Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Catatan YLKI Soal Pengaduan Konsumen Sektor Perumahan

Catatan YLKI Soal Pengaduan Konsumen Sektor Perumahan

  • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sepanjang tahun 2024, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat 991 pengaduan konsumen individu untuk berbagai sektor, seperti jasa keuangan, ecommerce dan perumahan. Dari jumlah itu, pengaduan konsumen untuk sektor perumahan tercatat ada 49 pengaduan.

“Permasalahan ini tidak hanya pra transasksi tapi juga pasca transaksi,” ucap Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Rio Priambodo dalam Press Conference Profil Pengaduan Konsumen YLKI 2024 secara daring pada Jumat, 24 Januari 2025.

YLKI mencatat ada tujuh permasalahan yang diadukan konsumen di sektor perumahan, yaitu pembangunan mangkrak (30%), Dokumen (Sertipikat, PPJB, AJB) (20%), Refund (16%). Fasos/Fasum (12%), Bangunan tidak sesuai (6%), Perjanjian tidak Sesuai (6%), dan Lainnya (10%).

Catatan khusus diberikan YLKI untuk pengaduan sektor perumahan, antara lain pembiayaan perumahan KPR perlu direvitalisasi, sehingga pencairan kredit bank ke developer untuk rumah indent tidak full payment. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian bagi konsumen.

Pemerintah diharapkan berani menjatuhkan sanksi tegas bagi pihak pengambang yang merugikan konsumen, dengan mencabut izin. Izin operasi dapat diberikan jika masalahnya sudah diselesaikan. Pemerintah juga diharapkan terlibat audit fasum dan fasos internal perumahan. YLKI juga mendorong ada fungsi perlindungan konsumen perumahan dalam struktur birokrasi kementerian perumahan.

Total Pengaduan Konsumen ke YLKI

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, pengaduan secara digital yang dilakukan konsumen sepanjang lima tahun terakhir mengalami peningkatan. “Terkait pengaduan yang ada, memang fenomena lima tahun terakhir menjadi hal menarik karena pengaduan digital masih sangat dominan,” jelasnya.

Adapun jumlah pengaduan konsumen individu sepanjang lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada 2020 terdapat 402 pengaduan. Kemudian berturut turun pengaduan di tahun 2021 (535 pengaduan), tahun 2022 (882 pengaduan), tahun 2023 (943 pengaduan) dan tahun 2025 (991 pengaduan).

Dalam lima tahun terakhir, pengaduan individu terbanyak masih terkait Jasa Keuangan yang pada tahun 2024 porsinya mencapai 33,7%. Sementara berikutnya adalah pengaduan di bidang Ecommerce (14,52%), Telekomunikasi (12,61%), Perumahan (4,94%) dan Listrik (2,93%).

Terkait segudang pengaduan yang diterima, YLKI juga menyarankan sejumlah baik untuk pemerintah, pelaku usaha maupun konsumen. Untuk pemerintah, diharapkan Jasa pelaku usaha BUMN banyak yang diadukan, Menteri BUMN  diminta lebih fokus melakukan pengawasan terhadap BUMN yang fokus pada BUMN Public Services.

Kemudian, pemerintah membuat sistem pengaduan lintas sektor kementerian/lembaga dan pelaku usaha; Pengawasan di sektor keuangan masih belum berjalan efektif sehingga perlu peningkatan pengawasan dari OJK; dan Mendorong amandemen UU Perlindungan.

Untuk pelaku usaha, saran yang diberikan adalah agar Pelaku usaha harus lebih kooperatif merespon pengaduan konsumen. Selain itu, bagi konsumen disarankan untuk meningkatkan keberdayaan di semua tahapan transaksi (Pra transaksi, transaksi dan pasca transaksi). (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • BP Tapera Optimis Penuhi Target Penyaluran FLPP Kuartal II-2022

    BP Tapera Optimis Penuhi Target Penyaluran FLPP Kuartal II-2022

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan rakyat (BP Tapera) optimistis mampu memenuhi target pada indikator kinerja utama yang ditetapkan Kementerian Keuangan untuk kuartal II-2022. Terhitung 3 Juni 2022, BP Tapera telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 81.846 unit senilai Rp9,09 triliun atau 36,22% dari target yang ditetapkan pemerintah. Sehingga total penyaluran dana […]

  • Geliatkan Ekonomi Rakyat, Program Pendampingan Desa Wisata Diluncurkan

    Geliatkan Ekonomi Rakyat, Program Pendampingan Desa Wisata Diluncurkan

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Program Pendampingan Desa Wisata untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola desa wisata. Upaya ini sekaligus ditujukan untuk menggeliatkan ekonomi rakyat. Ditargetkan akan ada 244 desa wisata maju di 2024. Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara “Rapat Koordinasi dan Kick Off Pendampingan Desa Wisata” di Pullman Hotel, Kamis […]

  • Modernland Realty

    Modernland Realty Masuk 10 Top Developer Indonesia

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Modernland Realty, Tbk (kode emiten;MDLN),  salah satu developer terkemuka nasional mendapatkan penghargaan Hubexo Asia Awards 2025 pada perhelatan yang berlangsung di Raffles Hotel, Jakarta, Jumat (15/8). Modernland Realty dinobatkan sebagai 10 Top Arsitek dan 10 Top Developer Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selain […]

  • Prospek Properti di 2025

    Prospek Properti di 2025 Tetap Positif, Produk Ini yang Diminati

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Prospek properti di 2025 diproyeksi tetap positif dan semarak. Namun, hanya produk-produk yang memiliki keunikan konsep dan fasilitas lengkap yang bakal menjadi pilihan konsumen. “Persaingan produk antar pengembang diperkirakan akan semakin ketat. Terkait segmen, saat ini produk hunian tapak (landed house) yang terjangkau di kelas menengah tetap jadi pilihan konsumen. Sedangkan untuk apartemen, […]

  • Ilustrasi Rumah Layak Huni (Foto: Ditjen Perumahan PUPR)

    15,5 Juta Orang Masih Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa masih terdapat 15,5 juta orang yang tinggal di rumah tidak layak huni di tahun 2020. “Masih ada 15,5 juta orang yang tinggal di rumah tidak layak huni di tahun 2020,” ujar Airlangga saat menyampaikan keynote speech pada acara Indonesian Property & Bank Award XVI dan Indonesia MYHome Award V tahun 2022. […]

  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau desain dan tipe rumah subsidi baru.

    Menteri PKP Tinjau 2 Desain Rumah Subsidi Baru

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung desain dan tipe rumah subsidi baru yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diusulkan oleh Lippo Group. Setidaknya ada dua tipe rumah subsidi baru yang ditampilkan dalam bentuk mock up, yaitu Tipe 1 Kamar Tidur dan dan Tipe 2 Kamar Tidur. “Saya […]

Translate »
expand_less