Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » PPN DTP Diperpanjang, Sektor Properti Bisa Tumbuh di Atas 20 Persen

PPN DTP Diperpanjang, Sektor Properti Bisa Tumbuh di Atas 20 Persen

  • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pelaku usaha properti meyakini sektor properti bisa tumbuh di atas 20 persen tahun 2022. Hal itu bisa terwujud apabila sejumlah faktor, misalnya pemerintah kembali memperpanjang kebijakan insentif Pajak Pertambahan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir 2022.

“Kami optimis pertumbuhan (sektor properti) sampai hari ini 15,7 persen. Kami harapkan di 2022, kita bisa mencapai di 20 persen. Kalau ada PPN DTP dan lain-lain yang lebih kondusif, (pertumbuhannya) akan meningkat jauh di atas itu,” jelas Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida dalam Webinar Economic Outlook 2022 Arah Pergerakan Suku Bunga 2022, Senin, 22 November 2021.

Usulan perpanjangan PPN DTP bukan tanpa alasan mengingat pengembang memerlukan waktu sekitar 8 bulan untuk membangun rumah. Sementara pada PPN DTP periode pertama, yakni Maret 2021 –  Agusustus 2021, kemudian diperpanjang hingga Desember 2021, pengembang hanya diberi waktu masing-masing sekitar 4 bulan untuk memasarkan rumah siap huni.

“Kenapa kita perlu perpanjang PPN DTP? Yang perlu saya sampaikan bahwa pemberian yang Maret 2021 habis di Agustus 2021. Kemudian Agustus 2021 ada perpanjangan sampai dengan Desember 2021. Waktunya masing-masing kira-kira empat bulan. Sedangkan bangun rumah itu butuhnya minimal 8 bulan,” terang Totok.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah perpanjangan insentif PPN DTP akan meningkatkan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Pembelian rumah yang harganya di bawah Rp300 juta turun hingga 30 persen. Pasalnya, pekerja yang sempat dirumahkan lebih mengutamakan pengeluaran untuk biaya hidup sehari-hari ketimbang membeli rumah.

Pada 2022, kalangan yang paling membutuhkan insentif dari pemerintah ini akan kembali bekerja normal. Dengan begitu, kondisi ekonomi mereka  akan meningkat sehingga tidak kembali menunda membeli rumah.

PPN DTP untuk Apartemen

REI juga mengusulkan, insentif PPN DTP bisa untuk penjualan apartemen dan lunas di tahun 2022. Tetapi, realisasi bangunannya harus selesai pada akhir 2024 (pembelian inden) dengan pelunasan melaluk escrow account di bank.

“Untuk itu, kami mengusulkan PPN DTP tetap sampai akhir 2022, tapi serah terima terhadap bangunan atau propertinya bisa sampai 2024,” ucap Totok.

Tak hanya itu, REI juga mengharapkan pemerintah dapat membuka kesempatan yang lebih luas kepada pekerja sektor informal. Hal ini perlu mengingat backlog perumahan masih tinggi, yakni mencapai 11 juta unit. Selain itu, sekitar 65 persen masyarakat Indonesia merupakan pekerja informal yang juga membutuhkan akses ke pembelian rumah.

Selain sektor informal, REI mengusulkan membuka skema dan akses khusus bagi masyarakat berpendapatan menengah, Generasi Milenial, dan Gen-Z dalam memiliki rumah. Dan yang tak kalah penting adalah pemanfaatan dana jangka panjang murah untuk pembiayaan perumahan dengan harapan bunga kredit konstruksi dan KPR dapat turun dan semakin terjangkau.

Ditambah lagi, masih banyaknya filter atau persayaratan bagi masyarakat yang mengajukan KPR dapat menghambat penjualan properti Tanah Air. Untuk itu, REI berharap perbankan, khususnya yang tergabung di Himbara, dapat mengurangi filter-filter tersebut

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Royke Tumilaar menuturkan, siap untuk berdiskusi dengan asosiasi perumahan, termasuk REI untuk mencari jalan keluarnya.

“Mungkin cari waktu dengan asosiasi, apa saja yang menjadi kendala. Terutama kita ingin bantu untuk kredit untuk perumahan-perumahan kecil. Kita terbuka untuk diskusi ini. Kita cari jalan keluarnya,” ungkap Royke.

