Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BI: Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas pada Q3 2021

BI: Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas pada Q3 2021

  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan harga properti residensial tumbuh terbatas pada triwulan III 2021. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2021 sebesar 1,41 persen (yoy/year on year). Angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,49 persen (yoy).

“Pada triwulan IV 2021, harga properti residensial primer diprakirakan masih tumbuh terbatas sebesar 1,19 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam siaran persnya, baru-baru ini.

Perlambatan IHPR tersebut terutama terjadi pada tipe menengah dan tipe kecil yang masing-masing tercatat tumbuh sebesar 1,39 persen (yoy) dan 2,03 persen (yoy), lebih rendah dari 1,59 persen (yoy) dan 1,39 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya. Sedangkan tipe besar tumbuh relatif stabil pada kisaran 0,80 persen (yoy).

Adanya upaya developer untuk menghabiskan rumah ready stock di mayoritas kota yang terpantau sehingga cenderung menahan kenaikan harga menjadi salah satu sebab perlambatan IHPR. Berdasarkan wilayah, perlambatan pertumbuhan IHPR terutama terjadi di Kota Medan (2,96 persen, yoy), kemudian Pekanbaru (2,80 persen, yoy) dan Padang (0,96 persen, yoy).

Penjualan Properti Residensial

Dari sisi penjualan, imbuh Erwin, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2021 masih tertahan. Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial pada triwulan III 2021 yang terkontraksi -15,19 persen (yoy). Penurunan penjualan properti tersebut terutama terjadi pada tipe rumah kecil (-32,99 persen, yoy).

Sedangkan tipe rumah menengah dan besar tercatat mengalami kenaikan, masing-masing tercatat 7,01 persen (yoy) dan 45,57 persen (yoy). Responden menyampaikan penyebab terhambatnya pertumbuhan penjualan adalah karena beberapa faktor antara lain, kenaikan harga bahan bangunan (17,01 persen jawaban responden).

Faktor lain yang mempengaruhi perlambatan tersebut di antaranya, masalah perizinan/birokrasi (13,44 persen) dan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) (12,22 persen). Proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (11,31persen) dan Perpajakan (8,43 persen) turut menjadi faktor penghambat pertumbuhan penjualan properti residensial.

Adapun berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari nonperbankan untuk pembangunan properti. Pada triwulan III 2021, 65,87 persen dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal.

Sementara itu, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen. Pangsa konsumen membeli dengan KPR mencapai 75,38 persen dari total pembiayaan. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • KTT G20

    Menkeu Beberkan Keuntungan Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keuntungan dari penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu dampak secara langsung maupun tidak langsung. Menkeu menyebut, dampak langsung dan sangat terbatas dirasakan dari sisi ekonomi lokal. Contohnya, Bali yang selama ini mengalami imbas serius dari pandemi Covid-19, dengan adanya seri pertemuan G20 akan meningkatkan […]

  • Ini Komentar REI Soal Kebijakan Pembiayaan Perumahan di 2024

    Ini Komentar REI Soal Kebijakan Pembiayaan Perumahan di 2024

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) terus menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) mengenai strategi pembiayaan perumahan untuk mendukung pembangunan 3 juta unit rumah yang menjadi prioritas pemerintahan baru mendatang di bawah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan sejalan dengan pendekatan propertinomic pihaknya selalu mengambil sikap […]

  • diamondland

    Diamondland Bidik Pertumbuhan Recurring Income di 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Diamond Citra Propertindo Tbk atau Diamondland Development (kode emiten;DADA) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan laba netto melejit sebesar 216,70% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,11 miliar pada 2024 menjadi Rp3,51 miliar di 2025. Kenaikan signifikan ini mencerminkan semakin kuatnya fundamental usaha perseroan, yang didorong oleh keberhasilan strategi dalam mengoptimalkan aset […]

  • Airlangga Hartarto, Sri Mulyani Indrawati, dan Basuki Hadimuljono (Foto: Instagram Sri Mulyani)

    Akhirnya, Ini Insentif untuk Sektor Properti!

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan pernyataan bersama dalam Konfrensi Pers mengenai Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, yang diselenggarakan pada hari senin, 1 maret 2021. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa sektor perumahan diberi insentif relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung […]

  • Program Sejuta Pohon, REI Tanam 10 Ribu Pohon di Dam Terbesar di Batam

    Program Sejuta Pohon, REI Tanam 10 Ribu Pohon di Dam Terbesar di Batam

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • 0Komentar

    Batam – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali menjalankan program penanaman pohon sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan. Kali ini REI Khusus Batam melakukan penanaman 10 ribu pohon di area tangkapan air (catchment area) di Waduk Duriangkang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. “Kami memahami bahwa kegiatan pembangunan perumahan ikut berkontribusi menambah emisi karbon ke lingkungan. Sebagai […]

  • HUT ke-52, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    HUT ke-52, REI Bantu Fasilitas Air Bersih dan Pembangunan Masjid di Golo Mori

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhelatan ini diadakan dari 25-27 April 2024 yang diikuti hampir 1.000 orang anggota dan keluarga besar REI dari seluruh Indonesia. Beragam kegiatan digelar selama acara puncak HUT REI ke-52 […]

Translate »
expand_less