Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Demi Selamatkan Perusahaan, Taipan Properti Tiongkok Rogoh Kocek Pribadi Rp54,2 T

Demi Selamatkan Perusahaan, Taipan Properti Tiongkok Rogoh Kocek Pribadi Rp54,2 T

  • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Taipan properti di Negeri Tirai Bambu rela merogoh koceknya sendiri demi menyelamatkan perusahaan. Tak tangung-tanggung, total nilai uang yang keluar dari saku pribadi mencapai USD3,8 miliar atau setara Rp54,2 triliun (mengacu kurs Rp14.273,30 per USD1). Taipan properti Tiongkok melakukan hal itu agar perusahaan miliknya dapat terlepas jerat kebangkrutan akibat gagal bayar hutang.

Sejumlah taipan properti Tiongkok terpaksa menjual aset mewah pribadinya hingga saham perusahaan  untuk melakukan tindakan penyelamatan. Setidaknya ada tujuh pemilik perusahaan properti yang menggunakan kekayaan pribadi agar perseroan terhindar dari kebangkrutan.

“Di Tiongkok, regulator dapat menekan pemegang saham besar atau pengendali untuk mencampurkan aset pribadi mereka dengan perusahaan dan memperlakukan keduanya sebagai hal yang tak terpisahkan,” jelas  Director of the Asia Global Institute at the University of Hong Kong, Zhiwu Chen, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Rabu, 24 November 2021.

Zhiwu melanjutkan, pemegang saham pengendali, terutama pendiri, sering memperlakukan aset perusahaan seolah-olah itu milik pribadi mereka.

Kondisi sektor properti Tiongkok yang belum membaik, ditandai dengan turunnya penjualan rumah membuat perbankan enggan untuk memberikan pinjaman. Selain itu, imbal hasil di pasar obligasi luar negeri mengalami lonjakan. Karena itu, jalan terakhir untuk menyelamatkan roda bisnis perusahaan adalah dengan mengandalkan uang pribadi pemiliknya.

Namun, apa yang dilakukan oleh para taipan properti Tiongkok tersebut berbeda dengan pemilik properti di negara lain. Di luar Tiongkok, pemilik perusahaan properti memiliki tanggung jawab terbatas dan melindungi kekayaan pribadinya dari klaim kreditur.

Evergrande

Setidaknya untuk saat ini, langkah taipan properti tersebut berhasil meningkatkan sentimen positif di antara pemegang obligasi. Sebut saja, China Evergrande Group berhasil memulihkan obligasi dalam mata uang USD yang meningkat 8,25 persen menjadi sekitar 30 sen USD dari bulan sebelumnya sempat menyentuh angka terendah 22,7 sen USD.

Hal itu bisa terjadi karena pemilik perusahaan, Hui Ka Yan berhasil mengumpulkan dana yang berasal dari pelepasan aset pribadi dan menjaminkan saham. Raksasa properti Tiongkok itu pun sukses menghindari gagal bayar tiga kali dengan membayar bunga obligasi yang telah jatuh tempo.

Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan-perusahaan, seperti Sunac China Holdings Ltd., Guangzhou R&F Properties Co., Shimao Group Holdings Ltd. dan CIFI Holdings Group Co. Semuanya berhasil mengalami peningkatan bisnis setelah mendapat dukungan dari pemilik perusahaan. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTN Awards 2025

    BTN Apresiasi Pengembang, Asosiasi, Desainer dan Inovator Rumah

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menganugerahi para mitra bisnis,  developer, desainer rumah, dan inovator dalam ajang BTN Awards 2025. BTN menganugerahi para developer yang telah bermitra dengan BTN dengan penghargaan BTN Property Awards, sedangkan mitra bisnis potensial menerima penghargaan BTN Housingpreneur. Kompetisi BTN Housingpreneur telah dimulai pada November 2024 di […]

  • Pemerintah Jangan Buta Tuli Sikapi Tuntutan Kenaikan Harga Rumah Subsidi

    Pemerintah Jangan Buta Tuli Sikapi Tuntutan Kenaikan Harga Rumah Subsidi

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah diharapkan tidak buta dan tuli terhadap desakan kenaikan harga rumah bersubsidi yang belum mengalami penyesuaian sekira empat tahun. Pengembang rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menyoroti kucuran subsidi bagi kendaraan listrik. “Pemerintah jangan buta atau tuli terhadap permintaan kenaikan harga rumah subsidi yang disuarakan pengembang MBR. Kami sangat kecewa dengan Pemerintah yang […]

  • Penjualan Rumah

    Duh! Penjualan Rumah di AS Terus Merosot

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Penjualan rumah di Amerika Serikat (AS) pada bulan April 2022 mencatatkan tingkat terendah sepanjang dua tahun terakhir. Namun demikian, harga rumah di Negeri Paman Sam mengalami kenaikan pada saat yang sama. “Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Saya memprediksi ada penurunan, tapi tidak sebesar ini turunnya,” ucap  Chief Economist Ernst & Young Gregory Daco, sebagaimana […]

  • Pemerintah Turunkan Tarif PPh bagi Investor Domestik

    Pemerintah Turunkan Tarif PPh bagi Investor Domestik

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menurunkan tarif PPh Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) atas penghasilan bunga obligasi bagi investor domestik dari semula sebesar 15 persen menjadi 10 persen. Penurunan tarif PPh bagi wajib pajak dalam negeri (WPDN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91 Tahun 2021. Kebijakan fiskal ini sejalan dengan komitmen […]

  • BPKN Rilis Daftar Pengembang Bermasalah

    BPKN Rilis Daftar Pengembang Bermasalah

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berencana merilis daftar pantauan prioritas (priority watch list) yang berisi data perusahaan pengembang bermasalah. Hal ini seiring makin tingginya jumlah pengaduan dari konsumen perumahan selama empat tahun terakhir. “BPKN bakal menerbitkan priority watch list. Data itu berisi daftar pengembang yang tidak benar atau bermasalah. Pengembang yang banyak pengaduan […]

  • investasi properti

    THR Bisa untuk Investasi Properti

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2022 harus penuh dan tepat waktu. Sebagian dana THR tersebut dapat dimanfaatkan untuk investasi properti. “Selain membelanjakan THR untuk kebutuhan primer menjelang lebaran, THR juga bisa digunakan untuk hal lain yang bermanfaat dalam jangka panjang seperti mengurangi hutang, menambah tabungan, dana darurat ataupun […]

Translate »
expand_less