Optimalisasi

Penguatan peran BP Tapera yang akan beroperasi penuh menggantikan BLU PPDPP pada 2022 juga penting dilakukan pemerintah. Kemudian, optimalisasi seluruh lembaga keuangan untuk pembiayaan perumahan untuk memperluas jangkauan pembiayaan perumahan.

Optimalisasi juga diperlukan untuk bank tanah dan Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3). Harapannya ini akan menghadirkan harga tanah yang terjangkau bagi pembangunan perumahan di pusat kota.

Roda sektor properti juga akan makin kencang berputar jika ada pengurangan biaya-biaya yang memberatkan konsumen, seperti BPHTB, PPN, asuransi dan lain-lain. Kemudian, perbaikan ekosistem dan rantai pasok di sektor perumahan. Terakhir, secara bertahap melakukan perbaikan atas regulasi rumah susun terjangkau maupun pembangunan TOD di pusat kota. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya database perumahan

    Pentingnya Database Perumahan Jadi Refleksi Hapernas 2025

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan – Pemerintah mengakui pentingnya ketersediaan database yang akurat untuk mendukung terciptanya kebijakan program perumahan lebih tepat sasaran. Melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berupaya menyamakan database guna mendukung program perumahan. “Kalau data kita berbeda-beda, keputusan kita juga berbeda dan akhirnya program salah sasaran. Itulah pentingnya […]

  • Summarecon Crown Gading

    Dibanderol Rp900 Juta, Ini Tampilan Klaster Baru Summarecon Crown Gading

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Summarecon Crown Gading meluncurkan Chelia Residence, hunian eksklusif dengan konsep arsitektur modern tropical dengan harga mulai dari Rp900 juta. Berlokasi hanya 20 menit dari Kelapa Gading, unit usaha PT Summarecon Agung Tbk ini kian memperkuat posisinya sebagai pengembang tepercaya yang menghadirkan kawasan hunian terpadu yang meningkatkan kualitas hidup kaum urban. “Kami telah melakukan kegiatan […]

  • Performa sektor ritel diprediksi akan terdampak oleh penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia.

    Duh! Jumlah Kelas Menengah Turun, Begini Nasib Bisnis Ritel

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan data bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia menurun menjadi 47,85 juta penduduk pada 2024 yang sebelumnya 57,33 juta penduduk di 2019 . Hal tersebut ditengarai akan berdampak pada roda bisnis ritel. “Kalau kita lihat pada segmen-segmen tertentu, memang grade B dan grade C adalah segmen ritel yang terdampak […]

  • Bursa Efek Indonesia (Foto: Adang Sumarna)

    Ini dia Jajaran Direksi dan Komisaris PT Triniti Dinamik Tbk

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Triniti Dinamik Tbk resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TRUE, pada hari ini 10 Juni 2021. Tanggal 10 Juni 2021 ini juga menjadi spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun ibunda Samuel Stephanus Huang, (Direktur Utama PT Triniti Dinamik, yang juga merupakan Bendahara […]

  • SML Raih Kredit Sindikasi Rp3,28 T untuk Tol Serpong-Balaraja

    SML Raih Kredit Sindikasi Rp3,28 T untuk Tol Serpong-Balaraja

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sinar Mas Land (SML) melalui PT Trans Bumi Serbaraja memperoleh pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp3,28 triliun untuk membiayai pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja Seksi 1. Kredit sindikasi untuk proyek ini digagas oleh PT Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Book Runners (JMLAB) […]

  • The HUD Institute Ingatkan Pentingnya Kesehatan Masyarakat di Perkotaan

    The HUD Institute Ingatkan Pentingnya Kesehatan Masyarakat di Perkotaan

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN – Diusianya yang menginjak 13 tahun, The Housing and Urban Development (HUD) Institute telah banyak melahirkan advokasi kebijakan publik serta regulasi perumahan dan pembangunan perkotaan. Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 melahirkan inisiatif The HUD Institute mengenai konsep “Rumah Sehat Produktif” yang perlu diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan perumahan dan kawasan perkotaan. Ketua Umum The HUD […]

Translate »
expand_less