Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kuota FLPP 2022 Ditambah, Tapi Pengembang Bilang Begini

Kuota FLPP 2022 Ditambah, Tapi Pengembang Bilang Begini

  • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambah dana pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2022 menjadi Rp 23 triliun untuk 200.000 unit rumah subsidi disambut baik asosiasi pengembang. Namun hal itu perlu diikuti dengan relaksasi dan kemudahan dari bank pelaksana KPR FLPP.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI bidang Perumahan Subsidi dan Perumahan Aparatur Pemerintah, Moerod mengatakan asosiasi sangat mengapresiasi semangat PUPR yang setiap tahun menambah alokasi dana FLPP. Namun penambahan kuota FLPP tersebut sebaiknya diikuti pula dengan kebijakan yang mampu mendorong penyerapannya.

“Alangkah lebih baik kalau penambahan anggaran itu diikuti pula dengan kebijakan agar persyaratan KPR subsidi bisa diperlonggar karena saat ini bank memberikan syarat yang super ketat sekali,” ujar Moerod kepada Industriproperti.com.

Dikatakan, pihaknya dapat memahami pengetatan yang dilakukan perbankan di tengah situasi sulit saat ini. Oleh karena itu, Kementerian PUPR sebagai lembaga pemerintah dapat berpihak kepada masyarakat dengan memberikan relaksasi kebijakan penyaluran KPR FLPP. Menurut Moerod, relaksasi yang diberikan pemerintah bisa berupa penjaminan kepada bank pelaksana FLPP agar dapat melonggarkan syarat-syarat KPR untuk MBR.

“Sejak tahun lalu daya beli masyarakat menurun dan berharap 2021 kondisinya membaik, sehingga pada 2022 kuota yang banyak tersebut dapat terserap lebih optimal,” kata dia.

Penjaminan kepada perbankan, kata Moerod, pernah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang membuat koperasi sebagai penjamin kepada bank-bank pemberi KPR untuk menyalurkan KPR untuk MBR di daerah tersebut, sekaligus melakukan penarikan cicilan kepada peserta KPR.

“Mungkin itu hanya salah satu contoh yang bisa dilakukan. Tetapi saya yakin Kementerian PUPR bisa mencarikan solusi kebijakan yang lebih baik lagi. Ini yang dinanti-nanti masyarakat,” ujar Moerod.

Sebelumnya, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan bantuan pembiayaan perumahan dana FLPP untuk 2022 diperkirakan Rp23 triliun bagi 200.000 unit rumah subsidi.

“Di tahun 2022 nanti bantuan FLPP akan diusulkan sebanyak 200.000 unit, dengan anggaran Rp 23 triliun. Angka itu naik dari tahun ini yang 157.500 unit. Namun hal ini masih proses,” ujar dia dalam sebuah webinar, baru-baru ini.

Alokasi anggaran FLPP tersebut diusulkan untuk didapat dari dana bergulir sebesar Rp 3,9 triliun dan usulan DIPA tahun 2022 sebesar Rp 19,1 triliun. Lalu untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) pada 2022, Kementerian PUPR akan mengusulkan untuk 312 unit rumah.

Kemudian untuk bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) tahun 2022 diusulkan sebesar Rp 4,39 triliun bagi 769.903 unit rumah. SSB tahun 2022 yang dibayarkan ini untuk tahun sebelumnya. Kementerian PUPR juga mengusulkan usulan bagi Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) tahun 2022 sebesar Rp 810 miliar untuk 200.000 unit rumah.

“Tahun 2022 anggarannya sudah mulai dibahas pada tahun ini meski anggaran untuk tahun 2021 baru dijalankan. Jadi sampai dengan nanti tahun 2022, kalau pengembang mau berancang-ancang untuk memulai lagi misalnya dimana sekarang tidak memungkinkan, maka untuk tahun depan sudah kami siapkan,” jelas Eko.

