Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Gedung Hijau Diincar Mayoritas Pengguna Properti Komersial di Asia Pasifik

Gedung Hijau Diincar Mayoritas Pengguna Properti Komersial di Asia Pasifik

  • account_circle Muhammad Rinaldi
  • calendar_month Jum, 19 Apr 2024

JAKARTA – Upaya dunia usaha untuk mewujudkan Net Zero Carbon (NZC) mendorong strategi dekarbonisasi portofolio yang ambisius bagi para pengguna bangunan di Asia Pasifik. Ini menciptakan kesenjangan antara pasokan dan permintaan untuk bangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. Kesenjangan ini akan mendorong persaingan ketat di antara penghuni yang mencari ruang kantor rendah karbon dalam beberapa tahun mendatang hingga 2030.

Menurut konsultan realestat global JLL (NYSE: JLL), sebanyak 87% dari pengguna bangunan yang di survei di Asia Pasifik menginginkan portofolio yang 100% bersertifikasi hijau pada tahun 2030, naik dari 4% saat ini. Sentimen itu terutama terlihat di sejumlah negara seperti India, Malaysia, dan Thailand, dengan lebih dari 95% penghuni menargetkan portofolio yang sepenuhnya bersertifikasi hijau.

Tantangannya, seperti yang diungkap dalam analisis JLL, yaitu di kawasan Asia Pasifik, hanya 2 sq.ft ruang rendah karbon yang sedang dikembangkan untuk setiap 5 sq.ft yang dibutuhkan pada tahun ini hingga tahun 2028.

Riset baru ini didasarkan pada Sustainability Offices City Index yang dirilis JLL pada Oktober 2023 yang mengevaluasi 20 kota di Asia Pasifik dalam empat hal saham hijau, risiko fisik bangunan, daya saing kota, dan tingkat keproaktifan pemerintah kota terhadap target NZC.

“Sekarang, menyewa perkantoran di bangunan bersertifikat hijau bukan lagi sebuah hal yang berbeda, tetapi merupakan kriteria minimum bagi sebagian besar penyewa di Asia Pasifik. Selain itu, kami melihat semakin banyak perusahaan yang mengadopsi strategi keberlanjutan seperti audit energi, penataan ruangan yang berkelanjutan, dan penyewaan hijau untuk mewujudkan tempat kerja yang berkelanjutan,” kata Kamya Miglani, Head of ESG Research Asia Pacific JLL dalam keterangannya, Jumat (19/4).

Menurutnya, di masa depan para penyewa mungkin akan menaikkan standar dan mulai meminta data kinerja bangunan dan keberlanjutan terlebih dulu daripada sertifikasi bangunan hijau untuk memastikan bahwa aset-aset ini sudah sesuai dengan tujuan NZC mereka.

Riset itu juga mengungkap bahwa sebanyak 74% responden mengharapkan setengah dari kebutuhan energi mereka akan terpenuhi oleh energi terbarukan, naik dari 9% saat ini. Transisi ke energi terbarukan adalah langkah penting bagi industri properti untuk mendefinisikan kembali dan mengubah bangunan dari konsumen energi pasif menjadi kontributor aktif dengan menghasilkan energi terbarukan untuk kebutuhan sendiri.

Kolaborasi antara pemilik properti dan penghuni akan sangat penting dalam memenuhi tuntutan bangunan berkelanjutan. Banyak penghuni yang saat ini mengandalkan Sertifikat Energi Terbarukan (RECs) dan Perjanjian Pembelian Tenaga (PPAs) untuk pengadaan energi terbarukan.

Sementara itu, pengembang biasanya fokus pada jejak karbon yang terkandung dari konstruksi bangunan, sehingga dampak rancang bangun interior sering diabaikan. Saat ini, ungkap Miglani, 65% penghuni yang disurvei menyebutkan jika investasi yang diperlukan untuk fit-out kantor sebagai salah satu tantangan keberlanjutan terbesar mereka.

Rancang bangun menyumbang sekitar sepertiga dari emisi, terutama karena rata-rata kantor mengalami perubahan interior setidaknya 20 kali dalam siklusnya. Kurangnya perhatian menyangkut emisi dalam rancang bangun interior disebabkan oleh pemisahan tradisional antara tim yang bertanggung jawab atas pengembangan bangunan dan rancang bangun interior.

“Membongkar silos yang telah terbentuk adalah kunci untuk bertransisi menuju nol limbah dalam fase desain hingga pengadaan dan penggantian, untuk mendukung pengurangan emisi yang terkait dengan limbah dan penggunaan material,” tambah Miglani.

Standar yang Berkembang

Seiring meningkatnya perhatian terhadap aspek dekarbonisasi dalam portofolio, para penghuni menuntut data kinerja bangunan dan keberlanjutan yang melebihi sertifikasi. Untuk itu, para penghuni beralih ke teknologi keberlanjutan untuk otomatisasi pelacakan dan pelaporan data lingkungan, serta memanfaatkan kecerdasan buatan untuk peningkatan efisiensi energi.

