Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pengembang Lokal akan Bangun Rumah Subsidi di Pedesaan

Pengembang Lokal akan Bangun Rumah Subsidi di Pedesaan

  • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Program 3 juta rumah per tahun yang akan digulirkan Pemerintahan Prabowo Subianto membangkitkan optimisme publik. Salah satu alasannya karena dana ratusan triliun dari proyek strategis ini siap mengucur untuk menggerakkan sektor riil dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Selain itu, masyarakat juga memiliki banyak kesempatan untuk punya rumah subsidi yang layak huni.

Mengacu kepada peta jalan yang digagas tim Satgas Perumahan, maka akan ada 3 juta rumah yang akan dibangun, dengan perincian sebanyak 1 juta unit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan dan 2 juta unit rumah untuk masyarakat di pedesaan.

“Program prioritas Presiden Prabowo Subianto adalah pengentasan kemiskinan, yang salah satu instrumennya mengandalkan sektor perumahan. Efek berantai proyek ini akan menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja dan meningkatkan perputaran uang di daerah,” ujar Bonny Z. Minang, anggota tim satgas perumahan yang diketuai Hashim Djojohadikusumo, dalam keterangannya, Senin (21/10).

Berapa potensi dana yang bakal bergulir? Estimasi sejauh ini, menurut kajian internal Bank BTN, rumah subsidi di perkotaan memiliki nilai jual rata rata Rp200 juta dan rumah di pedesaan di kisaran Rp75 juta -Rp100 juta. Jadi, jika program 3 juta rumah terserap maksimal, maka volume transaksinya bisa mencapai sekitar Rp400 triliun per tahun. Ini estimasi minimal, karena harga jual hunian di tiap daerah tidak selalu sama.

Disebutkan, dana sebesar itu bakal mengalir ke para pengembang, terutama para pengembang kelas menengah kecil yang akan membangun hunian layak untuk MBR di pedesaan. Tim Satgas Perumahan berkali kali menegaskan, pembangunan rumah subsidi di pedesaan akan diserahkan ke para pengembang lokal, bukan pengembang kelas konglomerat. Tujuannya agar terjadi pemerataan dan memperbanyak aliran modal ke daerah.

Pembangunan hunian layak di kota maupun desa akan menjadi penggerak ekonomi di sekitarnya. Menurut hitungan tim kajian BTN, proyek properti akan memberi multiplier effect kepada 183 sub-sektor usaha lainnya. Mulai dari sektor paling hulu seperti produsen semen, batu bata, rangka baja atau rantai pasok paling hilir seperti toko bangunan, pemasok tukang serta pelaku UMKM penyangga kebutuhan proyek.

Jika Menteri Perumahan yang dipilih Presiden Prabowo Subianto bisa bergerak cepat, maka target pertumbuhan ekonomi 8% bakal dapat sokongan signifikan dari sektor properti dan ekosistemnya.

Tapi, Bonny menegaskan, proyek strategis ini akan berjalan optimal apabila mendapatkan dukungan penuh dari sektor perbankan dan pelaku usaha lainnya. Bagaimanapun, dana belanja pemerintah (APBN) ada batasnya sementara proyek ini membutuhkan modal kerja untuk pengadaan rumah (supply) dan pembiayaan rumah bersubsidi di sisi konsumen (demand).

Kapabilitas BTN

Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu menyatakan siap mendukung program 3 juta per tahun karena perseroan memiliki kapabilitas sebagai pemimpin pasar KPR nasional, serta pengalaman sebelumnya mendukung Program Sejuta Rumah selama lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. BTN telah memiliki pangsa pasar lebih dari 80% dari sekitar 300.000-400.000 unit KPR subsidi per tahunnya.

Dari sisi pendanaan, BTN juga siap untuk mencari sumber dana dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk dengan mendorong sekuritisasi aset KPR, sehingga tersedia dana murah secara jangka panjang.

“BTN mendukung di sisi supply dengan cara memberikan pendanaan kepada developer berupa kredit konstruksi, baik untuk landed house (rumah tapak) maupun high rise (rumah vertikal). Selama ini, pemberian kredit tersebut sudah berjalan, sehingga bukan menjadi hal yang baru bagi BTN,” kata Nixon.

