Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Mau ‘Survive’ dari Pandemi? Nih, Ikuti Saran Senior REI

Mau ‘Survive’ dari Pandemi? Nih, Ikuti Saran Senior REI

  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Memaknai hari jadi REI, industriproperti.com selaku Official Broadcasting Partner HUT REI ke-49, hadir menyapa pembaca setia di seluruh Tanah Air. Silakan menikmati beragam berita melalui gawai Anda, dalam bingkai kenduri HUT REI ke-49 ditengah keterbatasan pandemi…

Agar tidak ketinggalan, berikut ini berita sebelumnya dan di sini. Anda pun bisa mengikuti berita lainnya di sini, di sini, di sini, serta di sini

Jakarta – Pandemi Covid-19 masih terus bergulir. Semua sektor usaha terkena imbas akibat pelemahan ekonomi nasional. Adakah solusi bagi pelaku usaha properti agar dapat keluar dari jerat krisis akibat pandemi?

“Dalam bahasa mandarin, krisis disebut Weiji (危 机) yang terdiri dari dua kata, yaitu wei (危) atau bahaya dan ji (机) yang artinya peluang atau kesempatan. Jadi dalam krisis, selain bahaya tentu ada kesempatan,” beber pendiri sekaligus Chief Executive Officer PT Intiland Development Tbk, Hendro S. Gondokusumo, saat menjadi narasumber webinar HUT Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ke-49, Kamis, 11 Februari 2021.

Hendro menyebut, pelaku usaha harus berani menghadapi krisis akibat pandemi. “Memang tidak pasti akan selalu berhasil. Tapi, setidaknya kita dapat belajar dari krisis yang ada. Tidak boleh lari dari krisis,” tegas jebolan National University of Singapore.

Bagi sebagian kelompok milenial (lahir antara tahun 1981 – 1996), atau generasi Z (lahir antara tahun 1997 – 2012), mungkin baru pertama kali ini berhadapan langsung dengan krisis ekonomi. Namun, untuk kalangan Baby Boomer, yang lahir pada 1946 – 1964, ini bukan kali pertama mengalami krisis ekonomi.

“Krisis saat ini betul-betul berbeda karena pemicunya adalah pandemi Covid-19 yang tidak hanya menimbulkan efek krisis ekonomi semata. Tapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa manusia,” imbuh Komisaris PT Metropolitan Land (Metland) Tbk, Nanda Widya.

Nanda mencontohkan, krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 silam. Kala itu, krisis ekonomi yang sangat parah menerpa Indonesia. Mulai dari ambruknya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, keringnya likuiditas perbankan, hingga banyaknya dunia usaha yang bermasalah.

“Krisis saat itu kondisi di Pulau Jawa sangat berat. Sedangkan di Sumatera dan Sulawesi relatif tidak terlalu terdampak. Ketika itu, sektor industri properti macet karena tidak ada penjualan sama sekali,” ucap kelahiran tahun 1954 yang bergabung di Metland sejak 1994.

Jangan Takut Konservatif

Kendati berlainan pemicu, setiap krisis ekonomi memiliki dampak relatif sama terhadap dunia usaha. Yang paling terasa sekali dalam setiap krisis ekonomi adalah kesulitan likuiditas. “Saya yakin dalam situasi krisis ini semuanya pasti merasakan hal yang sama. Pertama adalah cashflow pasti terganggu sehingga perlu penyesuaian dengan pengeluaran,” tukas Managing Director Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata.

Budiarsa Sastrawinata bersama Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman (1993 – 1998) Akbar Tanjung (Foto: Dok DPP REI)

Untungnya, raksasa properti milik taipan almarhum Ciputra sudah menetapkan kebijakan serta strategi yang terbilang konservatif. “Kami sudah sejak lama menerapkan policy dan strategi konservatif sehingga dalam situasi krisis ini tidak terlalu kaget. Berat atau ringannya kita menghadapi situasi krisis pasti terpengaruh kondisi pada saat sebelum krisis,” ujar alumni Teknik Sipil di Plymouth Polytechnic, Plymouth, Inggris.

Budiarsa menyebut, penghematan menjadi sebuah keniscayaan dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19. Bahkan, hal yang paling awal dalam menyikapi situasi krisis adalah menekan pengeluaran. “Baru kemudian kita dapat mempertimbangkan untuk menunda ekspansi agar tidak seagresif seperti situasi normal,” cetus pemegang gelar MBA dari Institut Manajemen Prasetiya Mulya (kini berganti nama menjadi Universitas Prasetiya Mulya).

Tunda Proyek Besar

Manajemen Metland bahkan melakukan langkah lebih ekstrem lagi. Selain memangkas pengeluaran, korporasi dengan kode saham MTLA ini bahkan menunda pengerjaan sejumlah proyek properti yang menyedot anggaran relatif besar.

Nanda Widya (paling kanan) saat momen MUNAS VI REI (Foto: Dok DPP REI)

Perseroan juga menempuh kebijakan yakni melepas proyek-proyek yang dapat segera diperjualbelikan sehingga bisa menjaga arus kas. Tidak hanya itu, imbuh Nanda, kini korporasi juga lebih berfokus pada proyek yang nilai jualnya kurang dari Rp 1 miliar per unit.

