Insentif PPN DTP Berdampak Positif terhadap Penjualan Metland

0
103

BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menargetkan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp1,9 triliun di 2024 yang terdiri dari pre-sales dan recurring revenue. Hingga Mei 2024, marketing sales perseroan telah mencapai sebesar Rp700 miliar atau 37% dari target 2024. Pendapatan terbesar disumbang dari penjualan properti sebesar Rp474 miliar dan pendapatan berulang sebesar Rp226 miliar.

Anhar Sudradjat, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk mengatakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) merupakan salah satu faktor pendorong penjualan properti Metland. Sejak awal program diluncurkan pada November 2023 hingga April 2024, penjualan yang memanfaatkan program PPN DTP mencapai sekitar Rp600 miliar atau 64% atau meningkat dibanding periode sebelumnya.

“Metland Cikarang, Metland Cibitung dan Metland Cileungsi merupakan proyek yang menikmati banyak penjualan dari program PPN DTP,” jelas Anhar dalam keterangan resminya, Jumat (14/6).

Menurut Anhar, perseroan melakukan pengembangan pada unit residensial berjalan dan mulai memasarkan proyek residensial baru sebagai proyek pengganti beberapa proyek berjalan yang akan habis seperti Metland Cikarang dengan lahan seluas 182 hektar. Sejak dimulainya penjualan pada akhir tahun 2023 yang lalu, Metland Cikarang mendapatkan respon pasar sangat baik dari calon konsumen maupun masyarakat.

Perseroan juga melanjutkan pemasaran pada proyek residensial berjalan seperti, Metland Cyber Puri yang mulai memasarkan Cluster South Tresor dengan harga mulai Rp4 miliar hingga Rp8 miliar, Metland Puri memasarkan ruko yang cocok untuk usaha kuliner karena lokasinya didukung oleh komersial area Puri Juction yang sudah mulai beroperasi.

Selain itu, Metland Menteng memasarkan Cluster Costaria, Metland Transyogi tengah mempersiapkan cluster terbaru dan akan diluncurkan pada September mendatang hingga Metland Cibitung yang meluncurkan Cluster Barcelona Cove dan Cluster Havana Breeze.

Gelar RUPST

Metland menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/6) lalu untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023.

Direksi dan Dewan Komisaris juga mendapat pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan, sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan untuk Tahun Buku 2023.

RUPST & RUPSLB Metland untuk tahun buku 2023 dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan mencakup empat agenda RUPST yaitu, persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris tahun buku 2023, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2023, penunjukkan Akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2024; penentuan gaji, honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta penegasan susunan anggota Direksi.

Sedangkan RUPSLB Perseroan mencakup tiga agenda yaitu, penegasan dan pernyataan kembali atas susunan pemegang saham Perseroan, persetujuan atas perubahan jenis Perseroan dari penanaman modal asing menjadi penanaman modal dalam negeri dan persetujuan perubahan pasal 17 ayat 5 anggaran dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POKJ) Nomor 14/POJK.04/2022 tentang penyampaian laporan keuangan berkala Emiten atau Perusahaan Publik.

RUPST tersebut menyetujui sekitar 20% laba bersih atau sebesar Rp83,52 miliar, atau sebesar Rp10,91 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan.

Tahun buku 2023, Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp418 miliar. Jumlah tersebut meningkat 5,64% dari periode yang sama tahun lalu.

“Tahun 2023 dapat dilalui dengan pertumbuhan laba yang ditopang oleh peningkatan pendapatan penjualan properti dan beberapa penjualan lahan komersial di proyek residensial,” kata Anhar Sudradjat.

Adapun nilai aset Perseroan pada tahun 2023, bertumbuh sebesar 7,20%, yaitu mencapai Rp7.221 miliar dari tahun sebelumnya. Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan sebesar 8,29% menjadi Rp5.149 miliar di tahun 2023.

Total nilai pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2023 adalah sebesar Rp1.705 miliar atau tumbuh 23,12% dibandingkan pendapatan tahun 2022 yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1.385 miliar. Peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan penjualan properti sebesar Rp1.190 miliar naik 28,3% dibandingkan Rp928 miliar.

Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran 70% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata-title, 30% dari pendapatan berulang yang terdiri dari sewa pusat perbelanjaan, pengoperasian hotel, pengoperasian pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain.

Tahun 2023, Perseroan juga mendapatkan penghargaan tingkat nasional maupun internasional seperti meraih dua penghargaan dalam Asia Pacific Property Awards 2023-2024 dalam kategori Mixed Use Development untuk proyek Metland Cibitung dan kategori Residential Development 20 Plus Units untuk proyek The Riviera at Puri.

Selain itu, Metland yang diwakili oleh Metland Cibitung mendapatkan penghargaan Properti Indonesia Awards 2023 dengan kategori The Prospective TOD Township with Affordable Housing in Bekasi dan Metland Cibitung yang mendapatkan Golden Property Awards dengan kategori Best Regional Scale Development 2023 – Region Cibubur & Surrounding.(MRI)