Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Ini 5 Kota Terbaik untuk Investasi Real Estat, Bagaimana Jakarta?

Ini 5 Kota Terbaik untuk Investasi Real Estat, Bagaimana Jakarta?

  • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Asia merupakan salah satu kawasan yang menjadi magnet bagi investor untuk menamankan uangnya dengan harapan dapat menuai keuntungan yang berlipat. Namun,  keuntungan investasi real estat yang akan dikantongi akan tergantung pada lokasi spesifik tempat Anda membeli.

Tentu saja, itu tidak berarti memilih negara juga tidak penting. Sementara itu, apresiasi dan hasil sewa sebagian besar bergantung pada kota atau lingkungan yang tepat.

Pemilihan Kota mana saja di Asia yang menarik untuk investasi properti dan bagaimana posisi Jakarta? Sayangnya, Jakarta belum termasuk lima besar kota terbaik di Asia untuk investasi real estat seperti dikutip dari investasian.com.

Berikut ke-5 kota tersebut berdasarkan prospek apresiasi, demografi, hasil sewa, dan berbagai pilihan yang tersedia bagi para investor asing.

5. Bangkok (Thailand)

Lonjakan kedatangan turis dari Tiongkok terjadi pada waktu yang hampir bersamaan dengan kenaikan harga kondominium dan volume transaksi di pusat kota Bangkok. Kota ini dengan cepat berubah menjadi tujuan utama Asia bagi pembeli properti asal Tiongkok.

Dengan demikian, pasar properti Bangkok mungkin merupakan pilihan yang paling likuid di Asia Tenggara. Pasalnya, jumlah agen penjual yang cukup banyak dan pembeli asing yang terus mengalir.

4. Kuala Lumpur (Malaysia)

Kuala Lumpur, dibandingkan dengan Bangkok, bisa dikatakan memiliki pasar real estat paling terbuka dan dengan harga bersaing di kawasan ini.

Faktanya, orang asing diizinkan untuk memiliki rumah dengan status hak milik di Malaysia. Ini menjadikannya satu-satunya negara di Asia Tenggara di mana orang asing dapat secara legal membeli tanah atas nama mereka sendiri.

Anda dapat membeli kondominium mewah tepat di pusat Kuala Lumpur dengan harga sekitar USD4.000 per m2. Ini lebih murah dari Bangkok dan harganya hampir sama dengan Manila.

3. Phnom Penh (Kamboja)

Ibu kota Kamboja, Phnom Penh, merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Oleh karena urbanisasi yang kuat dan tingkat kelahiran yang sehat, populasi Phnom Penh saat ini yang berjumlah dua juta akan berlipat ganda pada tahun 2030.

Namun, terlepas dari potensi yang menggiurkan, real estat di area utama Kota Phnom Penh masih banyak yang berharga di bawah USD1.000 per m2. Nilai properti di ibu kota terdekat seperti Jakarta dan Hanoi, sekitar USD4.000 per meter persegi.

2. Manila (Filipina)

Prospek Manila sebanding dengan kota lainnya di Asia, seperti Kuala Lumpur dan Phnom Penh. Satu-satunya perbedaan Manila dengan kedua kota tersebut adalah dalam hal luas wialyahnya saja. Manila memiliki potensi yan kuat untuk menjadi “Tokyo Abad 21” yang tampaknya tidak masuk akal untuk saat ini.

Salah satu hal minus pembelian properti Manila adalah kurangnya pilihan yang tersedia untuk orang asing. Anda dapat memiliki unit kondominium hak milik di Filipina sebagai non-lokal tetapi tidak diizinkan untuk membeli rumah atau tanah.

1. Seoul (Korea Selatan)

Satu-satunya kota Asia Timur dalam daftar ini, Seoul menawarkan demografi yang solid dan undang-undang ramah pembeli asing yang sangat kontras dengan China dan Jepang.

Faktanya, bersama dengan Kuala Lumpur, Seoul adalah salah satu dari sedikit ibu kota di Asia di mana orang asing dapat memiliki tanah dan rumah dengan hak milik. Anda tidak akan menemui batasan sebagai pembeli asing di Korea Selatan.

Namun, investor tidak akan mendapatkan pengembalian yang terlalu besar di sini seperti yang didapatkan di Manila atau bahkan Kuala Lumpur. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Berapa Pertumbuhan Industri Properti?

    Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Berapa Pertumbuhan Industri Properti?

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2020 terkontraksi sebesar minus 2,19 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2020 juga terkontraksi sebesar minus 2,07 persen (yoy).  “Kendati perekonomian mengalami kontraksi, sektor realestat pada triwulan IV tahun 2020 tetap […]

  • Langkah Konkret Sinar Mas Land Kembangkan Properti Ramah Lingkungan

    Langkah Konkret Sinar Mas Land Kembangkan Properti Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Bertambahnya emisi gas rumah kaca di atmosfer bumi menyebabkan perubahan iklim yang semakin parah. Badan meteorologi dunia mencatat, pada tahun 2022 secara global telah terjadi kenaikan suhu mencapai 1,15 derajat celsius. Tidak hanya berdampak pada kenaikan temperatur bumi, pemanasan global atau global warming ini juga dikhawatirkan memunculkan krisis pangan dan berbagai bencana […]

  • UUCK Diharap Bawa Dampak Positif terhadap Industri Properti

    UUCK Diharap Bawa Dampak Positif terhadap Industri Properti

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Undang-Undang Cipta Kerja atau UUCK ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi melalui kemudahan perizinan. Iklim investasi yang sehat juga diperjuangkan para pelaku usaha properti yang dimotori Realestat Indonesia (REI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Properti dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Properti. Usaha dan perjuangan sudah dilakukan ketiga asosiasi ini pagi-siang dan […]

  • 77 Persen ASN di Banten Belum Pemutakhiran Data Tapera

    77 Persen ASN di Banten Belum Pemutakhiran Data Tapera

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebanyak 55.753 (77,27 persen) aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Banten belum melakukan pemutakhiran data pada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Sejak pertengahan tahun 2021, hingga kini tercatat baru 16.398 (atau setara 22,73 persen) ASN di Pemerintah Provinsi Banten yang sudah melakukan pemutakhiran data. “Kami menghimbau ASN agar segera melakukan pemutakhiran […]

  • Perumahan Subsidi di Kalimantan Selatan (Foto: Rinaldi)

    BP Tapera Sebut Pengelolaan Dana untuk Bantu MBR

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera BP Tapera Gatut Subadio mengatakan pengelolaan dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) didesain untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa memiliki rumah. “Program pengelolaan dana Tapera adalah program pembiayaan perumahan yang bersumber dari menggali kapasitas atau kemampuan para pekerja maupun individu sendiri untuk pemenuhan tempat tinggal,” ujar Gatut, […]

  • Peluncuran Harris Hotel & Convention Serpong

    Summarecon Luncurkan Harris Hotel & Convention ke-3 di Serpong

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk meresmikan Harris Hotel & Convention Serpong yang terletak di jantung kawasan Summarecon Serpong. Properti ketiga dengan jenama Harris Hotel ini diyakini dapat berkontribusi terhadap reccurring income (pendapatan berulang) bagi Summarecon. “Kehadiran Harris Hotel & Convention Serpong berperan sebagai infrastruktur pendukung aktivitas bisnis yang akan memperkuat posisi Summarecon Serpong sebagai […]

Translate »
expand_less