Namun, menavigasi lanskap peraturan dan pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang selalu berubah dan kompleks tetap menjadi tantangan. Karena regulasi memainkan peran kunci dalam menilai kesesuaian dengan target iklim dalam konteks global dan regional, kunci utamanya adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi standar yang paling relevan dan penting dalam konteks strategi ESG organisasi sendiri.

“Di seluruh Asia Pasifik, akan ada persaingan yang ketat untuk mendapatkan aset yang berkelanjutan. Penghuni perlu menavigasi realitas ini melalui perencanaan yang kokoh di sepanjang rantai nilai realestat mereka, yang menghasilkan kerjasama yang lebih kuat dengan pemilik tanah, investor, mitra teknologi, dan administrasi kota,” kata Elke Kornalijnslijper, Head of Sustainability Consulting, Asia Pacific JLL.

Prisca Winata, Senior Sustainability Manager JLL Indonesia menambahkan, permintaan akan properti ramah lingkungan di Indonesia terus meningkat. Pada kuartal keempat tahun 2023, 54% bangunan grade A di Jakarta sudah bersertifikat hijau. Mengubah bangunan lama yang tidak sustainable menjadi prioritas untuk memenuhi permintaan pasar, serta melindungi nilai properti dari penurunan kedepannya. Berbagai perusahaan juga telah mengadopsi strategi keberlanjutan dan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan pemantauan data lingkungan.

“Nantinya, mendapatkan aset yang sustainable akan menjadi sangat kompetitif, dan kerjasama antara pemilik properti dan penghuni sangat penting dalam mencapai tujuan keberlanjutan,” ujarnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan IKN

    Delegasi Jepang Intip Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Magnet Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menarik investor tampaknya masih terus terjadi. Terakhir, sejumlah delegasi dari Jepang yang dipimpin oleh Advisor, The Building Center of Japan Senior Advisor, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Dr Hiroto Izumi mengunjungi lokasi pembangunan di kawasan IKN. “Kami siap mendukung pembangunan IKN untuk dapat selesai dengan cepat. […]

  • Pemerintah Akselerasi 156 PSN Senilai Rp1.080 Triliun

    Pemerintah Akselerasi 156 PSN Senilai Rp1.080 Triliun

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah telah mengakselerasi pembangunan sebanyak 156 Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan investasi senilai Rp 1.080,2 triliun. Program ini berdampak signifikan terhadap masyarakat Indonesia. Utamanya di sektor infrastruktur penunjang konektivitas, ketahanan energi, kedaulatan pangan dan mitigasi bencana, serta hilirisasi industri dan penunjang investasi. “Ada beberapa proyek PSN yang sudah financial closing dan tentunya akan berlanjut. […]

  • Tanah IKN

    Wamen ATR/BPN: Transaksi Tanah di IKN Tidak akan Diakui!

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menggodok aturan mengenai tanah di kawasan Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara tidak bisa diperjualbelikan. “Kami nanti akan menerbitkan sebuah edaran baru yang menyatakan bahwa transaksi yang terjadi setelah IKN di-launching, tidak akan diakui sebagai alas hak,” kata Wamen ATR/Waka BPN Raja Juli Antoni dalam […]

  • BTN Siap Kebut Penyaluran KPR Bersubsidi FLPP di 2022

    BTN Siap Kebut Penyaluran KPR Bersubsidi FLPP di 2022

    • calendar_month Sen, 27 Des 2021
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah telah tuntas mengalihkan pengelolaan dana bantuan subsidi pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Seiring pengalihan tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai bank penyalur berkomitmen mengoptimalkan penyaluran dana FLPP. Komitmen tersebut ditetapkan […]

  • Aktivitas Pedagang Musiman Diprotes Warga Perumahan Mutiara Garuda

    Aktivitas Pedagang Musiman Diprotes Warga Perumahan Mutiara Garuda

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Aktivitas pedagang musiman di bulan Ramadhan di Perumahan Mutiara Garuda, Kampung Melayu Timur, Teluknaga, Kabupaten Tangerang menuai protes. Warga menyoroti lambannya penegakan aturan dalam upaya penataan kawasan di area permukiman tersebut. “Kami pertanyakan izin penyelenggaraan bazaar di jalanan. Jika panitia mengklaim sudah mengantongi izin, maka patut diduga telah terjadi praktik penyalahgunaan pemanfaatan jalan […]

  • Permintaan Sewa Apartemen di Australia Melonjak Tinggi

    Permintaan Sewa Apartemen di Australia Melonjak Tinggi

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kebijakan pembukaan perbatasan internasional oleh Pemerintah Australia sejak 21 Februari 2022 ternyata menciptakan masalah baru bagi para calon penyewa apartemen di negara tersebut, khususnya para siswa dan mahasiswa asing yang sudah kembali ke kota-kota besar di Australia seperti Sydney dan Melbourne. Nicola Powell, Senior Research Analyst for Domain Group mengatakan saat ini Australia […]

Translate »
expand_less