Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dibayangi Ketidakpastian Global, Intiland Yakin Pasar Properti 2024 Lebih Baik

Dibayangi Ketidakpastian Global, Intiland Yakin Pasar Properti 2024 Lebih Baik

  • account_circle Muhammad Rinaldi
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2024

JAKARTA – Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) optimistis kondisi bisnis properti sepanjang 2024 akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, meski masih di bawah bayang-bayang ketidakstabilan global. Stabilitas ekonomi di dalam negeri yang kuat menjadi sinyal positif bagi para pelaku bisnis untuk melakukan investasi.

“Dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya strategis yang dimiliki, Intiland meyakini mampu menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan setiap peluang untuk menciptakan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Dia berharap perbankan juga masih menahan diri untuk menaikkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Menurut Theresia, dengan kondisi industri properti saat ini yang masih belum pulih sepenuhnya diyakin akan menjadi pertimbangan bank untuk menaikkan bunga KPR, meski bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) baru saja dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23 – 24 April lalu.

“Kami berharap perbankan masih sangat paham sebetulnya kondisi industri properti sekarang. Jadi dengan mereka memahami, mereka tahu kalau serta merta menaikkan bunga tidak akan memperbaiki kondisi,” tuturnya.

Menurut Theresia, perbankan bisa berkolaborasi dengan pengembang agar tingkat bunga KPR tetap dapat terjangkau konsumen. Kenaikan bunga KPR bank yang aman di tengah kondisi pasar saat ini sebesar tidak lebih dari 1% diyakininya tidak akan membebani konsumen.

Theresia Rustandi

“Bank punya profit yang cukup besar, karena itu pengembang berharap bank masih mau berkorban sedikit agar tingkat suku bunga kondusif,” harapnya.

Dia pun berharap eskalasi geopolitik dunia dapat mereda karena langsung atau tidak langsung akan berdampak pada biaya bahan material untuk konstruksi. Meskipun Intiland selama ini telah mengunci biaya tender material agar tidak terdampak besar jika terjadi lonjakan harga bahan material.

Tidak Revisi

Dengan optimisme tersebut, Intiland Development mengaku tidak ada rencana dan pembahasan untuk merevisi marketing sales atau prapenjualan yang sepanjang 2024 ditargetkan sekitar Rp2 triliun.

“Sejauh ini kami yakini penjualan tidak akan banyak berdampak imbas kenaikan bunga acuan BI dan ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global,” ungkap Theresia yang juga Wakil Ketua Umum DPP REI tersebut.

Sepanjang tahun lalu, realisasi marketing sales Intiland mencapai Rp950,7 miliar atau 40% dari yang ditargetkan sebesar Rp2,4 triliun. Perolehan ini turun 2% dibandingkan dengan marketing sales tahun 2022 yang mencapai Rp1,08 triliun.

Kontribusi marketing sales Intiland di 2023 terutama masih berasal dari penjualan di segmen kawasan perumahan sebesar Rp450,7 miliar atau tercapai 34,8% dari target sebesar Rp1,29 triliun, lalu segmen mixed use dan high rise Rp161,8 miliar atau sebesar 21% dari target, dan penjualan dari segmen pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi sebesar Rp338,2 miliar atau 99% dari target senilai Rp342 miliar

Saat ini, perusahaan masih memiliki cadangan lahan seluas 1.900 hektare yang tersebar di Jakarta, Banten, dan Surabaya. Dari 1.900 hektare tersebut, sebanyak 1.200 hektare berada di Maja, Banten. “Pengembangan hunian di Maja masih menunggu sejumlah hal termasuk kesiapan infrastruktur dan konektivitas di kawasan itu,” pungkas Theresia. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Perhotelan Makin Terpuruk

    Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Perhotelan Makin Terpuruk

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Belum dibayarnya biaya akomodasi tenaga medis dan OTG (Orang Tanpa Gejala) oleh pemerintah kepada 14 hotel yang bekerja sama dalam program itu menjadi salah satu kendala yang dihadapi industri perhotelan di DKI Jakarta. Nilainya cukup besar, yakni mencapai Rp140 miliar pada periode Februari hingga Juni 2021. “Dari laporan teman hotel ada beban sekitar […]

  • Subang Diprediksi Jadi Klaster Baru Pengembangan Perumahan

    Subang Diprediksi Jadi Klaster Baru Pengembangan Perumahan

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Beroperasinya Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat, bakal mendorong kawasan ini menjadi klaster baru pengembangan proyek properti. Selain kawasan industri, pengembangan perumahan di segmen menengah dan subsidi juga diprediksi akan marak. “Beberapa lokasi strategis di sekitar Patimban dan Subang kabarnya sudah mulai diincar sejumlah pengembang. Harga tanah juga pasti segera tergerek naik,” […]

  • Pemerintah Optimalisasi Industri Kreatif

    Pemerintah Optimalisasi Industri Kreatif

    • calendar_month Sab, 15 Jan 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mendorong optimalisasi pertumbuhan industri kreatif nasional. Hal ini sejalan dengan data bahwa Indonesia sebagai pangsa pasar yang besar untuk beragam konten industri kreatif digital. “Kita harus dapat menghadapi krisis identitas dan budaya akibat masifnya konten tayangan budaya luar yang masih mendominasi di Indonesia. Konten asing itu bersaing dengan konten kreatif karya anak bangsa […]

  • Ilustrasi Konflik Pertanahan akibat ketidakjelasan sertipikat (Foto: Adang Sumarna) Reforma Agraria

    Sobat, Kenali Lebih Jauh Aplikasi Sentuh Tanahku

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle Adi Guru Mahendra
    • 0Komentar

    Jakarta – Proses pengecekan pengurusan berkas dan layanan informasi pertanahan kini menjadi lebih mudah. Cukup melalui genggaman tangan, layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Hal tersebut merupakan bentuk inovasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam rangka meningkatkan layanan pertanahan. Dengan aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat mengetahui informasi pertanahan secara […]

  • huntap

    PUPR Rampungkan 200 Huntap untuk Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Tahap I Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi di Cianjur, Jawa Barat yang terjadi pada akhir 2022 lalu telah selesai di bangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan. “Sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 Ha dan Mande sekitar […]

  • Dahsyat, Satu Hari BTN Akad Massal KPR Subsidi 10.000 Unit

    Dahsyat, Satu Hari BTN Akad Massal KPR Subsidi 10.000 Unit

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar Akad Massal KPR Bersubsidi sebanyak 10.000 unit rumah dalam waktu sehari. Akad massal KPR Subsidi yang dilaksanakan serentak di Kantor Cabang BTN di seluruh Indonesia tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan Akad Massal […]

Translate »
expand_less