Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Investasi Real Estat Asia Pasifik Tumbuh 20%

Investasi Real Estat Asia Pasifik Tumbuh 20%

  • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JakartaInvestasi di sektor real estat Asia Pasifik kuartal pertama tahun 2022 tumbuh sebesar 20 persen secara tahunan. Menurut data dan analisis yang dipublikasikan dalam JLL Capital Tracker Q1 2022, investasi langsung di sektor properti mencapai USD40,8 miliar sepanjang kuartal pertama 2022.

“Kami optimis bahwa sektor real estat di kawasan ini akan mampu bertahan dari tekanan kenaikan suku bunga dan meningkatnya ketidakpastian. Kami masih melihat persaingan yang ketat untuk sejumlah aset dan bahwa investasi langsung dapat mencapai lebih dari $200 miliar di wilayah Asia Pasifik selama tahun 2022,” jelas CEO, Capital Markets, Asia Pasifik, JLL, Stuart Crow, dalam keterangan resminya, Selasa, 24 Mei 2022.

Crow menjelaskan, peningkatan volume investasi terlihat jelas di sejumlah negara seperti Singapura, Korea Selatan, dan Australia. Secara sektoral, investasi di sektor ritel dan perkantoran tumbuh kuat. Sementara sektor logistik dan industri mengalami pertumbuhan moderat sebesar 3,5 persen secara tahunan.

“Investor terus mendiversifikasi penanaman modal mereka di wilayah Asia Pasifik, ditandai oleh laju investasi pada aset ritel, perkantoran, dan pertumbuhan investasi yang tinggi di Singapura, Korea, dan Australia,” imbuh Crow.

Komersial

Real estat komersial Singapura mencatat pertumbuhan investasi tertinggi di kuartal pertama. Kenaikannya sebesar 134 persen secara tahunan (yoy) menjadi USD5,7 miliar, didorong oleh transaksi di sektor perkantoran dan ritel.

Di Korea Selatan, real estat komersial mencatat kinerja baik di kuartal pertama. Peningkatan investasi mencapai 89 persen secara tahunan (yoy) menjadi USD8,2 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh diversifikasi investasi pada sektor perkantoran, ritel dan logistik serta industri.

Sementara Australia membukukan pertumbuhan investasi tahunan terbesar ketiga sebesar 49 persen seiring suntikan modal investor sebesar USD4,7 miliar ke pasar properti terutama pada sektor perkantoran.

Jepang tetap menjadi pasar investasi terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan pangsa pasar sebesar USD8,5 miliar meskipun terjadi penurunan secara tahunan sebesar 26 persen. Sementara China stagnan di kuartal pertama dengan total volume investasi senilai USD8,3 miliar.

Ritel dan Perkantoran

Investasi di sektor ritel mencatat pertumbuhan terbesar pada kuartal pertama tahun 2022 sebesar 39 persen secara tahunan (yoy). Selama periode tersebut, investasi senilai lebih dari USD8 miliar mengalir ke aset ritel, seiring melonggarnya pembatasan mobilitas masyarakat.

Imbal hasil yang menarik dan diversifikasi portofolio mendorong kepercayaan diri investor terhadap prospek ruang ritel. Hal ini terlihat pada transaksi Tanglin Shopping Center (USD642 juta) di Singapura, Seongsoo E-mart (USD552 juta) di Korea, dan Casuarina Square (USD288 juta) di Australia.

Sementara itu, perkantoran masih menjadi sektor paling populer di Asia Pasifik. Ini terlihat dari volume investasi langsung yang tumbuh 9 persen (yoy) menjadi USD17,3 miliar sepanjang kuartal pertama. Bisnis penyewaan dan permintaan yang tinggi mendorong para investor tetap optimis terhadap sektor perkantoran.

Sejumlah transaksi besar menjadi bukti optimisme ini, antara lain AlphaDom City Alpharium Tower (USD846 juta) di Korea. Kemudian, Cross Street Exchange (USD600 juta) di Singapura, dan Darling Quarter (USD453 juta untuk 50 persen saham) di Australia.

Logistik, Industri dan Perhotelan

Aktivitas di sektor logistik dan industri naik 3,5 persen (yoy). Namun laju pertumbuhan berjalan biasa, dengan perolehan dana investasi sebesar USD8,3 miliar pada kuartal pertama. Tidak adanya transaksi portofolio yang signifikan menjadi sebab lambatnya pertumbuhan investasi di sektor tersebut. Walaupun ada minat besar dari investor. Transaksi utama mencakup penjualan DLJ Greater Shanghai Portfolio (USD717 juta) di China.