Skema subsidi KPR yang diajukan oleh BTN untuk pemerintahan baru dibagi menjadi tiga jenis, yakni Subsidi Angsuran, Subsidi Selisih Bunga, dan Premi Asuransi. Keseluruhan sumber dana atau insentifnya berasal dari dana belanja Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN), baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun dana lainnya.

Subsidi Angsuran ditujukan untuk masyarakat miskin atau pra-sejahtera dengan kisaran penghasilan hingga maksimal Rp3,1 juta, dengan tujuan mengentaskan kemiskinan di desa. Untuk subsidi selisih bunga, penerimanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni mereka yang berpenghasilan antara Rp3,1 juta hingga Rp8 juta. Dalam jenis subsidi ini, program pembiayaan bisa berbentuk KPR, Kredit Bangun Rumah, dan Kredit Renovasi Rumah.

Sementara Subsidi Premi Asuransi target penerimanya adalah masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT), yakni mereka yang memiliki penghasilan lebih dari Rp8 juta. MBT dapat menerima subsidi melalui premi asuransi untuk KPR yang mereka ajukan.

“Saat ini belum diputuskan skema mana yang akan diambil oleh pemerintahan baru, namun BTN terus berdiskusi dengan Satgas Perumahan,” ungkap Nixon. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-52, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    HUT ke-52, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhelatan ini diadakan dari 25-27 April 2024 yang diikuti hampir 1.000 orang anggota dan keluarga besar REI dari seluruh Indonesia. Beragam kegiatan digelar selama acara puncak HUT REI ke-52 […]

  • PLN Sambungkan Listrik di Kepulauan Banda

    PLN Sambungkan Listrik di Kepulauan Banda

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berhasil menyambungkan listrik di tiga pulau yang ada di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Nilai investasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk ketiga pulau ini mencapai Rp 9,38 miliar. “PLN telah membuktikan komitmen dan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan listrik yang merata. Sebab ketersediaan listrik dapat […]

  • Perbaiki Kualitas SDM, Solusi Hadapi Persaingan Bisnis Properti

    Perbaiki Kualitas SDM, Solusi Hadapi Persaingan Bisnis Properti

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • 0Komentar

    Palangka Raya – Industri perumahan terkena dampak ketidakpastian kondisi ekonomi global serta mulai naiknya tensi politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Pelaku usaha properti harus terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas SDM tenaga kerjanya melalui serangkaian pelatihan guna menghadapi persaingan bisnis. “Pelaku usaha properti harus bisa menjalankan efisiensi serta meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM tenaga […]

  • Bramor ppX, drone berjenis fixed wing untuk melakukan survei pemetaan

    Gunakan Drone, Pemetaan Proyek Tol Cisumdawu Lebih Efisien

    • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Terra Drone Indonesia, perusahaan startup pemanfaatan drone industri berhasil menyelesaikan pekerjaan survei pemetaan udara menggunakan drone untuk proyek Tol Cisumdawu. Survei menggunakan drone tersebut berlokasi di Sumedang – Majalengka dengan total luas area kurang lebih ±30 km. “Melalui berbagai teknologi dan pengalaman yang Terra Drone Indonesia miliki di sektor konstruksi, diharapkan dapat membantu […]

  • Forwapera Talkshow

    Program 3 Juta Rumah Mustahil Terwujud Tanpa Kementerian Perumahan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto diharapkan menunjuk kementerian khusus perumahan rakyat untuk menjalankan program 3 juta rumah. Hal itu penting apabila Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ingin menuntaskan angka kekurangan (backlog) melalui program 3 juta rumah. “Program ini mustahil berjalan tanpa desk khusus. Kita tahu bahwa banyak ketentuan dan regulasi di sektor perumahan yang selama ini […]

  • REI Minta Penyederhanaan Persyaratan Teknis PBG

    REI Minta Penyederhanaan Persyaratan Teknis PBG

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diharapkan menyederhanakan persyaratan teknis Persetujuan Bangunan Gedung dalam layanan elektronik berbasis web Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG). “Mohon agar persyaratan teknis PBG dapat lebih disederhanakan supaya tidak mempersulit pelaksanaan di lapangan. Apalagi, persyaratan teknis PBG untuk pembangunan rumah sejahtera tapak (RST) idealnya lebih sederhana,” ucap Ketua […]

Translate »
expand_less