Peringkat TTDI Melesat, Investasi Pariwisata Meroket

0
13
investasi pariwisata

Jakarta – Peringkat Indonesia pada Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut diyakini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan meningkatkan investasi tanah air khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Indonesia sudah berhasil menggeser Selandia Baru. Ini jauh di atas ekspektasi. Jadi investasi kita lihat akan pasti meningkat, insyaallah. Dan juga jumlah tenaga kerja pariwisata juga akan meningkat dan dampak ekonominya akan semakin besar,” kata Menparekraf Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Juni 2024.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, posisi Indonesia saat ini di mata dunia akan menentukan minat investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Peningkatan peringkat Indonesia terlihat dari laporan yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF).

Disebutkan dalam laporan yang dirilis pada 21 Mei 2024 ini, Indonesia masuk dalam 10 negara dengan kinerja TTDI paling baik sejak tahun 2019 dengan peningkatan skor sebesar 4,5 persen. Hal ini membuat Indonesia berhasil menempati peringkat ke-22 dari 119 negara. Sedangkan di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia berada di peringkat ke-6 dan peringkat ke-2 untuk kawasan ASEAN. Tentunya capaian ini berkat hasil kolaborasi seluruh stakeholders di sektor pariwisata.

“Sebab TTDI merupakan suatu indeks yang didapatkan melalui proses kualitatif dan kuantitatif, melibatkan institusi-institusi ternama dunia dan dikalkulasi oleh World Economic Forum. Jadi sulit sekali kita untuk meningkatkan indeksnya tanpa gerak yang betul-betul masif,” kata Sandiaga.

Peningkatan Indikator Penilaian

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo menambahkan, dari pencapaian yang baik ini perlu ada indikator penilaian yang perlu ditingkatkan. Yakni health and hygiene, tourist service and infrastructure, ICT readiness, openness to T&T, dan human resources and labour market and environmental sustainability.

“Terkait higienitas, pada masa pandemi kita sudah mengeluarkan standardisasi CHSE, yang sebetulnya menjadi daya ungkit untuk pariwisata Indonesia. CHSE ini bisa kita tingkatkan dan disempurnakan untuk bisa mengakomodasi keadaan hari ini. Jadi kalau di pemerintahan selanjutnya bisa diperkuat, saya rasa bisa mengatasi isu higienitas ini,” ujar Angela.

Menteri Pariwisata periode 2014-2019, Arief Yahya memberikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih Indonesia hingga berhasil mencapai di peringkat 30 besar TTDI 2024. Dia mengatakan, dalam menjadi global player, diperlukan menggunakan global standar. TTDI ibarat menjadi sertifikat di bidang pariwisata yang telah diakui dunia.

“Karena dalam persaingan kita harus tahu posisi kita. Kenali dirinya, kenali dirimu, maka akan memenangkan perang. Dan ranking 22 ini beyond my expectation. Usulan saya, jaga konsistensi dalam meningkatkan dan mempertahankan posisi dan prestasi Indonesia di mata dunia,” tutupArief Yahya. (SAN)