“Efisiensi bertujuan mengurangi biaya perusahaan. Termasuk melakukan negosiasi ulang dengan perbankan apabila ada persoalan pinjaman. Kami juga tidak segan-segan bekerjasama dengan agen-agen pemasaran serta menjalin kemitraan dengan developer lainnya,” ungkap Nanda.

Nanda mengutarakan, pihaknya juga terus berupaya melakukan perbaikan sistem operasionalisasi manajemen perusahaan. “Kami menerapkan strategi membangun optimisme karyawan dengan employee engagement pasca pandemi Covid-19,” tutur Anggota Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI periode 2019 – 2022.

Properti Bukan Bisnis Kompetitif

Hendro S Gondokusumo mengajak agar tidak ada kompetisi antara sesama pelaku usaha properti di Indonesia. “Saya selalu katakan, properti bukan usaha bersaing. Properti adalah usaha untuk dapat saling mengisi,” tegas Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti.

Hendro S Gondokusumo bersama Ketua Umum REI 1992 – 1995 Enggartiasto Lukita (Foto: Dok DPP REI)

Hal itu dia buktikan dengan sukses mendirikan sejumlah properti yang sebagian bahkan menjadi ikonik. Padahal, di sekitar lokasi proyeknya juga terdapat beragam properti mewah sejenis besutan pengembang besar lainnya.

“Kami bikin diferensiasi dari sisi desai produk properti. Selain itu lokasinya juga harus agak berbeda. Kalau tidak begitu, pembeli tidak akan melirik proyek properti bikinan kita,” ujar Ketua Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) periode 2014 – 2018.

Itulah sekelumit pengalaman tiga tokoh senior REI yang telah lebih dari empat dekade berkiprah di industri properti di Indonesia. Semoga dapat menginspirasi pembaca setia industriproperti.com. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apartemen Lloyd Alam Sutera Dijadikan Acuan Hunian di IKN

    Apartemen Lloyd Alam Sutera Dijadikan Acuan Hunian di IKN

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi dan memuji konsep pembangunan hunian vertikal seperti yang dikembangkan oleh PT Alam Sutera Realty Tbk di Apartemen Lloyd. Apartemen tersebut mengusung konsep hunian vertikal berlantai rendah (low rise apartment) yang dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan mewujudkan ruang terbuka hijau (RTH) sehingga penghuni bisa tinggal […]

  • Jokowi Ajak Kawal ASEAN Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    Jokowi Ajak Kawal ASEAN Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin ASEAN untuk mengawal negara anggotanya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Negara di kawasan ini telah membuktikan bahwa kolaborasi, kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha terbukti mampu menghadapi Covid-19. “Mari kita bergandengan erat menyusun agenda bersama, untuk memastikan kawasan ini terus menjadi Epicentrum of Growth,” ungkap Presiden […]

  • Infrastruktur Jalan Tol di Sumatera Utara Siap Sambut Libur Nataru

    Infrastruktur Jalan Tol di Sumatera Utara Siap Sambut Libur Nataru

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan infrastruktur jalan tol di Provinsi Sumatera Utara siap digunakan dalam menyambut Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Saat ini, panjang jalan tol yang sudah beroperasi di Sumatera Utara mencapai 134,28 kilometer (km) dengan rincian tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa (42,7 km), […]

  • Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskadar dan Dirjen Perumahan PUPR Khalawi Abdul Hamid (Foto: Dok PUPR)

    Wuih, Kabupaten Tangerang Bisa Jadi Pilot Proyek PUPR

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan harapannya terhadap Kabupaten Tangerang. Menurut Khalawi, Kabupaten Tangerang sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota bisa dijadikan sebagai pilot project pengembangan perumahan skala besar. “Kementerian PUPR menilai pengembangan perumahan skala besar di Kabupaten Tangerang sangat mendesak untuk dilakukan,” pungkas […]

  • FIABCI Awards

    3 Proyek Prestisius Indonesia Raih 2024 FIABCI Prix d Excellence Awards

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Berbarengan dengan Kongres ke-74 Federasi Realestat Dunia (FIABCI) diselenggarakan FIABCI Prix d’Excellence Awards merupakan penghargaan tertinggi dalam dunia properti dunia di Singapura pada Kamis, 30 Mei 2024. FIABCI World president Budiarsa Sastrawinata menekankan pentingnya penghargaan tersebut sebagai ajang pengakuan terhadap proyek realestat yang memiliki arsiterktur terbaik, keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, dan praktik bisnis yang […]

  • Konstruksi Mazenta Residence Tepat Waktu, Serah Terima Dipercepat

    Konstruksi Mazenta Residence Tepat Waktu, Serah Terima Dipercepat

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Serpong Bangun Cipta melalui PT Cipta Harmoni Lestari (CHL) yang merupakan anak perusahaan dari Harita Group sukses memasarkan proyek hunian Mazenta Residence di Bintaro. Saat ini, perumahan yang mengusung konsep JapanDi (Japanese-Scandinavian) itu sedang dalam proses pengerjaan konstruksi. Project Director dan Chief Marketing Officer Mazenta Residence, Setia Iskandar Rusli menjelaskan pasca groundbreaking […]

Translate »
expand_less