Transaksi investasi di sektor perhotelan mencapai USD3,1 miliar seiring dengan banyaknya hotel yang berpindah tangan. Selain itu, sejumlah investor mencoba mencari keuntungan dari selisih harga atau mengubah sejumlah aset hotel yang tidak menghasilkan keuntungan. JLL memperkirakan sektor ini akan rebound lebih jauh di tahun 2022, dengan prediksi transaksi sebesar USD10,7 miliar setahun penuh, atau naik 15 persen ketimbang tahun 2021.

“Investor memiliki lebih dari USD50 miliar cadangan tunai dan pada kuartal pertama menunjukkan keyakinan mereka dengan menanamkan modal di seluruh wilayah dan sektor. Dalam beberapa bulan mendatang, momentum akan beralih ke logistik dan industri karena adanya pasokan ke pasar, dan dana akan semakin fokus pada sektor-sektor pendapatan yang kuat,” kata Head of Investor Intelligence and Strategy, Asia Pacific, JLL, Pamela Ambler. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telisik Kalkulasi Dana Konversi Kewajiban Pengembang

    Telisik Kalkulasi Dana Konversi Kewajiban Pengembang

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • 0Komentar

    Terbitnya aturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengubah konstelasi aturan main dalam banyak sektor, termasuk juga dalam industri properti. Berangkat dari hal tersebut redaksi industriproperti.com akan membedah masing–masing regulasi turunan UU Cipta Kerja yang berkelindan dengan industri properti. Jakarta –  Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan […]

  • KEK kawasan ekonomi khusus

    KEK Diharapkan Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Melalui fasilitas kemudahan yang telah diberikan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan dan menarik investasi baru. “Kita bersama seluruh jajaran Dewan Nasional KEK dan BUPP, serta para pelaku usaha di KEK di seluruh Indonesia, berkomitmen menjalankan apa yang menjadi nilai-nilai Pancasila di dalam kegiatan berusaha, sehingga seluruh KEK diharapkan […]

  • Jakarta Setiabudi Internasional Pasarkan Empat Proyek Residensial

    Jakarta Setiabudi Internasional Pasarkan Empat Proyek Residensial

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) saat ini sedang mengembangkan dan memasarkan 4 proyek residensial secara bersamaan. Untuk memacu penjualan proyek-proyek tersebut, perusahaan properti nasional itu menggandeng dan memberikan apresiasi kepada para agen properti. Andre Utama, Deputy Director Sales & Marketing Divisi Residensial JSI menjelaskan situasi pasca pandemi Covid-19, telah memacu para developer […]

  • Utamakan Rumah Rakyat, BTN Gelar Akad Kredit Massal 21.000 Unit

    Utamakan Rumah Rakyat, BTN Gelar Akad Kredit Massal 21.000 Unit

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jelang akhir semester I-2022, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menggenjot realisasi penyaluran KPR bersubsidi demi mencapai target penyaluran KPR subsidi di tahun ini yang dipatok sebesar 200.000 unit. Salah satu upayanya adalah menggelar acara Akad Kredit Massal KPR Subsidi yang akan dilaksanakan secara nasional selama bulan Juni 2022 di seluruh […]

  • Ilustrasi Pencarian Properti (Foto Adang Sumarna)

    Peringati Hapernas 2021, PPDPP Gelar Pameran Rumah Subsidi

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2021, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelar Pameran Rumah Bersubsidi Virtual pada 20 – 31 Agustus 2021. Saat pameran, PPDPP juga akan menggelar akad kredit massal bagi 13 ribu calon debitur yang tersebar di 34 provinsi. […]

  • Bisnis Pembiayaan Rumah Diprediksi Tumbuh Positif di 2023

    Bisnis Pembiayaan Rumah Diprediksi Tumbuh Positif di 2023

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai generasi milenial yang mendominasi populasi masyarakat Indonesia saat ini sebagai salah satu captive market pasar properti di Indonesia. BTN mencatat ada sebanyak 5,8 juta generasi milenial (mengacu pada populasi berusia 21-40 tahun) di Indonesia yang belum memiliki rumah. Hal tersebut menjadi salah satu potensi bisnis […]

Translate »
expand_less