Pengetatan Perbankan

Sementara itu, di 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk dana FLPP sebesar Rp16,66 triliun bagi 157.500 unit rumah subsidi. Kuota itu masih belum tentu dapat terserap maksimal karena perbankan masih sangat ketat dalam melakukan seleksi, meski beberapa bank sudah berusaha untuk melakukan pelonggaran seperti Bank BTN.

Saat ini BTN membatasi penerima KPR subsidi adalah pegawai kontrak di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan lembaga pemerintah terkait. Padahal, MBR juga mencakup para wiraswastawan, profesional dan pekerja nonfixed income seperti UMKM yang juga ingin memiliki rumah dan memiliki kemampuan untuk mencicil KPR.

Moerod berharap dengan vaksinasi massal yang tengah dilakukan saat ini segera menyelesaikan pandemi dan mendorong bank semakin yakin untuk segera melonggarkan aturan sehingga bisa merealisasikan KPR rumah subsidi secara maksimal.

“Kalau vaksin dan pelonggaran bisa terealisasi maka kami yakin pada kuartal II-2021 kuota sudah habis,” ungkap Moerod. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKN

    Penyatuan Tanah dan Air, Simbolisasi IKN untuk Semua

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Penyatuan tanah dan air dari seluruh provinsi di Indonesia menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan cita-cita besar, yakni pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain merupakan sebuah bentuk kebinekaan yang dimiliki Indonesia dan lambang persatuan yang erat, prosesi tersebut juga sekaligus menjadi simbolisasi bahwa IKN akan menjadi kota bagi semua. “Pada […]

  • Februari 2026, Okupansi Hotel Melemah

    Februari 2026, Okupansi Hotel Melemah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel secara nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 33,56%, turun 2,50 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan 3,60 poin secara tahunan. “TPK hotel bintang pada Februari 2026 mencapai 44,89%,” tulis Berita Resmi Statistik BPS dikutip Rabu, 1 April 2026. Sementara itu, hotel nonbintang mencatat tingkat […]

  • Pemerintah Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu

    Pemerintah Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jawa Barat. Terutama untuk Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 km, dan Seksi 5A dan 5B Legok-Ujung Jaya sepanjang 14,9 km. “Targetnya akhir Februari akan beroperasi fungsional. Seksi 4 ini sudah bagus, nanti akan ada taman. Kalau ada […]

  • mapei

    Mapei Luncurkan Waterproofing untuk Bangunan Hijau

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mapei, pemain global dalam industri bahan bangunan, terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan dengan meluncurkan Mapelastic Zero di Indonesia pada awal Januari 2025. Produk ini tidak hanya menawarkan solusi waterproofing yang efisien, tetapi juga ramah lingkungan dengan sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD). Mapelastic Zero dirancang untuk memenuhi persyaratan sertifikasi LEED V4.1 […]

  • Aplikasi Tapera Mobile

    Gantikan SiKasep, Begini Cara Aktivasi Aplikasi Tapera Mobile

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Guna memudahkan aksesibilitas masyarakat ke Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BP Tapera mengalihkan layanan SiKasep ke Aplikasi Tapera Mobile per 13 April 2026. Setelah adanya layanan via mobile tersebut, maka Aplikasi SiKasep secara otomatis tidak lagi bisa digunakan. “Kehadiran Tapera Mobile semakin mendekatkan pembiayaan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di […]

  • Ilustrasi Merawat Rumah

    Hal-hal yang Mudah Rusak di Rumah dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Memiliki rumah tentu menjadi idaman bagi setiap orang. Berbagai usaha dilakukan agar mendapatkan hunian yang nyaman baik untuk ditinggali maupun nyaman di kantong. Setelah berhasil memilikinya, PR mengenai rumah ini ternyata tidak berhenti sampai di situ. Ada saja bujet yang harus disiapkan untuk pengeluaran yang tidak terduga. Kondisi tersebut wajar adanya. Sebab, memutuskan […]

Translate »
expand_less