagi korporasi. Hal ini tidak hanya untuk menurunkan biaya operasional melalui efisiensi energi. Tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan kondusif untuk memenangi persaingan,” ujar Hinge.

Seiring berkembangnya kantor menjadi tempat kolaborasi untuk menciptakan ide-ide baru, perusahaan mulai menerapkan model kerja hybrid. Model tersebut menghadirkan pengalaman virtual dan fisik yang mulus bagi karyawan mereka.

“Kita juga bisa memprediksi komitmen baru untuk pengeluaran keberlanjutan. Bersamaan dengan evolusi kantor yang terus-menerus, untuk meningkatkan pengalaman karyawan secara keseluruhan,” tutup Hinge. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • investor properti

    Simak! Dua Subsektor Properti Ini Jadi Incaran Investor

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri properti Indonesia masih terlihat seksi bagi investor asing karena potensi sosioekonominya. Dua subsektor properti yang menjadi incaran investor, antara lain pergudangan modern dan rumah tapak. “Selain sektor properti tradisional seperti pergudangan modern dan rumah tapak, sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan sektor yang dilirik oleh […]

  • Ini Prioritas Program Infrastruktur di Tahun 2023

    Ini Prioritas Program Infrastruktur di Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memiliki dua prioritas terkait program penyediaan infrastruktur di tahun 2023 mendatang. Pertama, yakni percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua, mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk dalam program pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, menjadi domain pemerintah melalui APBN. Tapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor atau […]

  • Perppu Ciptaker

    DPR Setujui RUU Penetapan Perppu Ciptaker Dijadikan Undang-undang

    • calendar_month Kamis, 23 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Legislasi DPR RI menyetujui RUU Penetapan Perppu Cipta Kerja (Ciptaker) untuk ditetapkan menjadi Undang-undang dalam Rapat Sidang Paripurna DPR RI terkait Pembahasan Tingkat II atas Pengambilan Keputusan RUU Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang pada Selasa, 21 Maret 2023. “Perppu Cipta Kerja merupakan salah satu langkah mitigasi dari krisis global dan tentunya […]

  • Akad KPR Massal BTN

    Dua Bulan Pemerintahan Prabowo, BTN Salurkan KPR 30.000 Unit

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • 0Komentar

    SERANG – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengapresiasi kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam dua bulan pemerintahan Prabowo-Gibran telah berhasil mendorong penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk hampir 30.000 unit rumah melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku kagum melihat […]

  • Bank BTN Bidik Kemitraan REI Sultra

    Bank BTN Bidik Kemitraan REI Sultra

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • 0Komentar

    Kendari – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak pengembang anggota REI Sulawesi Tenggara untuk menjalin kemitraan dalam penyediaan hunian bersubsidi. Hal itu seiring masih tingginya potensi pengembangan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di provinsi yang memiliki tambang nikel terbesar di Indonesia. “Realisasi penyaluran KPR subsidi Bank BTN Kendari tahun 2022 lalu sebesar 2.922 unit […]

  • kondisi properti

    Kondisi Properti Masih Wait and See

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Akselerasi pemulihan ekonomi di tanah air dan menunjukkan tren yang sangat positif sejak akhir Februari 2022. Namun, mulai membaiknya situasi perekonomian nasional saat ini belum diikuti oleh sektor properti. Hal ini terlihat dari penurunan permintaan dan suplai dari penyedia properti yang terlihat bersikap wait and see. “Turunnya permintaan karena faktor musiman didukung data […]

Translate »
expand_less